Log in

Jelang Usia ke-32 PT KIM, Semakin Diminati Investor PMDN dan PMA

  Kondisi KIM masa kini yang lebih modern Kondisi KIM masa kini yang lebih modern

Medan-andalas Pemerintah Pusat, Provinsi Sumatera Utara, dan Kota Medan boleh bangga atas kemajuan ditorehkan PT Kawasan Industri Medan (KIM), guna membangun kawasan itu lebih maju, membangun Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang serta pada umumnya membangun ekonomi Indonesia.

Sejak, 7 Oktober 1988, PT KIM berdiri di kawasan itu awalnya hanya memiliki puluhan hektar lahan yang disebut KIM 1 dan kini sudah di posisi KIM 7. Tahun demi tahun semakin berkembang dan mendapat apresiasi dari pemerintah dan masyarakat sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sukses mengembangkan usahanya.

Dapat dipastikan saat ini PT KIM sudah memiliki 1000 hektar lahan sebagai lokasi pergudangan industri dan lain sebagainya untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), penanaman modal asing (PMA) dan perorangan. PT KIM juga menyiapkan lahan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan lahan praktik untuk pendidikan kejuruan.

Direksi PT KIM seperti Direktur Utama (Dirut) pertama Drs Jannes Lumbantobing, ke-2 Papo Hermawan, ke-3 Soepomo, ke-4 Gandi Tambunan, ke-5 Budiono, ke-6 Ruli Adi, ke-7 Daly Muliana dan saat ini Trisilo Ari Setyawan yang sangat diapresiasi pemerintah, pengusaha dan masyarakat serta sejumlah Dirut sebagai pelaksana tugas (PLT) mendambakan kawasan itu untuk berkembang pesat.

Di usia yang ke-32 ini kemajuan PT KIM baik di bidang keamanan, infrastruktur, fasilitas yang dibutuhkan para investor semua telah disiapkan pihak PT KIM sebagai pemilik lahan (Regulator). Bahkan infrastruktur tentang Teknologi Informasi (TI) lebih canggih lagi.

Hal itu dikatakan Senior Vice President Public Relation dan Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT KIM Baringin Simanjuntak, Senin (13/7) di kantornya di sela-sela kesibukannya.

PT KIM sebagai BUMN sebagai usaha jasa pengelolaan kawasan didirikan pada tanggal 7 Oktober 1988, dengan komposisi sahamnya terdiri dari Pemerintah RI (Pusat) 60 persen pemerintah Provinsi Sumatera Utara 30 persen dan pemerintah Kota Medan 10 persen.

Menurut Baringin Simanjuntak, sejak didirikannya kawasan ini, seiring dengan tingginya minat investor untuk menanamkan investasinya, PT KIM terus melakukan pengembangan lahan. Hingga saat ini telah memiliki luas areal 1000 hektar dan akan terus dikembangkan dengan usaha sendiri maupun bekerjasama dengan pihak-pihak swasta yang berpengalaman dan profesional dalam pembangunan kawasan industri.

Dengan menjunjung visi "Menjadi kawasan industri yang berwawasan lingkungan dan penyediaan sarana dan prasarana bisnis yang dapat meningkatkan nilai bagi shareholder dan stakeholders lainnya," sebut Baringin.

PT KIM akan terus meningkatkan berbagai sarana dan fasilitas yang dibutuhkan dunia usaha maupun investor. Dalam kawasan yang terbesar di Sumatera Utara ini telah bergabung sebanyak 600 pengusaha mulai dari industri dengan skala UKM, menengah hingga industri-industri multinasional dan internasional.

Bahkan telah dilakukan pemetaan kawasan sebagai propose alternatif guna menarik minat investor luar negeri seperti dari Amerika Serikat dan China untuk relokasi pabrik-pabrik raksasa. Dengan kemajuan PT KIM akan dapat menyedot ratusan ribu tenaga kerja guna mengantisipasi pengangguran dan mensejahterakan masyarakat (DP)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C