Log in

Ephorus HKBP dan Ketua Adat: Kita Dalam Satu Perahu

Ompu i Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing bersama Ketua Suku Moi Sorong, Papua Barat. Ompu i Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing bersama Ketua Suku Moi Sorong, Papua Barat.

Medan-andalas Suku Batak yang menetap di Sorong, Provinsi Papua Barat, khususnya di Tanah Moi harus mematuhi adat dan budaya suku setempat.

“Kami suku Moi unik, sesuai dengan nama Moi yang berarti halus, sehingga budi, tutur kata, budaya, tarian, itu halus (gemulai), berbeda dengan suku lainnya di Papua lebih energik,” kata Ketua Adat Suku Moi Sorong, Sipai Abner Bisolu didampingi Biro Perlindungan Suku Moi Papua ketika menghadiri Ibadah Mangompoi Gereja HKBP Nazaret Sorong, Papua Barat, Minggu (11/8) lalu.

Dia menyampaikan, jika suku Batak menghadapi masalah di Tanah Moi, agar langsung berhubungan dengan suku Moi, bukan dengan suku lain karena suku Moi pemilik wilayah itu. atas aturan wilayah, siapapun tinggal di sini harus mematuhi adat setempat, demikian HKBP juga tentu menghargai budaya setempat,” ujarnya.

Penyampaian itu dijelaskan kembali oleh Ompu i Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing kepada wartawan di Medan, Selasa (13/8).

Dia menyebut, pertemuan antara warga suku Batak dan suku Moi saat peresmian HKBP Nazareth Sorong, sekaligus pelaksanaan ibadah minggu. “Peresmian HKBP Nazaret Sorong membuktikan, kita dalam satu perahu,”ujarnya.

HKBP Nazaret Sorong salah satu gereja di Provinsi Papua Barat, dipimpin Pdt Risen Parhusip, STh dengan jumlah jemaat 110 KK. Gereja itu terdaftar dalam koordinasi pelayanan HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur yang dipimpin Praeses Pdt Pahala Sitorus, M.Th.

Senada dengan harapan Ketua Adat Suku Moi Sorong, Ephorus berpesan kepada seluruh jemaat HKBP di manapun berada agar bermasyarakat dengan baik, bersahabat, dan memberi terbaik bagi daerah, negara dan warga sekitar.

Dalam kunjungan pastoral ini, Ephorus memimpin Pangompoion Gereja HKBP Nazareth Sorong, memberi bimbingan pastoral kepada jemaat dan para sintua, serta kunjungan pastoral ke Persiapan Jemaat  HKBP Galilea Raja Ampat. Ketua Suku Batak Sorong Raya Dr Tagor Manurung mengapresiasi semangat dan perjuangan jemaat membangun gereja itu.

“Kita harus bermasyarakat, bersahabat kepada semua orang khususnya warga asli daerah ini. Sebagai ketua suku Batak di Sorong, saya mendukung HKBP di daerah ini lebih kuat adat di banding yang lain,” sebutnya.

Sementara, Panitia Taon Parasinirohaon L Simanjuntak menyampaikan terimakasih kepada seluruh undangan, baik dari unsur pemerintahan, ketua-ketua adat dan suku yang ada di Papua Barat dan secara khusus kunjungan Ompu i Ephorus HKBP yang meresmikan gereja sekaligus memberi bimbingan kepada seluruh jemaat di Papua Barat.

Sedangkan Ketua Pembangunan L Sibuea (Op Henok) menjelaskan, pembangunan Gereja HKBP Nazareth Sorong sekira 8 tahun lamanya, dimulai sejak masa Pdt Very Siregar dan Ketua Pembangunan G Simatupang, dilanjutkan masa Pdt Risen Parhusip.

“Sejak awal hingga penyelesaian pembangunan menelan biaya Rp2.850.000.000 didukung jemaat dan para donatur.(DA/REL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px