Log in

Mahasiswa Biologi UMA Gelar Seminar dan Tanam Pohon

Rektor UMA Prof Dr Ir Dadan Ramdan MEng MSc, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FB UMA Abdul Karim SSi MSi diabadikan bersama narasumber dan perwakilan peserta Seminar Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2018, diconvention hall Kampus I UMA, Rabu (7/11). Rektor UMA Prof Dr Ir Dadan Ramdan MEng MSc, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FB UMA Abdul Karim SSi MSi diabadikan bersama narasumber dan perwakilan peserta Seminar Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2018, diconvention hall Kampus I UMA, Rabu (7/11).

Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Medan-andalas Mahasiswa Fakultas Biologi (FB) Universitas Medan Area (UMA)menggelar Seminar Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2018, di convention hallKampus I UMA, Jalan Kolam Medan Estate, Rabu (7/11). Seminar ini dalam rangkamengisi peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang jatuh setiap 5 November. Seminar yang dibuka Rektor UMA Prof Dr Ir Dadan Ramdan MEngMSc itu menghadirkan narasumber Staf Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser(TNGL) Ahtu Trihangga dan Staf Balai Besar Badan Konservasi Sumber Daya Alam(BKSDA) Sumatera Utara Ida Mariani Sembiring.

Seminar diikuti aktivis pencintaalam dari berbagai perguruan tiinggi di Medan siswa MAN 1 Medan. Rektor UMA Prof Dadan Ramdan dalam sambutannya mengatakan,sebagai manusia selain mencintai diri sendiri dan sesama manusia juga harusmencintai lingkungan di sekitarnya, termasuk cinta puspa dan satwa. “Kita harus bersatu merawat, meindungi dan mencinta puspadan satwa Indonesia,” ajaknya.

Staf Balai Besar TNGL Ahtu Trihangga dalam paparannyamengatakan, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL)  menyediakan suplai air bagi 4 juta masyarakatyang tinggal di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Hampir 9 kabupaten tergantung pada jasa lingkungan TNGL, yaitu berupa ketersediaan air konsumsi,air pengairan, penjaga kesuburan tanah, mengendalikan banjir, dan sebagainya.

“Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dilindungi oleh TNGL sebanyak5 DAS di wilayah Provinsi Aceh, yaitu DAS Jambo Aye, DAS Tamiang-Langsa, DASSingkil, DAS Sikulat-Tripa, dan DAS Baru-Kluet. Sedangkan yang berada diwilayah Provinsi Sumut adalah DAS Besitang, DAS Lepan, dan DAS Wampu Sei Ular,”katanya. Staf BKSDA Sumut Ida Mariani Sembiring memaparkan tentangjenis-jenis puspa langka yang belum mendapat perlindungan di Sumut.

Misalnya bunga bangkai, kendati sudah masuk menjadi tumbuhan yang dilindungi, tapi bungabangkai kerap dibantai. “Ini karena minimnya informasi dan edukasi membuat flora endemik Pulau Sumatera ini masuk kategori rentan punah,” kata Ida. Sedangkan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FB UMA AbdulKarim SSi Msi mengatakan, puspa dan satwa merupakan salah satu rantai kehidupan. Jika rantai Say itu terputus maka akan jadi ancaman bagi manusia.

Sementara itu, Ketua Panitia Fici My Safitri Tanjungdidampingi Sekrretaris Nur Aisyah, Bendahara Rizni Syahfutri, KoordinatorLapangan Ridha Nursyafutri dan Kabag Humas UMA Ir Asmah Indrawatii MP kepadawartawan mengatakan, seusai seminar dilanjutkan dengan penanaman pohon mahonidan boni di kawasan kampus FB UMA. Turut dalam aksi tanam pohon ini paraaktivis mahasiswa pencinta alam dan siswa MAN 1 Medan. (HAM)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 21 Nov 2018 27°C 22°C
  • 22 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px