Harian Andalas - Lugas dan Cerdas - Portal Berita Online

Switch to desktop

SMP Negeri Bantuan Australia Senilai Rp 1,8 M Terbengkalai



Di Kecamatan Merek Tanah Karo

TERBENGKALAI - Pembangunan gedung SMPN 2 Desa Pancur Batu Kecamatan Merek bantuan Australia 2013 sebesar Rp 1,8 miliar, terbengkalai.TERBENGKALAI - Pembangunan gedung SMPN 2 Desa Pancur Batu Kecamatan Merek bantuan Australia 2013 sebesar Rp 1,8 miliar, terbengkalai.Kabanjahe-andalas Pembangunan gedung SMP di desa Pancurbatu Kecamatan Merek, Kabupaten Karo yang bersumber dari bantuan Australia sebesar Rp1.834.030.000,00 tahun 2013 sampai kini terbengkalai dan terancam gagal. Pihak kepala sekolah dan stafnya mengaku pening tujuh keliling dan tidak bisa tidur.

Hampir tiap hari pihak konsultan Australia  mempertanyakan kesiapan bangunan. Sudah dua kali bongkar kusen dan pondasi dasar, parahnya lagi rekening sudah diblokir. Demikian diungkapkan Kepala “SMPN2 Satu Atap” Bahtera Nainggolan kepada wartawan, Senin (24/2) di lokasi lokasi proyek.

Dikatakannya, sudah sekitar Rp900 juta dana bantuan ini dicairkan. Tapi pihak pemborong yang juga sebagai Ketua Komite Sekolah lambat menangani. Bahkan tukang pun saat ini berkisar 5 orang saja yang seharusnya tidak demikian.

Sedangkan sisanya berksiar Rp900 juta lebih lagi di bank telah diblokir pihak Australia dari Jakarta. Bangunan ini direncanakan 6 ruang. Belum termasuk ruang kepala sekolah, guru, ruang kantin dan perpustakaan. Termasuk pengadaan laptop dan kamera handycam serta lapangan basket.

Nainggolan juga mengakui, pihak Kejari Kabanjahe sudah menangani proses pembangunan yang terkesan amburadul tersebut."Maka saya tidak tahu lagi berbuat apa,"ujarnya didampingi stafnya dan Imanuel Munte selaku pemilik tanah yang mengaku menghibahkan tanah berkisar 6.000 meter ini untuk persyaratan pembangunan sekolah.

Pendanaan pembangunan ini tidak ada kaitannya dengan APBD Karo, kecuali pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Karo. “Ini hasil lobi saya ke pusat bersama bekas Kajari Kabanjahe masa lalu. Syaratnya hanya saya siapkan lokasi. Anggaran langsung ada. Proyek ini dimulai 28 Maret 2013 yang seharusnya siap 31 Desember 2013. Kalau dengan situasi pekerjaan seperti ini, tahun ini pun (maksudnya 2014-red) tidak siap. Bahkan mungkin terancam gagal,” tegas Nainggolan.

Pantauan wartawan, di lokasi proyek terpampang plank proyek, “Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia, Australian AID. Nama program : Pembangunan Unit Sekolah Baru. Pekerjaan : Pembangunan unit sekolah baru SMP N2 Merek. Sumber dana : Pemerintah Australia. No SPPB/Biaya : ......../Rp1.834.030.000,00. Waktu pelaksanaan : 110 hari kalender (6/82013 s/d 31/12/2013). Konsultan CM : PT Supernova Jaya Mandiri”. Disekitar proyek sudah ditumbuhi semak-semak dan berserakan bekas bahan-bahan material bangunan.

Golden Munte selaku pihak rekanan ketika dihubungi mengatakan, pekerjaan sekolah itu bukan sistem tender atau borong. Tapi sistem komite sekolah. Jadi Pak Nainggolan Ketua Komitenya, saya penyedia bahan dan tukang, karena lokasi SMP itu tanah kita, ujar Golden.

Berbeda dengan keterangan Bahtera Nainggolan sebelumnya, bahwa Golden Munte-lah Ketua Komite Sekolah sekaligus rekanan. Pertapakan pembangunan sekolah tersebut hibah dari tanah saudaranya. (RTA)

Kirim Komentar

Yang bertanda (*) informasi WAJIB diisi. HTML code TIDAK diizinkan

PT. STAR MEDIA INTERNUSA - http://www.harianandalas.com
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com

hit counter

Top Desktop version