Harian Andalas - Lugas dan Cerdas - Portal Berita Online

Switch to desktop

Anggota DPRD Dairi Bantu Remaja Penderita Lumpuh



Novita Natalia Lumbangaol, penderita lumpuh layu, sedang mencoba menggunakan kursi roda bantuan anggota DPRD Dairi Togar Pasaribu. andalas/julius manurungNovita Natalia Lumbangaol, penderita lumpuh layu, sedang mencoba menggunakan kursi roda bantuan anggota DPRD Dairi Togar Pasaribu. andalas/julius manurungSidikalang-andalas Anggota DPRD Dairi, Togar Pasaribu menyantuni seorang gadis remaja penderita lumpuh layu, Novita Natalia br Lumbangaol (15), warga Desa Bintang Mersada Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi, melalui penyerahan kursi roda, Kamis (3/4).

Togar Pasaribu didampingi Rahia Pasaribu, Poltak siregar dan Santy br Saragih mengaku, baru beberapa hari lalu mendapat informasi tentang kondisi Novita, penderita lumpuh layu, yang sudah sejak lama mendambakan bantuan kursi roda.

"Informasi tentang kondisi keluarga Novita, baru saya ketahui beberapa hari lalu. Dan, sebagai bentuk kepedulian sebagai wakil rakyat, saya berupaya membantu, meski hanya mampu menyumbangkan kursi roda, yang nilainya tidak seberapa,"ungkap Togar. 

Sementara itu, ibu kandung Novita, Masni br Sinaga (49) menuturkan, sejak ditinggal almarhum suaminya, L Lumbangaol tahun 2002 silam, hingga kini putrinya Novita, termasuk keluarganya tidak pernah mendapat perhatian, atau bantuan dari Pemkab Dairi.

Padahal, untuk menghidupi keempat anaknya, dia harus banting tulang, bekerja sebagai buruh tani (parariari) ke ladang orang. Sementara putrinya Novita, yang hanya mampu terbaring dan harus tinggal sendiri di rumah, menunggu saudaranya yang lain pulang sekolah. 

"Jangankan bantuan kursi roda, seperti yang diserahkan anggota dewan ini, bantuan berupa BLT (bantuan langsung tunai) maupun beras raskin, termasuk bantuan pemerintah lainnya, kami tidak pernah kebagian,"ungkapnya sedih.

Menurut Masni, dirinya sudah lama meminta perhatian dan bermohon kepada aparatur desa, agar keluarganya bisa mendapat bantuan pemerintah seperti beras miskin maupun BLT."Namun, aparat desa menolak dengan dalih saya merupakan janda seorang PNS,"bebernya.

Padahal, menurut pengakuan Masni, meskipun menerima gaji janda PNS, tapi jumlah gaji pensiun janda hanya sebesar Rp 1,1 juta, dengan empat orang anak, jelas tidak mampu menghidupi keluarganya."Karena sudah sejak lama jumlah gaji pensiun yang diterima setiap bulan hanya tinggal Rp 300 ribu,"ujarnya.

Pasalnya, sejak ditinggal mendiang suami, dia harus meminjam ke bank untuk biaya pengobatan Novita, termasuk untuk memperbaiki gubuk, yang sebelumnya tidak layak huni. Karenanya, Masni tetap berharap Pemkab Dairi berkenan  memberikan perhatian pada keluarganya yang tergolong miskin.(JM)

Kirim Komentar

Yang bertanda (*) informasi WAJIB diisi. HTML code TIDAK diizinkan

PT. STAR MEDIA INTERNUSA - http://www.harianandalas.com
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com

hit counter

Top Desktop version