Log in

PSMS Pecat Djajang Nurdjaman


Medan-andalas Manajemen PSMS Medan resmi memberhentikan Djajang Nurdjaman sebagai pelatih kepala menyusul hasil buruk yang diraih klub tersebut hingga pekan ke-15 Liga 1 Indonesia 2018. Terakhir PSMS kalah 1-3 dari Persipura di Sradion Teladan. Sekretaris PSMS Julius Raja mengatakan, manajemen telah melakukan evaluasi terhadap capaian PSMS dan berdasarkan rapat diputuskan memberhentikan Djajang Nurdjaman sebagai pelatih kepala serta mencari pemain tambahan untuk tim. "Iya resmi diberhentikan. Itu hasil rapat pengurus tadi siang. Secara lisan dan tertulis juga sudah disampaikan kepada Djanur (panggilan Djajang Nurdjaman) terkait pemberhentian tersebut," katanya di Medan, Jumat (13/7).

Saat ini PSMS Medan masih bertengger di peringkat ke-18 atau dasar klasemen sementara Liga 1 2018 dengan mengemas 15 poin, hasil dari 15 laga yang telah dijalani. PSMS praktis hanya menang 5 laga, dan 10 laga diraih dengan kekalahan. PSMS juga telah kebobolan 28 gol dan memasukkan 17 gol ke gawang lawan. Lebih lanjut, Julius Raja mengatakan, manajemen akan mencari pelatih baru pengganti Djajang Nurjaman yang diperkirakan dalam beberapa hari ke depan akan sampai di Medan, namun ia masih merahasiakan siapa sosok yang pengganti Djajang Nurjaman tersebut. "Dua atau tiga hari ini kemungkinan dia sampai. Sabar saja, nanti akan kami kabari. Tidak enak kalau sekarang dikasih tahu siapa orangnya, tahu-tahu nggak jadi. Sabar dulu ya," katanya.

Selain memberhentikan Jajang Nurdajam, manajemen juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah pemain yang selama ini dinilai tidak memberikan kontribusi bagi kemajuan tim selama menjalani Liga 1 2018. "Ada sejumlah nama yang dievaluasi dan pemain baru juga akan datang. Manajemen mengucapkan terima kasih kepada Djajang Nurdjaman yang selama ini telah memberikan dedikasinya kepada PSMS,"ucapnya. Dihubungi terpisah, Djadjang Nurdjaman mengatakan bakal menuntut kompensasi sisa gaji karena pemecatan dirinya sebagai pelatih PSMS dilakukan secara sepihak.  Ia mengungkapkan masih ada empat bulan lagi sesuai dengan masa kontraknya selama semusim di PSMS.

"Tentu saja saya akan pertanyakan masalah itu (soal kompensasi sisa gaji setelah dipecat) kepada manajemen," tegas Djanur --panggilan akrap Djadjang Nurdjaman.  Pelatih 53 tahun itu merasa tidak ada peringatan dari manajemen klub sebelum dipecat. Meski demikian, Djadjang sudah menyadari tanda-tanda bakal didepak dengan dibuat tidak nyaman melatih klub tersebut. "Sebelum pemecatan saya, asisten saya juga sudah dipecat lebih dulu kira-kira sebulan lalu tanpa alasan yang jelas. Kemudian masuk asisten pelatih baru tanpa sepengetahuan saya dulu. Meskipun saya kenal dengannya, tapi agak aneh juga klub merekrut asisten baru tanpa ada diskusi terlebih dahulu dengan pelatih," terang Djanur.

Djanur sendiri membeberkan alasan pihak manajemen memecatnya dari kursi kepelatihan. Pertimbangannya karena posisi PSMS yang saat ini tidak bagus di klasemen sementara Liga 1 2018. Tim yang bermarkas di Stadion Teladan itu saat ini memang berada di posisi paling bawah klasemen sementara. Padahal, Djanur sendiri yakin dan masih sanggup mengangkat PSMS keluar dari zona degradasi jika diberikan kesempatan hingga kontraknya berdurasi satu musim itu selesai. Pelatih yang pernah membawa Persib juara Liga Super Indonesia 2014 itu bahkan pernah mengusulkan sejumlah perubahan materi pemain sebelum masuk paruh kedua musim ini. Namun, ia mengatakan tak mendapat respons sama sekali dari manajemen. (ANT/CNNI)

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 77%

Wind: 11.27 km/h

  • 19 Oct 2018 28°C 22°C
  • 20 Oct 2018 30°C 21°C

Banner 468 x 60 px