Logo
Print this page

Anggota DPD Dengarkan Keluhan Pelanggan Air Tirtanadi

ANGGOTA DPD RI Parlindungan Purba didampingi Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi saat mendengarkan keluhan pelanggan air di Medan Denai. ANGGOTA DPD RI Parlindungan Purba didampingi Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi saat mendengarkan keluhan pelanggan air di Medan Denai.

Medan-andalas Anggota DPD RI Parlindungan Purba melakukan sidak untuk mengecek dan mendengar langsung keluhan pelanggan PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai, menyusul adanya laporan pelanggan yang mengalami gangguan layanan selama tiga bulan tidak mendapatkan air.

Kedatanganya ke lokasi disambut Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi Delviandri didampingi Kepala Sekretaris Perusahaan Jumirin, Kepala Cabang Medan Denai Ahmad Askari, dan Kabid Publikasi dan Komunikasi Oktavia Anggraini, Sabtu (8/9).

Dalam kunjungan tersebut, Parlindungan Purba mendapati warga atau pelanggan PDAM Tirtanadi yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan air minum, karena  tidak setiap saat air mengalir, kecuali hanya ada pada jam-jam tertentu dan debit yang terbatas.

Seperti yang disampaikan Armayani warga Jalan Enggang 22 No 50 B, ia bercerita harus menampung air  di kran dekat meteran air depan rumahnya dari pukul 07.00 hingga 09.00 WIB dan itu pun airnya kecil. Air mulai lancar bisa masuk ke dalam bak kamar mandi dari pukul 00.00 hingga 04.30 WIB.

Armani juga mengeluhkan tagihan rekening airnya yang terlalu mahal mencapai Rp100 ribu  hingga Rp200 ribu sebulan, tak sebanding dengan pelayanan air yang dia dapat.

Hal senada disampaikan Ilham warga tinggal di lokasi yang sama, mengaku kesulitan mendapatkan air sehingga terpaksa membeli pompa air.

"Kalau mau lancar harus pakai pompa air, kalau tidak ya seperti ini kami harus menampung air di kran yang dibuat dekat meteran air," ucapnya.

Menyikapi keluhan pelanggan air tersebut,  Parlindungan Purba menyatakan dari hasil kunjungan ini bisa menjadi masukan bagi dirinya untuk mengingatkan PDAM Tirtanadi agar melakukan pembenahan sekaligus membuktikan informasi yang menyatakan sudah tiga bulan air tidak mengalir ke pelanggan adalah tidak benar.

"Itulah tujuan kita ke mari untuk mengecek ternyata tidak benar kalau air terhenti akan tetapi ada jam-jam tertentu air dapat mengalir," ucap Parlindungan.

Dalam kesempatan itu Parlindungan memberikan apresiasi atas akan dibangunnya instalasi pengolahan air di areal Kantor Cabang PDAM Tirtanadi Medan Denai.

"Mudah-mudahan bila proyek selesai pada Agustus 2019, tanpa menggunakan pompa air lagi, para pelanggan bisa mendapatkan air 24 jam," harapnya.

Parlindungan juga mengingatkan terhadap pelayanan di bidang administrasi terutama dalam menerima keluhan pelanggan harus disikapi oleh para pegawai PDAM Tirtanadi secara bijaksana dan tidak mengecewakan.

"Jadi kita berharap ini masukan bagi jajaran direksi agar melakukan pembenahan, kalau ada keluhan seperti air tidak jalan ataupun ada keluhan yang double tagihan supaya cepat direspon. Khusus untuk tagihan yang kini mengunakan sistem online ini harus dicek dan diharapkan adanya ketelitian sehingga pelanggan tidak dirugikan akibat dari kelalaian tersebut," ucap Parlindungan kepada Delviandri dan para pegawai PDAM Tirtanadi yang hadir saat itu.

Sementara itu Delviandri menyampaikan terima kasih atas kunjungan kerja anggota DPD RI. Mengenai suplai air di Cabang Medan Denai, PDAM Tirtanadi tengah merencanakan membangun instalasi pengolahan air di samping Kantor PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai, dengan memanfaatkan aliran Sungai Denai.

"Kini tahapannya masih dalam proses lelang. PDAM Tirtanadi telah berkoordinasi dengan BPKP untuk melakukan evaluasi agar tidak ada masalah di kemudian hari dalam proyek tersebut," ucapnya.

PDAM Tirtanadi bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Utara juga telah menyampaikan kepada Kementerian PUPR agar mempercepat pembangunan SPAM Regional di Binjai dan Bendungan Lau Simeme. Sebab bila proyek ini selesai bisa menghasilkan 3.000 liter air  per detik sehingga itu dapat menjawab permasalahan kebutuhan air minum di Kota Medan dan sekitarnya.

"Kita harapkan itu terwujud sehingga ini memudahkan pelayanan, di mana untuk instalasi air PDAM telah memiliki IPA Sunggal, IPA Limau manis, IPA Sibolangit, IPA Hamparan perak, IPA Martubung, IPA Delitua, dan Tirta Lyonaise di kawasan Tanjung Morawa," beber Delviandri yang kemudian direspon Parlindungan Purba dengan akan mengusulkan agar pembahasan ini masuk dalam rapat di DPD, tentunya menghadirkan PDAM Tirtanadi, Pemprovsu, dan Kementeian PU.

Kembali kepada pembangunan IPA di Medan Denai, Delvi menyatakan bila pembangunan selesai maka nantinya akan menghasilkan debit air 240 liter per detik sehingga permasalahan air minum untuk pelanggan di Medan Denai bisa terpenuhi.

"Tadi saya sudah cek sama kepala cabang bahwa jumlah pelanggan ada 45.600 pelanggan ini akan mendapatkan air dengan mudah," ucapnya.

Begitu pula soal tagihan double yang dialami pelanggan di Cabang Medan Denai, Delviandri menyatakan bahwa saat ini pembayaran dilakukan secara online oleh Payment Point, baik itu di loket yang menjalin kerja sama maupun di sejumlah minimarket di Medan.

Sehubungan terjadinya double atau dua kali pembayaran, pihaknya sedang melakukan pengecekan apakah ada masalah di payment pointnya atau programnya.

"Bisa saja pada saat pembayaran rekening jaringannya lemot sehingga yang sudah membayar harus membayar kembali tagihan. Namun kami berjanji akan mengembalikan kelebihan bayar tersebut," ucapnya. (GUS)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com