Log in

Di-PHK, Mantan Karyawan PT Railink Mengadu ke FP NasDem DPRDSU

MANTAN karyawan PT Railink saat mengadukan persoalan mereka yang diPHK sepihak ke Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut diterima anggota fraksi HM Nezar Djoeli di ruang fraksi NasDem. MANTAN karyawan PT Railink saat mengadukan persoalan mereka yang diPHK sepihak ke Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut diterima anggota fraksi HM Nezar Djoeli di ruang fraksi NasDem.

Medan-andalas Sedikitnya 12 orang mantan pegawai PT Railink, Kamis (11/1) mengadu ke Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut, karena di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) secara sepihak dan menuntut pesangon sesuai ketentuan dan undang-undang ketenagakerjaan. Para karyawan korban PHK  yang didukung  Kantor Hukum Suluh Keadilan Advokad Gerald Siahaan & Ridho Pandiangan menyebutkan, pihak PT Railink sudah melanggar ketentuan ketenagakerjaan, karena pegawai yang bekerja di railing kereta api bandara Kuala Namu yang habis masa kontraknya diharuskan melalui outsourching pihak ketiga, jika ingin menjadi pegawai kembali. "Harusnya pegawai yang habis masa kontraknya diangkat menjadi pegawai tetap, karena sudah bekerja selama 4 tahun dengan perpanjangan kontrak setiap tahun, tapi hal itu tidak dilakukan pihak Railink. Hal itu secara tidak langsung perusahaan mem-PHK karyawannya," ujar Gerald.

Ridho Rejeki Pandiangan mengungkapkan, awalnya karyawan masuk di railink bandara Kuala Namu dibulan Juli 2013 melalui pihak ketiga PT Infomedia Solusi Himanika dengan kontrak kerja sampai Oktober 2014. Namun belum sampai habis kontrak, pihak PT Railink mengabil-alih karyawan dan telah dilakukan perpanjangan kontrak 3 kali hingga 2017. Untuk kontrak selanjutnya, kata Ridho, karyawan diberhentikan. Jika ingin kembali kerja harus lewat outsourching pihak ketiga. Karyawan yang dihentikan diberikan pesangon Rp1,5 juta per orang. Tindakan pihak Railink ditolak karyawan dan diadukan ke dinas tenaga kerja Medan, karena sudah melanggar ketentuan ketenagakerjaan. "Dinas tenaga kerja juga menyatakan bahwa para karyawan tidak bisa disebut sebagai karyawan outsourching dan menyarankan perusahaan memberi pesangon Rp15 juta. Tapi karyawan menuntut pesangon dua kali ketentuan sesuai undang-undang ketenagakerjaan,"ungkapnya.

Karena itu, ujar Gerald dan Ridho, para karyawan mengadu dan mempercayakan aspirasi kepada fraksi NasDem untuk diteruskan ke Komisi E DPRD Sumut.  Aspirasi maupun tuntutan karyawan itu diterima langsung anggota FPNasDem HM Nezar Djoeli ST minta PT Railink agar menyelesaikan persoalan dengan musyawarah mufakat guna wint-wint solution atau masing-masing sama-sama diuntungkan. Mantan anggota Komisi Eyang kini menjabat Ketua Komisi A DPRD Sumut juga minta dinas tenaga kerja Sumut dan Medan lebih tegas, karena karyawan telah dizolimi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. " Kita berterima kasih, karena aspirasi para karyawan juga sudah diterima Ketua dan anggota Komisi E seperti Mustofawiyah, Sopar Siburian, Firman Sitorus, Reki Nelson J Barus, Basir, Zulfikar. Kitan percayakan persoalan ini diselesaikan Komisi E sesuai bidangnya," tambah Nezar.(UJ)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 23 Sep 2018 30°C 22°C
  • 24 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px