Log in

BBMKG: Isu Gempa Besar Hoax


Gempa Susulan Diperkirakan Berlangsung Hingga Juli

Medan-andalas Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Edison Kurniawan SSi MSi membantah isu yang beredar di masyarakat melalui media sosial bahwa dalam enam bulan ke depan bakal terjadi gempa besar di Sumut.  Bahkan dari kabar yang tersiar melalui media sosial tersebut disampaikan gempa besar itu akan terjadi pada sekitar tanggal 8-9 Agustus 2017 dengan kekuatan gempa 5 hingga 9 skala richter (SR) di mana Kota Medan diperkirakan mengalami dampak yang terberat.

"Maaf, berita itu tidak benar dan hoax," tegasnya menjawab wartawan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (28/2).

Edison mengatakan bahwa tim peneliti yang telah diturunkan ke titik gempa di wilayah Kabupaten Deli Serdang pada pertengahan Januari lalu, mendeteksi gempa susulan masih terjadi di wilayah sekitar Deli Serdang dengan intensitasnya sudah menurun.

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berita yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan BMKG, terima kasih," ujar Edison mengakhiri.

Senada dikemukakan Kabid Data dan Informasi BBMKG wilayah I Medan Syahnan yang dihubungi wartawan melalui telepon seluler.  Dia mengakui bahwa setelah gempa 5,6 skala richter (SR) pada 16 Januari lalu yang berpusat di Deli Serdang dan Karo, gempa-gempa susulan diperkirakan masih terjadi hingga 3 sampai 6 bulan ke depan atau tepatnya Juli, namun kekuatan getarannya di bawah 5 SR.

Hal itu, kata Syahnan, sudah disampaikan dalam rapat bersama BPBD, BVMBG, BMKG pada 20 Februari 2017, di aula Kantor Bappeda Sumut, dipimpin Kepala BPBD Provinsi Sumut yang turut dihadiri Kepala BBMKG Wilayah I saat  membahas tentang gempa-gempa yang sering terjadi di Sumut belakangan ini.

"Bahkan saat ini di Pusat Gempa Regional (PGR) I Medan mencatat gempa susulan yang berpusat di Kabupaten Deli Serdang dan Karo aktivitasnya mulai menurun," kata Syahnan.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis menyampaikan, bahwa dalam menyikapi terjadinya gempa sejak 14 Januari dan 16 Februari 2017u, Pemprovsu melalui BPBD telah melakukan rapat dengan BMKG, PVMBG, SAR, BPBD kabupaten/kota, dan lainnya.

Hasil rapat tersebut antara lain, sejauh ini belum ada info yang menyatakan tentang patahan baru, kecuali yang ada patahan Pulau Sumatera utamanya memanjang di sepanjang Pulau Sumatera (pantai barat dan dataran tinggi Bukit Barisan).

Gempa yang terjadi belakangan ini merupakan gempa lokal yang disebabkan oleh sesar lokal aktif yang tidur dari berbagai segmen yang tertutup atau reaktivasi batuan dasar yang ditimbun oleh batuan muda dan secara morfologi tidak terlihat.

Gempa yang terjadi selama ini adalah gempa susulan yang dapat berlangsung 3-6 bulan ke depan dengan kekuatan skala lebih kecil dari 5 SR dan tidak ada prediksi yang disampaikan bakal terjadi gempa besar. Bahkan saat ini  PGR 1 mencatat gempa susulan yang berpusat di seputaran Kabupaten Deli Serdang dan Karo aktivitasnya mulai menurun.

Karenanya, upaya yang dilakukan meminta masyarakat tetap tenang dan jangan terpancing dengan berita-berita hoax. BPBD kabupaten/kota agar  melakukan edukasi berupa simulasi mitigasi bencana gempa bumi dan saat ini  telah dan akan dilaksanakan kabupaten/kota simulasi di sekolah, rumah sakit,  dan gedung bertingkat.

Kemudian mengaktifkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat dan kearifan lokal. Meningkatkan koordinasi dengan instansi vertikal seperti BMKG,  PVMBG, SAR. Melakukan pendampingan kepada tim peneliti geologi PVMBG dari Bandung dan BMKG yang saat ini terus melakukan penelitian. (YN)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 85%

Wind: 6.44 km/h

  • 24 Sep 2018 30°C 23°C
  • 25 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px