Log in

Dukung Gubsu Soal FDT, Gelmok Samosir: Kita Minta Konsep dan Komitmen Pemprovsu

Gelmok Samosir SH Gelmok Samosir SH

Medan-andalas Panglima Brigade Serbaguna Taruna Tapanuli (Brigsena Tatap) Gelmok Samosir,SH menilai pernyataan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tentang Festival Danau Toba (FDT) semestinya tidak ditanggapi dengan negatif. Tidak menolak pernyataan untuk menunda pelaksanaan even tahunan itu untuk tahun 2020, tetapi meminta konsep jelas dari Pemprovsu untuk pelaksanaan even di Danau Toba.

"Kita (buat) bentuknya yang lain. Seperti ada triatlon, lomba lari, berenang dan sepeda. Bukan ditiadakan kegiatannya, tetapi bentuknya (seperti) apa, metodenya. Agar wisatawan itu datang ke Danau Toba," ujar Gubernur Sumut kepada wartawan, beberapa waktu lalu. Dengan demikian, kata Gelmok kepada wartawan Jumat (17/1), masyarakat harus mendorong Gubernur mewujudkan hal itu.

Bagaimana tidak, Gelmok sependapat dengan minimnya dampak FDT selama ini untuk menarik wisatawan baik lokal maupun manca negara. Banyak hal yang bisa menjadi penyebab FDT kurang bermanfaat.

Menurut Gelmok, setidaknya ada tujuh hal penting menjadi evaluasi pelaksanaan even untuk menggaet wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Pertama, soal nama kegiatan mestinya memberi kesan mendunia. Tanpa mengabaikan kearifan lokal, pemberian nama kegiatan harus bisa diterima secara global.

"Kedua, tempat atau lokasi pelaksanaan even. Open stage yang ada kini sangat memprihatinkan, miris kita melihatnya. Ini harus dibangun dengan konsep benar-benar memberi kesan dan kenangan bagi setiap wisatawan," ujar Gelmok.

Kemudian, ketiga, waktu pelaksanaan juga harus menjadi kalender dunia. Memang, Indonesia tidak memiliki musim-musim ekstrim seperti di benua lain, hanya ada musim penghujan dan musim kemarau. Ini mestinya menjadi bagian dari pertimbangan, untuk menarik perhatian wisatawan manca negara.

Dua hal berikutnya dinilai belum dimiliki FDT selama ini yaitu kegiatan atau iven yang hanya menganulir peserta dari sekitar danau Toba dan paitia pelaksana (ivent organizer) yang terkesan kurang siap.

"Kegiatannya harus benar-benar berskala internasional, melibatkan artis, atlet dan budayawan yang ada di negara luar. Bagaimana atlet internasional hadir disana, jika kegiatan dan tempatnya tidak menunjukkan kegiatan tersebut berskala internasional? Padahal ketika mereka hadir, maka Danau Toba pun akan 'dibawa pulang' ke negaranya," ujarnya sembari menekankan panitia pelaksana harus benar-benar mahir di bidangnya, bukan dipilih karena nepotisme.

Lebih jauh disampaikan, keenam adalah promosi serius. Melibatkan teknologi dan media yang dapat menjangkau pasar wisatawan secara global. "Tidak lagi cukup hanya dengan membagikan brosur di sekitar kantor, memasang spanduk di sepanjang jalan menuju Danau Toba. Tapi mari lihat jangkauan lebih luas," ujarnya.

Tentu, lanjutnya, kemauan pemerintah provinsi untuk investasi adalah kunci utama."Anggaran yang memadai akan mendukung semua program di atas. Ini bukan kecil nilainya. Kita jangan suam-suam kuku untuk mewujudkan angka kunjungan wisatawan yang ditarget," ujarnya.

Pemerintah provinsi harus menerapkan konsep 3A yakni atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. terkait FDT, fokus di 'atraksi'. Bagaimana atraksi yang ingin dibangun menjadi sebuah pertunjukan yang melibatkan banyak elemen.

"Konsep Sport tourism, yang juga pernah dilaksanakan di kawasan Danau Toba baru-baru ini dan Wagub Musa Rajecksah terlibat didalamnya. Iven internasional supaya dilakukan di kawasan Danau Toba. Kegiatan tidak harus melulu dilakukan di atas danau, tapi juga kawasan hutan. Kegiatan ini bisa dimanfaatkan juga sebagai upaya pemeliharaan lingkungan," ujarnya.(PBC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px