Log in

Anak Penting Dapatkan Imunisasi Campak Rubella

Sekretaris Dinkes Sumut, Ridesman memberikan sambutan pada pertemuan advokasi dan sosialisasi dalam rangka kampanye dan introduksi imunisasi campak dan rubella di Sumut, Selasa (10/7). Sekretaris Dinkes Sumut, Ridesman memberikan sambutan pada pertemuan advokasi dan sosialisasi dalam rangka kampanye dan introduksi imunisasi campak dan rubella di Sumut, Selasa (10/7).

Medan-andalas Imunisasi Campak atau Measles dan Rubella (MR) diberikan tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya dan penting. Karenanya, Agustus dan September 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) fokus melaksanakan kampanye imunisasi tersebut. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Agustama diwakili Sekretaris Ridesman kepada wartawan pada pertemuan advokasi dan sosialisasi dalam rangka kampanye dan introduksi imunisasi measles (campak) dan rubella (MR) di Sumut, Rabu (11/7).

"Sasaran pelaksanaan kegiatan imunisasi massal MR adalah seluruh anak usia sembilan bulan sampai dengan 15 tahun yang berjumlah sekitar 67 juta seluruh Indonesia, sedangkan imunisasi MR di Sumut berjumlah kurang lebih 4 juta anak," katanya. Kampanye massal imuniasasi MR ini dilakukan karena Indonesia telah berkomitmen mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella/kecacatan yang disebabkan oleh infeksi rubella saat kehamilan (congenital rubella syndrome) pada 2020. Upaya itu, lanjutnya, perlu dilakukan guna mempercepat pencapaian tujuan untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat. Imunisasi MR ini dilakukan dalam dua fase.

Fase pertama telah dilaksanakan pada Agustus dan September 2017 di seluruh Pulau Jawa. Lalu fase kedua, Agustus dan September 2018 di luar Pulau Jawa. "Imunisasi MR tidak akan berjalan baik apabila tidak ada dukungan lintas sektor. Dengan pertemuan koordinasi ini, kami harap instansi terkait beserta perangkat kerjanya, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat dapat berpartisipasi serta berkontribusi dalam imunisasi massal MR," harapnya. Dukungan tersebut, lanjutnya, dapat diberikan dengan memberikan sosialisasi, surat edaran, menyediakan dan memvalidasi data-data sasaran utama imunisasi, berkomitmen serta dukungan lainnya berupa tenaga, fasilitasi waktu atau jadwal pelaksanaan kampanye imunisasi MR. Tujuannya agar imunisasi massal ini sukses dilaksanakan dan menjangkau sasaran secara optimal minimal 95 persen.

Ridesman menyebutkan lebih dari 150 megara telah melaksanakan imunisasi MR sejak 1970. Di Indonesia, selanjutnya imunisasi MR.akan menjadi bagian dari imunisasi rutin bagi anak berusia sembilan bulan, 18 bulan dan murid kelas 1 SD. Diharapkan, organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) dan lainnya agar mendukung kegiatan imunisasi massal dan perkenalan imunisasi MR ini dengan membuat surat edaran ke masing-masing anggotanya untuk mendukung pelaksanaan imunisasi tersebut.

Tidak hanya itu, peran tim penggerak PKK, Aisyiah, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), tokoh masyarakat alim ulama serta para pengasuh pondok pesantren sangat diharapkan dalam penyuluhan dan penggerakan sasaran agar masyarakat luas dapat menerima informasi terkait tentang tujuan, waktu dan pelayanan. "Kami juga mengharapkan seluruh organisasi kemasyarakatan dan keagamaan diminta untuk mengajak para orangtua/wali agar membawa anak-anak mereka ke tempat-tempat pelayanan imunisasi massal MR sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan," pintanya. Acara tersebut diikuti peserta dari Kabagkesos kab/kota, kadinkes kab/kota atau yang mewakili, kadisdik kab/kota atau yang mewakili, kemenag kab/kota dan lintas sektor. (YN)

24°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 98%

Wind: 4.83 km/h

  • 17 Nov 2018 30°C 22°C
  • 18 Nov 2018 28°C 23°C

Banner 468 x 60 px