Log in

Kenaikan BPIH Menunggu Perpres


Medan-andalas Pemerintah dan Komisi VIII DPR RI telah menyepakati rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1439H/2018M sebesar Rp35.235.602. Dengan begitu, dibanding besaran BPIH tahun lalu terjadi kenaikan sebesar 0,9%  yaitu Rp34,89 juta.  "Ada kenaikan sebesar Rp345.290 atau 0,9%," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat Rapat Kerja Penetapan  BPIH 1439H/2018M di Gedung Parlemen Komplek Senayan Jakarta, Senin (12/03). Menurut Menag, ada tiga faktor yang mempengaruhi kenaikan biaya operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dibanding tahun 2017. Pertama, adanya kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPn) sebesar 5% untuk semua barang dan jasa yang dikonsumsi dan dipergunakan di Arab Saudi. Kedua, kenaikan harga bahan bakar minyak dan tarif listrik di Arab Saudi serta tren kenaikan harga avtur. Ketiga, perubanan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika dan riyal Saudi.

"Kenaikan sebesar Rp345.290 atau 0,9%, menurut hemat kami, wajar dan rasional, apalagi ditambah dengan adanya peningkatan kualitas layanan dibanding tahun lalu," kata Menag. Sementara Kepala Seksi Dokumen Haji Kanwil Kementerian Agama Sumut Eri Nova mengatakan, hasil rapat tersebut masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) untuk menetapkannya. "Hasil rapat itu masih menunggu ketetapan melalui Perpres yang diharapkan secepatnya keluar," kata Eri, Selasa (13/3) di Medan. Namun, lanjutnya, BPIH yang sudah disepakati pemerintah dengan komisi VIII DPR RI itu, tidak berubah di dalam Perpres. Dijelaskannya, BPIH sebesar Rp 35.235.602 tersebut untuk nasional dan berbeda tiap embarkasi. Kalau untuk Sumut, tahun 2017 sebesar Rp 31.600.000. Maka tahun ini naik Rp 329.000 atau menjadi Rp sekitar Rp 32 juta. Bagi calon jemaah haji yang sudah melunasi maka akan menyesuaikan dengan kenaikan yang sudah ditetapkan.

Pengganti Calhaj Wafat

Sementara mengenai kebijakan baru Kemenag pada tahun 2018 tentang penggantian calon jemaah haji yang meninggal dunia,  Eri Nova mengatakan, belum ada surat yang turun dari Kemenag Pusat tentang aturan penggantian calon jemaah haji (Calhaj) yang wafat. "Suratnya belum turun. Tapi, aturannya yang boleh digantikan untuk porsi tahun ini dan atau yang sudah melunasi," ujarnya. Adapun yang boleh menggantikan, kata Eri, adalah ahli waris yaitu anak kandung, suami atau istri dan menantu. Tetapi harus ada surat penetapan dari pengadilan negeri mengenai ahli waris. (YN)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 26 Jun 2018 30°C 22°C
  • 27 Jun 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px