Log in

23 Juli Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

BERI KETERANGAN - Tim dokter pemisahan bayi kembar siam Adam dan Malik memberi keterangan, Senin (15/7) di aula RSUP H Adam Malik. BERI KETERANGAN - Tim dokter pemisahan bayi kembar siam Adam dan Malik memberi keterangan, Senin (15/7) di aula RSUP H Adam Malik.

Medan-andalas  Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik akan melaksanakan jadwal operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam Adam dan Malik pada Selasa (23/7) mendatang.

Hal itu dikatakan Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Haji Adam Malik, dr Zainal Safri SpPD SpJP saat menggelar konfrensi pers, Senin (15/7) di aula rumah sakit tersebut.

"Operasi ini dilakukan dua hari setelah Hari Ulang Tahun (HUT) RSUP Haji Adam Malik. Namun bukan karena HUT RS Adam Malik. Sedangkan untuk biayanya, berada dikisaran Rp600 sampai 700 juta, hampir sama dengan operasi lalu," katanya.

Dijelaskannya, sejauh ini persiapan dilakukan oleh semua tim di RSUP Haji Adam Malik sudah cukup detail. Sedangkan masalah biaya, sama sekali tidak ada diambil dari keluarga bayi kembar siam, yakni keseluruhannya ditanggulangi pihak rumah sakit dan BPJS.

"Ini sumbangsih bertepatan dengan HUT RS Adam Malik. Karena harus kita persiapkan yang terbaik untuk pemisahan," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP H Adam Malik, dr Rizky Adriansyah MKed SpA mengatakan, dalam operasi kembar siam, rumah sakit melibatkan sejumlah dokter ahli. Antara lain, dokter spesialis anak, ICU anak, spesialis bedah anak, dokter patologi klinik, spesialis bedah plastik dan sejumlah dokter penunjang.

"Namanya operasi, analisis awal sangat penting untuk keberhasilan. Berat badan keduanya 17 kg, cukup baik untuk usia anak 7 bulan. Aktor utamanya untuk operasi adalah spesialis bedah anak dan juga spesialis bedah plastik," terangnya.

Sedangkan dr Soeyatharto SpAN KAP menyampaikan, secara umum kondisi Adam dan Malik saat ini baik. Karenanya, mulai hari ini pasien harus steril, sehingga tidak semua orang diizinkan berkunjung.

"Hal ini untuk mencegah terjadinya infeksi. Secara umum kondisi baik. Pemeriksaan terakhir pagi tadi,dan tunggu hasil Radiologi, kita analisa lagi," katanya.

Mengenai dempet perut kedua bayi, dr Erjan Fikri MKed SpB(K) menerangkan, pada tubuh Adam dan Malik terjadi penyatuan kulit sepanjang 4,2 cm. Karenanya menjadi permasalahan, saat dilakukan rekonstruksi ditemukan jaringan pembuluh darah menyeberang dari kedua bayi itu.
Jaringan pembuluh darah itu harus dipastikan terlebih dahulu apakah menyuplai keduanya atau hanya sekedar menyeberang. Namun dari hasil kajian dilakukan, jaringan pembuluh darah , hanya sekedar menyeberang saja.

"Jadi kami simpulkan cukup aman. Jikapun (pembuluh darah) diputus, masing-masing bayi punya suply sendiri," jelasnya.

Ketua Tim operasi pemisahan, Prof DR H Guslihan Dasa Tjipta SpA(K) berharap operasi pemisahan akan dilakukan kiranya dapat berjalan dengan baik. Karena RSUP Haji Adam Malik akan melaksanakan dengan semaksimal mungkin."Semoga operasi dapat berhasil seperti yang lalu," tandasnya.

Dr Utama Abdi Tarigan, SPBP (K) menambahkan, kedua bayi masing masing memiliki hati dan diperiksa jaringannya. Sedangkan waktu operasi pemisahan 4 sampai 5 jam. "Jauh lebih sulit operasi pemisahan Sahira Fahira," ujarnya.(YN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px