Log in

Tantang PSPS Cilacap PSMS Bermain Maksimal


Medan-andalas Dengan membawa 18 pemain, PSMS akan melawan PSPS Cilacap dalam lanjutan kompetisi Liga 2 Tahun 2019, Sabtu (hari ini) sore di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap. Sebanyak 18 pemain dibawa dalam lawatan kali ini. Dari daftar tersebut, tidak terlihat pemain naturalisasi Mamadou Diallo yang dianggap kurang berkembang bersama PSMS, juga tak ada Tambun Naibaho yang masih terganjal administrasi serta Dimas Sumantri yang paling belum fit. Selain itu, skuad juga tanpa Doni Dio Hasibuan.

Dari empat pemain tersebut, dua diantaranya cukup miris. Ya, Diallo pemain ini datang ke PSMS dengan status pemain naturalisasi yang sejatinya kemampuannya haruslah lebih dari pemain lokal murni, namun sejak datang ke PSMS, hanya jadi cadangan dan dibangkucadangkan alias tidak dimainkan tepatnya saat PSMS menang atas Perserang. Sementara itu, Dio adalah satu dari dua pemain PSMS sisa Liga 1 yang tersisih. Dari skuad Liga 1 musim 2018, hanya Dio dan Legimin yang dipertahankan manajemen. Namun, jangankan main, nama Dio tak pernah masuk dalam daftar pemain cadangan.

Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning menyebut Dio dan Diallo masih kurang bersaing dibanding pemain lainnya dan berharap terutama Dio bisa berkembang lebih baik lagi mengingat dia adalah putra daerah.

Gurning menyebut 18 pemain yang dibawa ini sudah pilihan terbaik sementara yang ada di skuad PSMS dan semuanya merata. Melawan PSCS, Gurning berusaha mencuri poin. Meski diakuinya tak mengenal tim lawan. “Secara keseluruhan tim, kami belum tahu. Informasi-informasi soal tim lawan tidak begitu banyak kami dapat,” ujarnya.

Gurning mengatakan, PSCS diperkuat salah seorang mantan pemain PSMS. “Ada satu mantan pemain PSMS di sana, Imam Bagus Kurnia. Anak Madura, dia sempat membela PSMS tahun 2016, dia winger. Larinya cukup kencang, kami cukup waspadai juga,” jelasnya.

PSCS Cilacap sendiri saat ini berada di posisi tiga klasemen dengan poin 9, nilai yang sama dengan PSMS di posisi 4 dengan empat kali main dan tiga kali menang. PSCS Cilacap lebih unggul torehan gol.

Kecewa

Pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning mengatakan, Tim PSMS sampai Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, Kamis (12/7) sekitar pukul 14.00 WIB. Sementara, perjalanan yang ditempuh menuju Cilacap sekira lima jam lagi menuju Cilacap. Namun, mereka dijemput dengan bus yang tidaak layak.  “Kita sampai jam 2 dan katanya mobil yang menjemput sedang diperbaiki dan kita menunggu sampai salat Ashar. Namun, bus yang dinaiki AC enggak hidup. Semua kepanasan dan kami turun di tengah jalan, karena sudah enggak tahan lagi. Kami minta ganti bus dan sampai beberapa jam kami terlantar di Jogja. Sampai disini (Cilacap) jam 12 malam. Makan lalu bisa tidur pukul 02.30 WIB,” kesal Gurning.

Akibatnya, lanjut Gurning, mereka tidak bisa latihan pagi dan latihan dilakukan sorenya. Sedangkan waktu yang diberikan pukul 15.30 sampai 16.30 WIB. "Sampai di tempat latihan waktunya pas, kita salat Ashar dulu. Karenanya, waktu latihan skuad PSMS hanya sekitar setengah jam. "Sampai dilapangan, waktunya pas, namun, kita sholat Ashar dulu dan setengah lima, selesai karena katanya itu peraturan. Tapi tidak apa apa," katanya.

Dengan latihan yang sekitar 30 menit itu, Gurning menilai itu sangat kurang, apalagi paginya tidak ada latihan. Sementara mengenai target, Gurning menyampaikan, hanya bermain baik dan pemain tidak ada yang cedera. "Rekor tandang mereka bagus, kita coba bermain maksimal, gak ada tekanan. Kita lihat besok," ujarnya. (Rel/YN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px