Log in

Keselamatan Perkeretaapian Butuh Peran Serta Masyarakat

KAI Divre I SU sosialisasi bersama Railfans di Perlintasan Sebidang yaitu perlintasan JPL No. 02 Km 0 + 690 Lintas Medan Belawan/Medan Binjai, Jum'at (28/2). KAI Divre I SU sosialisasi bersama Railfans di Perlintasan Sebidang yaitu perlintasan JPL No. 02 Km 0 + 690 Lintas Medan Belawan/Medan Binjai, Jum'at (28/2).

Medan-andalas Peran serta masyarakat terhadap keselamatan perkeretaapaian sangat dibutuhkan terutama dalam hal mentaati dan patuh terhadap rambu-rambu di perlintasan sebidang dengan jalur Kereta Api.

"Masyarakat harus lebih memprioritaskan perjalanan Kereta Api, tidak mendirikan bangunan di daerah jalur kereta api, tidak menempatkan atau menaruh barang berbahaya di jalur kereta api,"kata Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I SU M.Ilud Siregar saat melakukan sosialisasi bersama Railfans di Perlintasan Sebidang JPL No. 02 Km 0 + 690 Lintas Medan Belawan/Medan Binjai, Jum'at (28/2).

Ilud menjelaskan, sosialisasi dilakukan sebab selama ini perlintasan sebidang merupakan salah satu titik yang sering terjadi kecelakaan.

"Melihat fakta ini, KAI Divre I SU bersama-sama Railfans melakukan sosialisasi dengan harapan kesadaran masyarakat untuk mentaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang semakin meningkat,"jelas Ilud.

Kata Ilud, pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tidak saja merugikan pengendara jalan tetapi juga perjalanan kereta api. Karenanya, perlu diketahui juga oleh masyarakat perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang.

"Perlintasan sebidang itu muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api.Tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan melintas memicu timbulnya permasalahan terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang,"ungkap Ilud.

KAI Divre I SU  mencatat terdapat 98 perlintasan sebidang yang resmi dan 276 perlintasan sebidang tidak resmi. Sedangkan perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover maupun underpass berjumlah 7.

Di tahun 2019 jumlah kecelakaan terjadi sebanyak 108 kali. Jumlah kecelakaan itu masing-masing 6 kali kejadian di perlintasan resmi dan 50 kali di perlintasan tidak resmi, serta 36 kali pejalan kaki dan 16 hewan ternak di daerah ruang maanfaat jalur kereta api.

Sedangkan di tahun 2020 hingga kini 18 kejadian di perlintasan resmi ada 2 kali kejadian, dan 8 kali kejadian di perlintasan tidak resmi, pejalan kaki 6 kali kejadian serta hewan ternak ada 2 kali kejadian di ruang manfaat jalur kereta api.

"Salah satu tingginya angka kecelakaan pada perlintasan juga kerap terjadi lantaran tidak sedikit para pengendara tetap melaju meski sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi,"tutur Ilud.

Meski kewajiban terkait penyelesaian keberadaan di perlintasan sebidang bukan menjadi bagian dari tanggung jawab KAI selaku operator, namun untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang beberapa upaya telah dilakukan KAI.

Di antaranya melakukan sosialisasi dan menutup perlintasan tidak resmi. Sebanyak 45 perlintasan tidak resmi telah tutup di Wilayah Divre I SU dari tahun 2018 hingga saat ini.

"Pada prosesnya langkah dilakukan KAI untuk keselamatan tersebut juga kerap mendapat penolakan dari masyarakat, dalam kondisi ini diperlukan langkah untuk mencari jalur alternatif bagi masyarakat yang harus disolusikan bersama oleh pemerintah pusat atau daerah,"tutup Ilud Siregar.(Siong)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C