Log in

Komnas HAM: Ketenagakerjaan di Perkebunan Seperti "Perbudakan Modern"


Medan-andalas Pola ketenagakerjaan yang diterapkan di berbagai perkebunan di Tanah Air dinilai seperti "perbudakan modern" karena penuh kesan eksploitasi dan menghilangkan peluang kesejahteraan. Usai Diskusi Publik "Prinsip-Prinsip Panduan PBB Tentang Bisnis dan HAM" di Medan, Selasa (28/2), Kepala Sub-Komisi Pemantauan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Siti Noorlaila mengatakan, kesan itu muncul karena minimnya peluang menjadi buruh tetap di perkebunan.

Menurut dia, UU Ketenagakerjaan yang diberlakukan selama ini tidak menganut pola buruh tidak tetap yang meminimalisasi peluang kesejahteraan buruh. Namun dalam praktiknya, buruh di perkebunan jarang sekali menjadi buruh tetap, bahkan banyak yang tidak terdaftar di ketenagakerjaan sebagai pekerja tetap.

Fenomena itu dapat dilihat di hampir semua perusahaan perkebunan yang tidak menjadikan buruhnya sebagai pekerja tetap. "Hanya ada karyawannya saja yang tetap, tetapi buruhnya tidak," ungkapnya.

Ia menjelaskan, dalam aturan ketenagakerjaan, pekerjaan yang dilakukan terus menerus dan menjadi pekerjaan pokok perusahaan, harus dijadikan pekerja tetap. Ia mencontohkan perkebunan sawit yang memiliki usaha pokok dalam produksi sawit, maka semestinya tenaga kerja di sawit harus menjadi pekerja tetap.

Demikian juga dengan buruh yang bertugas dalam menyadap getah karena perusahaan tersebut tergantung pada produk karet. "Itu salah satu bentuk pelanggaraan ketenagakerjaan. Lain lagi dengan unsur eksploitasi, itu yang sering disebut perbudakan modern," tuturnya.

Pihaknya menilai banyak perusahaan yang melakukan kekeliruan dengan menerapkan pola alih daya atau "outsourcing" yang tidak diperbolehkan pada tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan pokok.

Aturan itu berbeda untuk "office boy" (OB) atau pengemudi di sebuah perusahaan yang bukan pekerjaan pokok karena dapat digantikan oleh orang lain.

"Maksudnya, kalau perusahaan tidak berjalan kalau tidak ada dia, maka harus menjadi tenaga kerja tetap. Seperti tukang sadap getah, perusahaan itu tidak akan memproduksi getah jika tidak ada tukang sadap. Itulah pekerjaan pokok," ujar Noorlaila. (ANT)

25°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 4.83 km/h

  • 18 Nov 2018 28°C 23°C
  • 19 Nov 2018 27°C 23°C

Banner 468 x 60 px