Log in

Masa Social Distancing, Tiga Fasilitator Gapura Digital Berbagi Pengalaman

Salah satu fasilitator Gapura Digital, Chrisma Wibowo sudah aktif mengajar sejak tahun 2017. Salah satu fasilitator Gapura Digital, Chrisma Wibowo sudah aktif mengajar sejak tahun 2017.

Medan-andalas Gapura Digital adalah program mendukung siapa saja untuk memajukan bisnis melalui digital secara gratis. Di masa social distancing ini Gapura Digital tetap hadir tapi dilakukan secara virtual melalui Google Hangouts Meet. Untuk itu tiga fasilitator Gapura Digital berbagi pengalamannya dalam mengajar kelas secara virtual:

APPENDIX
Kelas virtual berdurasi satu jam ini diadakan selama 14 Maret-31 Mei 2020 untuk pemilik bisnis di 14 kota yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Denpasar, Yogyakarta, Malang, Medan, Solo, Palembang, Padang, Semarang, Makassar, Pontianak dan Lombok.

1.Chrisma Wibowo

Salah satu fasilitator Gapura Digital, Chrisma Wibowo sudah aktif mengajar sejak tahun 2017.

Chrisma meninggalkan dunia impor untuk fokus memajukan UKM melalui edukasi di pelatihan, media sosial, blog, hingga merintis bisnis bernama Bangun Digdaya, sebuah wadah penyadur pemilik ruko untuk disewakan ke UKM sebagai tempat usaha dengan sistem bagi hasil.

“Tantangan saya selama mengajar virtual seperti suasana kelas yang lebih hening tidak se-interaktif kelas offline, belum lagi selama satu jam penuh otak fokus menyatukan ucapan yang harus baik, sopan, positif dan memberi semangat. Tapi itu semua bukan tantangan, karena sebelumnya saya seorang dubber dan penyiar radio, yang sudah terbiasa bermonolog,” paparnya.

Berikut tips untuk presentasi secara virtual:

-Selalu positif dan senyum karena suara dengan senyuman akan berbeda dengan suara murung.

-Coba mainkan intonasi, jeda dan penekanan sehingga peserta tahu apa yang harus diperhatikan.

-Pastikan latar belakang pengajar tidak mencuri fokus para peserta.

-Sedia minuman di dekat Anda untuk terus menjaga konsentrasi dan intonasi.

-Usahakan memakai microphone fisik selain yang bawaan dari headset supaya body language kita siap bagaikan mengajar di kelas offline.

Chrisma juga memberikan tips untuk para peserta atau murid untuk tetap belajar efektif walau kelas online/virtual:

Siapkan waktu khusus, dan tidak ada gangguan selama kelas berlangsung.

Ikuti kelas dengan niat dan pilih waktu yang tepat supaya  Anda tetap memfokus.

Selalu gunakan laptop agar materi bisa langsung dipraktekan dan kebingungan bisa langsung terpecahkan. Keberhasilan kelas virtual 90% karena hasil praktik, bukan karena mendengarkan.

Screen capture layar supaya bisa membaca mengulangi lagi di kemudian hari.

2.Muhammad Irsyad

Setelah menjadi peserta Gapura Digital di tahun 2017, Muhammad Irsyad mendapat kesempatan menjadi fasilitator di tahun berikutnya. Irsyad juga memiliki perusahaan Private Coaching bernama Gudang Peluang.

Pengalamannya mengajar kelas virtual/online memiliki beberapa tantangan tersendiri. Pertama interaksi peserta, karena hanya bisa disaksikan di kolom Hangouts Chat sehingga saat memberi materi/candaan tidak mendapat respon langsung. Kedua, sapaan atau panggilan (mas/mba) kepada peserta menjadi kurang jelas, karena tidak terlihat fisiknya. Terakhir teknis, baik itu dari koneksi, tools yang digunakan, sampai menjaga suasana kelas.

Untuk mengatasi kendala kelas virtual, simak berbagai tips dari Irsyad:

-Jangan memberikan banyak pertanyaan ke peserta.

-Buat permisalan atau contoh setiap setelah menjelaskan sesuatu.

-Kelas virtual terkesan komunikasi satu arah, tetap hidupkan suasana dengan memberikan candaan yang sesuai dengan materi

-Sampaikan materi dengan menatap ke arah kamera bukan layar

-Perhatikan intonasi, kecepatan danjelaskan secara simpel

-Sering latihan mengajar dengan merekam video sendiri

-Sarankan peserta untuk membayangkan materi yang disampaikan diterapkan dalam bisnisnya

3.Aidil Wicaksono

Aidil Wicaksono menjadi fasilitator di Gapura Digital sejak tahun 2018. Selain menjadi facilitator di Kaizen Room, sebuah lembaga pelatihan komunikasi, ia juga seorang dosen manajemen di Universitas Gunadarma.

Aidil justru lebih menyukai kelas virtual karena fleksibilitasnya. Sekali mengajar bisa diikuti hingga 40 peserta, sedangkan kelas offline hanya setengahnya. Jadi ilmu yang disampaikan lebih banyak diterima orang. Aidil ingin pengalaman yang dirasakan peserta itu membuat mereka secara sukarela menyampaikan ke orang-orang dampak positif untuk bisnisnya. Hasilnya, beberapa peserta memberikan review positif di Google Bisnisku pribadi Aidil.

Beberapa persiapan khusus yang dilakukan Aidil untuk kelas virtual yaitu:

-Menyiapkan jaringan internet yang stabil.

-Layout yang menarik, agar peserta tidak bosan. Siapkan meja kursi dan background yang terkesan hidup dan rapi, diusahakan tidak  dengan background kosong.

-Sedia papan tulis dan spidol jika sekiranya diperlukan.

 Selain itu, berikut beberapa tips untuk tetap belajar efektif selama kelas virtual/online:

-Buatlah perjanjian sebelum memulai kelas.

 Contohnya, perjanjian jika ada pertanyaan disampaikan setelah penyampaian materi selesai.

-Fasilitator disarankan untuk tidak menggunakan kalimat yang menyenggol SARA.

 Tetap harus mengajar sesopan mungkin, terutama di tengah isu yang sedang sensitif.

-Fasilitator harus lebih aktif.

Karena kelas online/virtual disaksikan sendiri-sendiri maka cenderung suasana akan lebih hening. Memberikan contoh dari materi yang disampaikan bisa menjadi opsi agar lebih mudah dipahami peserta.

-Ada moderator.

Akan lebih baik jika ada moderator, untuk membantu mengatur peserta dan menjadi time keeper. Disini saya dibantu oleh rekan quality control dari Gapura Digital. (Siong)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C