Log in

Hukum Longgar, Pedofil Makin Berani


Medan-andalas Maraknya kaum Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) membuat  kelompok-kelompok perilaku menyimpang lain berani menunjukkan eksistensinya, yakni pedofilia. "Ini karena sikap masyarakat yang longgar dan cenderung menolerir keberadaan kaum LGBT sehingga mereka mendapatkan keleluasaan dan pengakuan," kata Psikolog Irna Minauli kepada wartawan di Medan, Senin (20/3), menanggapi tergabungnya member Loly Candy's di grup WA internasional. Menurut Direktur Minauli Consulting ini, mereka yang terlibat dalam aktivitas perilaku menyimpang cenderung lebih rentan melakukan penyimpangan lain. "Kaum LGBT sendiri mungkin tidak menyadari bahwa perjuangan mereka berhasil membangkitkan eksistensi kelompok-kelompok lain," katanya.

Padahal di hampir semua negara pedofilia termasuk dalam ranah hukum yang berat karena menghancurkan masa depan anak. Berbeda dengan kelompok LGBT yang para pelakunya sudah akil baligh sehingga dianggap memiliki akal dan pertimbangan atas perbuatannya. Pada kasus pedofilia yang menjadi korban adalah anak-anak yang belum baligh sehingga belum memiliki kemampuan untuk mebuat keputusan. Mereka juga sering di bawah paksaan dan tekanan. Trauma akibat perbuatan kaum pedofil akan buruk bagi kondisi fisiologis dan psikologis korban. "Komunitas pedofil sebelumnya juga sudah ada namun mereka tidak berani menampilkan secara terang-terangan karena di negara-negara maju hal itu merupakan pelanggaran berat. Mereka secara sembunyi-sembunyi melakukan hal tersebut," terang Mirna.

Menurutnya, ketika kelompok pedofil mulai banyak pelakunya di negara-negara berkembang yang secara hukum bersikap lebih longgar terhadap pelaku pedofil, maka kelompok ini semakin berani memunculkan diri. "Mereka seperti tidak mengetahui bahwa perilaku mereka sudah merupakan pelanggaran hukum. Tidak ada tindakan hukum yang jelas dan tegas. Selama ini banyak yang berupa wacana namun belum ada pelaksanaan dari hukuman kebiri terhadap kelompok tersebut," katanya.

Bahkan dengan semakin banyaknya kelompok pengangguran dikhawatirkan jumlah pelaku kekerasan seksual terhadap anak akan semakin banyak, di samping semakin banyaknya paparan pornografi di kalangan remaja. Kurangnya pengawasan dan komunikasi orangtua terhadap anak juga membuat banyak anak yang menjadi mudah terbujuk oleh iming-iming hadiah. "Sudah saatnya pemerintah melakukan tindakan tegas pada kelompok perilaku yang menyimpang. Perlu sosialisasi yang lebih intensif agar semakin menumbuhkan kesadaran bagi semua pihak. Perlu tindakan pencegahan dan edukasi yang lebih intensif bukan hanya bagi korban namun juga bagi para pelaku," harap Mirna. (YN)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

28°C

Medan, Sumatera Utara

Partly Cloudy

Humidity: 75%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Sep 2017 30°C 22°C
  • 21 Sep 2017 29°C 23°C

Banner 468 x 60 px