Log in

Kepengurusan PSMTI Medan Dibekukan

Penyerahan SK:Ketua PSMTI Sumut Tongariodjo Angkasa Ginting SE,MBA,MM,MSc menyerahkan SK kepada Johan Tjongiran,SH sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Ketua PSMTI Medan.andalas/Ist Penyerahan SK:Ketua PSMTI Sumut Tongariodjo Angkasa Ginting SE,MBA,MM,MSc menyerahkan SK kepada Johan Tjongiran,SH sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Ketua PSMTI Medan.andalas/Ist

Medan-andalas Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumatera Utara membekukan kepengurusan PSMTI Medan periode 2015-2019 melalui Surat Keputusan Nomor : 001/PSMTI SUMUT/III/2019 yang ditandatangani langsung Ketua PSMTI Sumut Tongariodjo Angkasa Ginting dan Sekretaris PSMTI Sumut, Joko Dharmanadi tertanggal 11 Maret 2019.

Keputusan tegas itu  diambil melalui pertimbangan matang dan mekanisme organisasi di Rapat Konsultasi dengan pengurus PSMTI Pusat di Jakarta pada 27 Februari 2019 yang dihadiri Ketua Umum, David Herman Jaya dan Sekretaris Umum, Eddy Hussy dan pengurus lainnya.

Ketua PSMTI Sumut Tongariodjo Angkasa Ginting SE,MBA,MM,MSc menyatakan, dalam kepengurusan PSMTI Medan yang diketuai Djono Ngatimin dianggap banyak melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PSMTI pasal 19 ayat (1) huruf (f). Selain itu, melalui jabatannya, ia diduga melakukan hal semena-mena kepada sejumlah pengurus PSMTI kecamatan.

“Banyak pengaduan yang diterima oleh PSMTI Sumut terkait tindakan sepihak yang dilakukan oleh Djono Ngatimin. Salah satunya, pemecatan terhadap dua pengurus PSMTI Medan serta menggunakan wadah PSMTI sebagai ajang politik praktis,” katanya didampingi Wakil Ketua PSMTI Sumut, Solihin Chandra di Thongs Bakery dan Cafe Jalan S Parman Medan, Jumat (15/3).

Untuk itu  pengurus PSMTI Sumut melakukan kordinasi dengan PSMTI Pusat. Atas kordinasi tersebut, PSMTI Pusat memberikan kepercayaan kepada PSMTI Sumut untuk mengeluarkan keputusan yang tepat demi keberlangsungan organisasi itu.

“Dengan kejadian-kejadian yang sudah terjadi maka dilakukan pembekuan terhadap kepengurusan PSMTI Medan.Jika mereka tidak mengindahkan keputusan tersebut maka akan ada teguran yang diberikan,” tegasnya.

Tongariodjo menambahkan, guna kelancaran roda agar tidak terjadi kevakuman di PSMTI Medan, maka PSMTI Sumut menerbitkan Surat Keputusan No. 002/PSMTI SUMUT/III/2019 tanggal 11 Maret 2019. Surat keputusan ini mengangkat dan mengukuhkan Johan Tjongiran,SH sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Ketua PSMTI Medan.

“Kami berharap Johan Tjongiran dapat menjalankan tugasnya untuk melaksanakan Musyawarah Luar Biasa PSMTI Medan yang akan digelar dalam rentang waktu enam bulan ke depan,” ujarnya.

Dan untuk kedua pengurus PSMTI Medan Kota yang dipecat secara tidak jelas yakni Suwanto Leslie dan Hansen maka kepengurusannya akan dikembalikan.

Sekretaris PSMTI Sumut, Joko Dharmanadi dalam kesempatan yang sama mengklarifikasi jabatan Halim Loe yang mengaku sebagai Wakil Ketua Humas Sumut di salah satu media. Padahal sejak 2016, ia bukan pengurus PSMTI Sumut sesuai dengan Surat Keputusan dari PSMTI Pusat nomor : 0257/PP/PSMTI/X/2016.

“Surat ini dikeluarkan tertanggal 10 Oktober 2016 di mana Halim Loe sudah tidak tercatat lagi sebagai salah seorang pengurus untuk jabatan apapun. Dan sedari awal saat pelantikan, jabatannya adalah Wakil Sekretaris III,” jelasnya didampingi Wakil Ketua Humas PSMTI Sumut, Kundjung SH.

Joko melanjutkan, saat ini yang menjabat sebagai Wakil Ketua Humas PSMTI Sumut adalah Kundjung SH. Tindakan Halim Loe yang mengaku sebagai Wakil Ketua Humas PSMTI Sumut merupakan perbuatan tercela dan tidak etis serta melanggar AD/ART PSMTI.

“Kepada saudara Halim Loe jangan menggunakan jabatan tersebut untuk hal-hal tertentu atau mengeluarkan statement yang membingungkan,” pungkasnya.

Langgar AD/ART
Sementara itu, Surat Keputusan (SK) Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumatera Utara (Sumut) tentang pembekuan PSMTI Kota Medan dinilai melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pasalnya, pembekuan hanya ada di PSMTI Pusat dan tidak ada di daerah provinsi dan kabupaten/kota.

“Kewenangan pengurus provinsi hanya mengubah kepengurusan setingkat dan tidak bisa mengubah kepengurusan satu tingkat di bawahnya. Apalagi mengambil alih kepengurusan satu tingkat di bawahnya. Sehingga pembekuan itu tidak berdasar aturan atau tidak sah,” kata Ketua Dewan Penasihat PSMTI Medan, Halim Loe, seusa pertemuan Keluarga Besar PSMTI Kota Medan, Kamis (14/3) malam di Medan.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Ketua Dewan Kehormatan PSMTI Medan, Kwik Sam Ho beserta anggota seperti Dayan Sutomo, Sumandi Wijaya dan Edy Sugandhi, Anggota Dewan Penasihat PSMTI Kota Medan Rudy Arif, dan Charlie Andrean, serta pengurus PSMTI Medan beserta jajaran kecamatan se Kota Medan.

Halim Loe mengungkapkan, AD/ART sebuah organisasi merupakan aturan hukum yang wajib dilaksanakan termasuk para  kader.  Karena itu seluruh pengurus atau anggota serta kader PSMTI harus patuh dan tunduk terhadap aturan yang disepakati. “Jangan membuat kebijakan di luar aturan AD/ART organisasi. Jika itu dilakukan mengada-ngada namanya,” ujarnya.

Mengenai kewenangan pembekuan, tambah Halim Loe, hanya ada pada Dewan Pertimbangan Pusat. Itupun, katanya, hanya pengurus pusat yang bisa dibekukan, dengan catatan ada tindak-tanduk yang membahayakan PSMTI sebagai organisasi. “Ini artinya, Dewan Pertimbangan Pusat pun tidak berwenang membekukan pengurus di provinsi atau kabupaten/kota,” jelasnya.

Berkaitan dengan itu, menurut dia, pengangkatan Johan Tjongiran sebagai Pjs Ketua PSMTI Medan juga secara otomatis tidak sah.  “Karena tidak ada dasar hukumnya. Apalagi kalau pengangkatan itu disebut sebagai tindaklanjut dari pembekuan. Sehingga ini melanggar AD/ART,” tandasnya.

Sedangkan Ketua Dewan Kehormatan PSMTI Medan, Kwik Sam Ho mengaku prihatin dengan kondisi PSMTI karena banyak yang tidak paham mekanisme organisasi. Seharusnya, kata Kwik, sebagai paguyuban yang berarti persaudaraan. Persaudaraan tentunya  menyayangi bukan menyaingi, membina bukan menghina.

“Karena itu seharusnya setiap permasalahan yang terjadi mestinya dirembukkan, dan dicari jalan keluar. Bukan pakai tangan besi, langsung bekukan. Kan jadi terkesan otoriter. Tidak baik begitu,” ucap Kwik.

Sementara itu, Ketua PSMTI Medan, Djono Ngatimin mengatakan, pertemuan mereka malam itu sekaligus mengangkat Hadi Yanto sebagai Ketua Steering Commitee yang bertugas menjaring bakal calon ketua. “Karena saat ini memang sudah waktunya Musyawarah Kota (Muskot) digelar. Maka, saudara Hadi Yanto mulai sejak malam ini sudah bisa bekerja menjaring sampai pelaksanaan Muskot,” kata Djono.

Di tempat yang sama, Ketua PSMTI Medan Polonia, Ciayung (Ayong) mengatakan, kehadiran dirinya dan pengurus cabang lainnya sebagai bentuk dukungan mereka kepada Djono Ngatimin sampai dilaksanakannya Muskot. “Djono ini resmi dipilih oleh mayoritas pengurus. Saya kira tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mendukung. Apalagi secara organisasi, beliau sah dan menjalankan amanahnya dengan baik,” ucap Ayong.  (Siong/Ham)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px