Logo
Print this page

Arsyad : Kepala Sekolah Jangan Ragu Kelola BOS dan DAK

DIABADIKAN - Kadisdik Provsu Arsyad Lubis diabadikan bersama para kepala sekolah, usai pelantikan di Aula T Amir Hamzah. DIABADIKAN - Kadisdik Provsu Arsyad Lubis diabadikan bersama para kepala sekolah, usai pelantikan di Aula T Amir Hamzah.

Medan-andalas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Kadisdiksu) Dr Arsyad MM meminta kepala sekolah jangan ragu mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD, karena berkaitan erat dengan peningkatan kinerja kepala sekolah.

“Jangan takut gunakan dana BOS, kepala sekolah harus mengelola dana itu tepat sasaran, sehingga tidak lagi terjadi temuan dan penyimpangan di sekolahnya,” kata Arsyad usai melantik 15 kepala sekolah negeri SMA, SMK dan SLB disaksikan para Kacabdis di Aula T Amir Hamzah Kantor Disdiksu,  kemarin.

Ia mengatakan, pengelolaan dana BOS harus benar-benar mengacupetunjuk teknis (juknis), rencana kegiatan anggaran sekolah (RKS), pertanggung jawabkan penggunaannya serta workshopbelanja modal langsung yang menambah nilai aset sekolah atau belanja habis pakai, sehingga penggunaan dana BOS tertib dan reguler.

Menurutnya, ada tiga komponen sekolah harus menjadi perhatian para kepala sekolah yaitu siswa, guru, sarana dan prasarana dan komite sekolah/orang tua. Lulusan siswa mandiri diterima bekerja atau siswa yang bisa menciptakan pekerjaan dan seberapa banyak siswa diterima di perguruan tinggi negeri.

Untuk itu tambahnya, kepala sekolah harus tegas, jujur dan adil serta profesional sehingga mutu sekolah akan lebih baik. Kenaikan pangkat/golongan guru harus menjadi perhatian kepala sekolah dan memberi pelayanan terbaik kepada guru sesuai kinerja agar bisa lebih bertanggung jawab dalam mengajar.

Begitu juga sarana dan prasarana (Sarpras) di sekolah harus disesuikan dengan kebutuhan yang diprioritaskan dan bukan atas keinginan. Kepala sekolah harus belajar dan berkoordinasi dengan cabang dinas sebagai perpanjangan tangan kepala dinas mempertanyakan penjelasan yang dianggap perlu.

Lebih lanjut Arsyad mengatakan, peran komite sekolah/orang tua untuk mengawasi dan  menghindari pungli dalam penggunaan dana-dana sekolah yang dikelola dengan benar dan baik. “Masalah jangan jangan dihindari dan harus dihadapi, karenanya perlu mencari solusi atas persoalan di sekolahnya,” tambahnya.

Menyinggung pelantikan, Arsyad menambahkan ini adalah pengukuhan dan bukan mutasi kepala sekolah mengingat faktor ada kepala sekolah yang akan pensiun, sakit atau mengundurkan diri. “Mutasi belum ada karena ini adalah pelaksana tugas yang mendapat amanah menjadi kepala sekolah definitif untuk menandatangani ijazah. Kedepan akan terus dilakukan pembekalan kepala sekolah, sehingga kita punya bank kepala sekolah,” katanya.

Sementara soal sertifikat tes bagi calon kepala sekolah, Disdiksu diberi waktu dua tahun untuk diklat calon kepala sekolah. Sehingga tahun depan kepala sekolah sudah memiliki persyaratan sertifikat, pangkat/golongan yang tak boleh lebih rendah dari pangkat/golongan guru serta kepala sekolah yang bisa menjadi pemimpin teladani di sekolahnya.

Ke-15 kepala sekolah SMA, SMK dan SLB negeri yang dilantik itu masing-masing bertugas di Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padangsidimpuan, Tapanuli Utara, Pematangsiantar dan Humbang Hasundutan. (RIL)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com