Log in

Taklukan Del Potro, Djokovic Juara AS Terbuka 2018

Petenis Serbia Novak Djokovic (kanan) dan petenis Argentina Juan Martin del Potro berpose dengan trofi mereka setelah pertandingan final AS Terbuka 2018, Senin (10/9) pagi WIB. Petenis Serbia Novak Djokovic (kanan) dan petenis Argentina Juan Martin del Potro berpose dengan trofi mereka setelah pertandingan final AS Terbuka 2018, Senin (10/9) pagi WIB.

Novak Djokovic meraih gelar juara turnamen tenis Amerika Terbuka (AS) Terbuka, Senin (10/9) pagi WIB. Ini merupakan gelar Grand Slam ke-14 yang dimenangkan petenis asal Serbia itu selama karienya.

Di final AS Terbuka 2018, Novak Djokovic menundukkan petenis Argentina, Juan Martin del Potro, tiga set langsung 6-3, 7-6, dan 6-4. Pertandingan sendiri berlangsung selama tiga jam 16 menit.

Berulang kali petenis berjulukan The Djoker ini mengubah pertahanan menjadi serangan. Dengan kedalaman dan ketepatan yang tak henti-hentinya. Djokovic membuat Del Portro harus lebih sering bertahan di garis belakang.

Sepanjang pertandingan, Novak Djokovic bermain dengan sabar. Ia lebih banyak melayani del Potro dengan pukulan slice, sebelum melakukan serangan balik yang mematikan.

Novak Djokovic dengan demikian saat ini mengoleksi 14 gelar Grand Slam setelah sebelumnya menyabet gelar juara di Wimbledon, Inggris, pada Juli lalu.

Trofi tersebut adalah gelar yang membuktikan bahwa petenis 31 tahun ini masih mampu dominan. Djokovic kini semakin unggul dengan para pesaingnya di ranking papan atas tenis putra dunia.

Novak Djokovic sendiri sudah dua kali menjadi juara AS Terbuka. Babak final kali ini merupakan yang kedelapan kali bagi penggemar AC Milan tersebut pada kejuaraan AS Terbuka, menyamai catatan milik Sampras dan Ivan Lendl.

Djokovic pun tercatat sebagai salah satu pemain aktif yang sukses di lapangan tenis saat ini. Djokovic terpaut tiga gelar dari Nadal dan enam gelar dari Federer.

Dalam daftar peringkat ATP saat ini, Djokovic juga berada di bawah Nadal dan Federer. Petenis 31 tahun itu sempat menempati peringkat pertama dunia, namun konsistensi Djokovic di posisi satu dunia sempat terganggu cedera bahu dan masalah kepercayaan diri sesaat setelah ia pulih.

"Mungkin 10 tahun lalu saya mengatakan tidak senang berada di era sekarang bersama Nadal dan Federer. Hari ini saya bersaing dengan mereka, bertanding dengan Federer dan Nadal, membuat saya seperti sekarang, membentuk saya seperti saat ini. Saya berutang pada mereka," kata Djokovic usai meraih kemenangan di final AS Terbuka.

Saat ini jumlah gelar Djokovic sama dengan idolanya yang sempat merajai arena tenis dunia pada tahun 1990-an, Pete Sampras. "Pete Sampras adalah salah satu legenda besar tenis. Dia dalah idola masa kecil saya. Dia adalah anutan saya. Kali pertama menonton tenis di televisi adalah ketika dia meraih gelar pertama atau kedua di Wimbledon. Itu merupakan hal yang menginspirasi saya untuk bermain tenis," ucap Djokovic. (BC/CNNI)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 92%

Wind: 6.44 km/h

  • 22 Sep 2018 27°C 22°C
  • 23 Sep 2018 30°C 21°C

Banner 468 x 60 px