Log in

Dana TPP ASN Empat Bulan Belum Cair

PENGERAJAAN rehab taman Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan yang merupakan salah satu proyek Biro Umum di pekarangan Kantor Gubsu menelan biaya Rp 900 juta. PENGERAJAAN rehab taman Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan yang merupakan salah satu proyek Biro Umum di pekarangan Kantor Gubsu menelan biaya Rp 900 juta.

Alasan Terkendala Administrasi

Medan-andalas Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera (Pemprovsu) mengeluh. Sedikitnya  empat bulan dana Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) mereka belum dicairkan tanpa alasan yang jelas. "Miliaran rupiah dana TPP ASN jajaran Sekretariat Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara(Pemprovsu) sejak Agustus, September, Oktober, Nopember 2017 belum dicairkan," ujar sejumlah ASN di kantor Gubsu Rabu,(6/12). Mereka mengatakan pencairan dana TPP selalu tertatih-tatih alias terlambat tersebut sama sekali tidak tahu apa kendala. Sebab, dana TPP tersebut sudah dianggarkan setiap tahun. Apakah dana tersebut terpakai ke pos lain atau sengaja diendapkan di bank untuk cari keuntungan. Karena tidak mungkin dana TPP yang sudah dianggarkan di APBD tapi pembayarannya selalu tertunggak sampai berbulan-bulan.

Menurut mereka, seharusnya petinggi Pemprovsu yang diberi amanah oleh Gubsu Erry Nuradi lebih memprioristakan TPP dibanding pos lain yang dinilai tidak begitu urgen. Karena menyakut hajat orang banyak. Jika Pembayaran TPP terkatung-katung membawa dampak terhadap kelangsungan hidup anak dan istri PNS. "Untuk kebutuhan hidup kan tidak ada istilah tunggu dulu sebab menyangkut perut atau nyawa," ujarnya. Kalau menyangkut proyek kan bisa ditunda apalagi tidak begitu memberi kontribusi terhadap masyarakat.  Apalagi kondisi barang - barang yang diproyekkan itu masih potensial digunakan alias tidak begitu mendesak.

Lihat saja di sekitaran  sekretariat atau kantor Gubsu dalam tahun anggaran 2017 cukup banyak proyek yang dinilai mubajir dikelola Biro Umum yang saat ini dikendalikan inisial MF. Padahal, proyek tersebut sama sekali tidak mempunyai kontribusi bagi pegawai maupun masyarakat. "Selama 2017 Kantor Gubdu dilanda proyek raksasa diperlkirakan menelan biaya ratusan miliar rupiah," ujar sumber. Proyek tersebut meliputi lantai I hingga lantai 9 mulai proyek rehab fisik hingga pengadaan barang dan jasa seperti proyek pengadaan meja , kursi, lemari, bongkar pasang taman, air mancur, ban gerget,  meja resepsion. wallpaper, pergantian AC, rehab ruangan dan sejumlah sektor lainnya.

Terkenda Administrasi

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kabiro M Faisal, Rabu (6/12) tidak berada di ruangannya. Namun Kabag Umum Biro Umum Dra  Tati Hartaty mengakui keterlambatan pencairan dana TPP tersebut sejak September hingga Nopember. Menurutnya, keterlambatan pembayaran TPP beberapa bulan terakhir ini dikarenakan ketiadaan dana. Namun semuanya itu sudah terata di setelah dimasukan ke P-APBD 2017.

Sekarang dana tersebut sudah tersedia namun pembayarannya terkendala menyangkut administrasi. Masing-masing pimpinan SKPD di jajaran sekretariat belum menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) masing-masing unit kerjanya sehingga tidak bisa dibayarkan. "Syarat pembayaran TPP harus menyiapkan DPA yang telah diverifikasi Kepala BKD," ujarnya. (wan)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 11 Dec 2017 28°C 23°C
  • 12 Dec 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px