Log in

Kanker Fun Walk, 300 Ribu Kasus Kanker Baru Tiap Tahun

Istri Wagubsu, Sri Ayu Mihari yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumut didampingi Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit saat melepas peserta Kanker Fun Walk diikuti anak anak yang mengalami kanker didampingi orangtua dengan konvoi becak dayung, kepala dinas kesehatan Sumut dan staf serta lainnya. Istri Wagubsu, Sri Ayu Mihari yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumut didampingi Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit saat melepas peserta Kanker Fun Walk diikuti anak anak yang mengalami kanker didampingi orangtua dengan konvoi becak dayung, kepala dinas kesehatan Sumut dan staf serta lainnya.

Medan-andalas Kanker merupakan penyebab utama kematian pada anak anak di dunia. WHO memperkirakan sekitar 300 ribu kasus baru kanker di diagnosis setiap tahunnya pada kelompok anak usia 0 sampai 9 tahun.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hsb pada peringatan harian kanker anak internasional yang dilaksanakan YOAM, Minggu (16/2) di Lapangan Merdeka Medan.

Dalam peringatan itu, dilaksanakan kanker fun walk yang dilepas Istri Wagubsu, Sri Ayu Mihari yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumut diikuti anak anak yang mengalami kanker didampingi orangtua dengan konvoi becak dayung, kepala dinas kesehatan Sumut dan staf serta lainnya.

Namun Alwi menyayangkan, masih ada disparitas outcome kesehatan antara penderita kankerbpada negara negara yang berpenghasilan remdah dan menengah dengan negara maju. Perbedan itu bisa terjadi karena lemahnya diagnosis penyakit, tingginya biaya pengobatan serta rendahnya kapasitas dan kapabilitas tenaga kesehatan.

"Tahun 2018, WHO membuat inisiatif untuk global kanker anak dimana tingkat kelangsungan hidup  (survival rate) anak anak penderita kanker diharapkan mencapai 60 persen tahun 2030," kata Alwi didampingi sekretaris Aris Yudhariansyah.

Artinya, lanjut Alwi, jumlah anak anak yang sembuh karena kanker diharapkan dua kali lipatnya dari jumlah saat ini. Karenanya, sangat penting penguatan kesadaran terkait penyakit kanker pada anak. Juga peningkatan kapasitas dalam penyediaan layanan pengobatan kanker anak.

"Penyakit kanker itukan memerlukan biaya tinggi. Jadi perlu bersama masyarakat untuk mengatasi penyakit kanker. Seperti saat ini, kita berterimakasih pada YOAM (Yayasan Ongkologi Anak Medan) yang turut meperhatikan anak anak yang kurang beruntung atau menderita kanker," ujar Alwi.

Ia juga menyampaikan, kanker merupakan satu diantara penyakit tidak menular. 30 sampai 50 persen kasusnya dapat dicegah. Karena itu,  pentingnya upaya peningkatan kesadaran, pengurangan pajanan terhadap faktor risiko serta  penyediaan informasi dan edukasi terkait penyakit tersebut.

Alwi menerangkan, faktor risiko penyakit kanker yaitu merokok, kurangnya aktifitas fisik, kelebihan berat badan, minuman beralkohol, infeksi penyakit, polusi serta radiasi.

Selain mengapresiasi kegiatan itu, Kadis Kesehatan Sumut juga mengimbau untuk memberikan kepedulian, empati dan solidaritas pada anak anak Sumut yang berjuang melawan kanker.

Pada orangtua dan semua pihak , Alwi kembali mengajak untuk tidak pernah lelah berkhidmat, berjuanglah terus dan mendukung anak anak untuk hidup bermartabat.

Sementata Ketua panitia Laurensius Simanjuntak  mengatakan,  peringatan hari kanker se dunia ini dihadiri 1000 peserta cancer fun walk.

Ketua YOAM Atika Rahmi mengatakan, sengaja menggelar acara ini supaya masyarakat tahu bahwa di Sumut ada anak penderita kanker yang jumlahnya terus meningkat.

"Kita memberikan motivasi kepada adik-adik ini, bahwa mereka itu tidak tidak berjuang sendiri,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah bisa bersinergi bersama YOAM untuk melakukan pendampingan. Khususnya tentang deteksi kanker pada anak sejak dini.

“Kami selama ini di YOAM mengisi kekosongan itu. Pemerintah sudah memberikan pelayanan medis tapi tidak memberikan pendampingan secara psikologi. YOAM hadir disitu. Karena anak-anak penderita kanker itu sangat membutuhkan itu,” tuturnya. (YN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px