Log in

Atasi TB Pemko Luncurkan Perwal Penanggulangan

Ilustrasi Ilustrasi

Medan-andala Menilai terus meningkatnya kasus Tuberkulosis (TB) di Medan yang ditemukan dan dilaporkan sejak tahun 2013 sampai dengan 2016. Maka Pemko Medan melalui Wakil Wali Kota Akhyar Nasution resmi meluncurkan sekaligus sosialisasi Perwal No. 85 tahun 2017 tentang Penanggulangan Tuberkulosis (TB), Selasa (14/11).Dengan adanya Perda ini, maka akan ada Rencana Aksi Daerah (RAD) dalam penanggulangan TB Kota Medan.

Disebutkan Akhyar, kasus TB tahun 2013 ada 5333 kasus, tahun 2014 ada 5773 kasus, tahun 2015 ada 6421 kasus, dan 2016 ada 7431 kasus.

"Sedangkan pasien TB resisten obat sampai saat ini di kota Medan ada 229 kasus. Ini tentu saja harus menjadi perhatian dan meningkatkan kewaspadaan kita bersama," tegasnya.

Sementara berdasarkan survei prevalensi TB 2013 dan Global TB Report 2015, incidence rate kasus TB di Medan adalah 501/100.000 penduduk. Artinya, pencapaian penemuan kasus baru sekitar 60 persen.

"Untuk menjawab tantangan tersebut perlu dilakukan peningkatan pelayanan TB dengan strategi DOTS dengan melibatkan seluruh penyedia pelayanan serta melibatkan penderita TB, Camat dan masyarakat dengan semboyan toss (temukan obati sampai sembuh)," ujarnya.

Dia mengharapkan, dengan adanya RAD ini maka program penanggulangan TB di kota Medan bisa dilaksanakan secara strategis sistematis dengan tahapan dan pembagian peran yang jelas dan terukur.

Kadis Kesehatan Medan, Usma Polita menjelaskan, ada beberapa strategi utama dalam pencapaian Eliminasi Nasional TB, yang tentu saja tidak terlepas dari strategi sebelumnya dengan memperhatikan evaluasi hasil pelaksanaan.

RAD Penanggulangan TB Kota Medan 2016-2021 yakni Penguatan Kepemimpinan Program TB di Kabupaten/Kota dengan tujuan meningkatkan kepemimpinan daerah sehingga terbentuk komitmen politis dan kepedulian terhadap Program Penanggulangan TB.

Kemudian, Peningkatan Akses Layanan "Toss-TB" yang bermutu dengan tujuan meningkatkan akses layanan sehingga segera dapat menemukan dan mengobati pasien TB sampai sembuh melalui layanan TB yang bermutu.

"Lalu, pengendalian faktor risiko dengan tujuan melaksanakan pengendalian faktor resiko TB melalui PHBS, pencegahan dan pengendalian infeksi TB, pemberian kekebalan, dan pemberian pengobatan pencegahan untuk anak <5 tahun dan ODHA melalui program PHBS," terangnya.

Kemudian, meningkatkan kemitraan melalui Forum Koordinasi TB di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebagai wadah koordinasi pelaksanaan kebijakan strategis dan penanggulangan TB. Peningkatan Kemandirian Masyarakat dalam Penanggulangan TB dengan tujuan memandirikan masyarakat melalui promosi dan pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mau dan mampu melakukan mencegahan penularan TB.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt Direktur RS Pirngadi Dr. Edwin Effendi, KNCV TB dan sejumlah perwakilan RS di Medan, Kecamatan, Puskesmas serta lainnya. (YN)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 98%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Nov 2017 28°C 22°C
  • 22 Nov 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px