Log in

Guru Semakin Semangat dan Inspiratif Mengajar Melalui Konsep MIKIR

Siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta Amaliyah, Pematangsiantar melakukan praktik membuat tauge di dalam botol dari kacang hijau,Selasa (25/2). Siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta Amaliyah, Pematangsiantar melakukan praktik membuat tauge di dalam botol dari kacang hijau,Selasa (25/2).

Medan-andalas Sejak mengikuti Program Pintar Tanoto Foundation, para guru dan siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Amaliyah, Karang Sari Permai dan SD Negeri 122375 Pematangsiantar kini semakin semangat belajar. Para Guru di kedua sekolah ini juga semakin inspiratif mampu menciptakan berbagai gagasan kreatif serta mendorong peserta didik menciptakan gagasan atau tindakan kreatif dalam proses pembelajaran di sekolah melalui konsep MIKIR (mengalami, interaksi, komunikasi dan refleksi) bagian dari program PINTAR Tanoto Foundation.

Kepala Sekolah MIS Amaliyah Pematangsiantar, Andi P Hasibuan mengakui, sejak mengikuti pelatihan konsep MIKIR Tanoto Foundation dirinya kini merasa lebih bersemangat mengajar di ruang kelas. Proses belajar mengajar dan sistem pengelolaan sekolah juga berubah positif dan berkembang.

"Pembelajaran dengan menggunakan konsep MIKIR ini memang sangat membantu dalam proses belajar-mengajar. Guru diasah kemampuannya menciptakan berbagai kegiatan kreatif dan inovatif, sementara peserta didik diajak untuk belajar bekerja dalam tim dan lebih kritis,"kata Andi,Selasa (25/2).

Dikatakannya, jika dulu sistem belajar terlihat monoton dan pasif dimana guru mengajar dan murid mendengar. Sejak mendapat pelatihan Tanoto Foundation, proses belajar mengajar menjadi lebih 'hidup',berbagai gagasan kreatif dapat diciptakan sendiri melalui konsep MIKIR.

"Interaksi siswa dengan guru juga semakin intens, siswa kini juga suka membaca,"kata Andi seraya menambahkan MIS di Pematangsiantar menjadi mitra Tanoto Foundation pada 2017.

Bahkan kata dia, orangtua siswa bersedia ikut terlibat mengajar di kelas, seperti saat praktik membuat tauge di dalam botol dari kacang hijau. Para orangtua itu dibagi menjadi beberapa kelompok mendampingi para siswa untuk mengikuti tahapan proses pembuatan tauge.

"Kami juga membuat persatuan orang tua dan guru dengan membentuk grup WhatsApp. Di situlah mereka saling bertukar pikiran, apa dihadapi anak di dalam kelas, apa sedang dipelajari dan lainnya orangtua juga mengetahuinya,"imbuh Andi seraya menambahkan penambahan fasilitas sekolah seperti perpustakaan juga melibatkan para orangtua siswa yang menyumbangkan buku untuk perpustakaan.

Koordinator Provinsi Tanoto Foundation Sumut, Yusri Nasution mengatakan, pihaknya mulai menjalankan Program Pintar di Sumut sejak 2018. Hingga kini, Tanoto sudah mendampingi 114 sekolah Madrasah Ibtidaiyah MI dan SD di lima kabupaten dan kota di Sumut yakni Medan, Pematangsiantar, Karo, Batubara dan Asahan. Untuk di Pematangsiantar ada pendampingan untuk 24 sekolah SD, MI, SMP dan MTs.

“Tanoto berkomitmen penuh membantu pengembangan proses belajar mengajar, mengelola perpustakaan dan manajemen sekolah untuk ikut berperan memajukan sumber daya manusia di Indonesia,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 122375 Pematangsiantar, Murniati Nasution bangga dengan perkembangan sekolahnya pasca pendampingan Tanoto. Bukan hanya dari jumlah siswa, proses belajar mengajar berjalan dengan baik.

“Sekolah kami selalu menjadi percontohan.Banyak juga kepala sekolah yang meminta saya untuk mengajari mereka tentang modul 1 program Pintar. Kerja keras itu tidak mengkhianati hasil,” pungkasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pematangsiantar, Rosmayana mengatakan, pihaknya akan melakukan diseminasi program PINTAR dari Tanoto Foundation di 90 Sekolah Dasar (SD) di daerah itu. Upaya ini untuk memperbaiki kualitas pendidikan di pematangsiantar

"Kami mendukung penuh program Tanoto Foundation. Caranya dengan diseminasi atau pendampingan kepada sekolah-sekolah mitra maupun non mitra,"sebutnya.

Pihaknya juga mengarahkan Kepala Sekolah untuk melakukan praktik-praktik baik yang berkenaan dengan manajemen berbasis sekolah (MBS), pembelajaran Metode MIKIR dan budaya baca sukses diterapkan di beberapa sekolah mitra Tanoto Foundation.(Siong)

 

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px