Logo
Print this page

3,4 Juta Warga Sumut Belum Tercover BPJS


Medan-andalas Sebanyak 3,4 juta warga Sumatera Utara (Sumut) sampai kini belum tercover atau menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumut-Aceh, Mariamah menyebutkan, dari jumlah penduduk di Sumut, yakni sekitar 14,9 juta jiwa, baru 76,58 persennya atau 11,4 juta jiwa kini sudah terdaftar sebagai peserta. Artinya, sebanyak 23,42 persen atau 3,4 juta jiwa lagi masih belum terdaftar.

"Cakupannya sampai bulan September ini sudah ada 76,58 persen," katanya kepada wartawan, Minggu (10/11). Menurut Mariamah, masih banyaknya warga Sumut belum terlindungi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berasal dari kalangan peserta mandiri. Hal ini, salah satunya disebabkan karena faktor kemampuan masyarakat dalam hal membayar.

"Tapi, kita sudah sampaikan jika memang arahnya kepada ketidakmampuan, maka silahkan lapor ke kelurahan atau kecamatan untuk diteruskan ke instansi terkait. Selanjutnya, jika tidak mampu dapat dilanjutkan ke Kemensos untuk dimasukkan menjadi peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran)," jelasnya.

Namun, lanjutnya, bagi warga yang mampu, diimbau agar dapat mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan sebelum sakit. "Jangan nanti ada yang mampu, sudah sakit baru masuk. Terus, komplain karena ada jangka waktu 14 hari baru aktif. Padahal, dari awal sudah diimbau tapi enggak mau daftar," ujarnya.

Ia menerangkan, dari jumlah 11,4 juta jiwa yang menjadi peserta, sekitar 42 persennya merupakan segmen PBI APBN. Selain itu, ada juga sekitar 14 persen peserta PBI APBD. "Jika kita lihat sebetulnya, di sini pemerintah sudah sangat full membantu. Jadi kalau kita tambahkan sudah 56 persen, ditambah lagi 8 persen PPU PNS yang juga dibiayai oleh pemerintah," tuturnya.

Karenanya, tambah dia untuk meningkatkan kepesertaan mandiri, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Tak hanya itu, sosialisasi juga dilakukan melalui kader JKN yang ada di setiap kecamatan. "Diharapkan jumlah peserta terus bertambah, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap program JKN," harapnya.

Terpisah, Ketua Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) Sumut, dr Delyuzar berpendapat, masih banyaknya warga Sumut belum menjadi peserta BPJS Kesehatan terdiri dari beberapa faktor. Salah satunya, kemungkinan karena tidak mampu membayar iuran untuk menjadi peserta mandiri, apalagi, terjadi kenaikan iuran mulai awal tahun depan.

Untuk itu, katanya, seharusnya pemerintah mempertimbangkan lagi kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut. Pasalnya, kenaikan malah menjadi beban bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak menerima PBI.

"Diharapkan agar pemerintah mengevaluasi ulang kenaikan iuran BPJS kesehatan tersebut, dan masih ada waktu sebelum diberlakukan. Sebab, kasihan masyarakat kecil yang tidak menjadi PBI," pinta Delyuzar. (YN)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com