Log in

Juara Liga Belanda, Ajax Amsterdam Akhiri Puasa Lima Tahun


Ajax Amsterdam akhirnya kembali jadi penguasa Liga Belanda setelah hampa gelar tersebut dalam kurun waktu lima tahun. Ajax sukses menjadi juara setelah memastikan raihan tiga poin di markas De Graafschap. Ajax menyudahi pertandingan dengan skor meyakinkan, 4-1 dimana gol-gol dipersembahkan oleh Lasse Schone, Nicolas Tagliafico, dan sepasang gol Dusan Tadic. Tambahan tiga angka dari laga lawan De Graafschap ini membuat poin Ajax ada di angka 86 poin di akhir musim dan unggul tiga angka dari PSV Eindhoven yang ada di posisi kedua.

Terakhir kali Ajax jadi juara Liga Belanda adalah pada musim 2013/2014. Setelah keberhasilan Ajax menjadi juara di musim 2013/2014, Ajax selalu jadi runner up pada empat musim berikutnya.

Keberhasilan Ajax menjadi juara dilengkapi oleh sukses Dusan Tadic jadi pencetak gol terbanyak. Tambahan dua gol Tadic ke gawang De Graafschap membuat koleksi golnya menjadi 28 buah, sama halnya dengan striker PSV Eindhoven, Luuk de Jong.

Musim ini jadi musim yang indah untuk Ajax, selain jadi juara Liga Belanda, sebelumnya juga telah berhasil memenangkan Piala Belanda dengan mengalahkan Willem II. Gelar tersebut juga datang setelah Ajax terakhir kali memenangkannya pada 2009/2010.

Keberhasilan Ajax meraih gelar dobel membuat mereka jadi tim pertama yang berhasil melakukannya setelah terakhir kali PSV Eindhoven melakukannya pada 2004/2005. Ajax sendiri juga tampil gemilang di Liga Champions, berhasil melaju ke babak semifinal. Sayangnya, mimpi Ajax untuk lolos ke babak final pupus oleh gol Lucas Moura di masa injury time. Ajax kalah lewat agresivitas gol tandang dari Tottenham Hotspur.

Adalah pentas Eredivisie 2018/19 yang melahirkan kesuksesan bagi Ajax. Anak-anak asuh Erik ten Hag keluar mengunci gelar juara seusai menang 4-1 di kandang De Graafschap.

Tak cuma lewat poin, superioritas Ajax terpapar dari produktivitas. Tim ibu kota Belanda ini tercatat mengemas 119 gol dan cuma menderita 32 kemasukan. Dengan kata lain, Ajax menorehkan +87 untuk selisih gol, unggul jauh atas PSV yang cuma surplus 72 gol.

Koleksi 119 gol dalam satu musim kompetisi Eredivisie patut masuk buku sejarah Ajax. Pasalnya, hanya dua kali mereka mengumpulkan gol lebih banyak, yakni pada musim 1966/67 (122) serta 1985/86 (120).

Atas performa tajam mereka musim ini, Ajax patut berterima kasih kepada tiga nama yaitu Dusan Tadic, Hakim Ziyech, serta Klaas-Jan Huntelaar. Ketiganya merangkum 62 gol atau 52% dari total raihan tim. 

Adapun, gelar juara kali ini menjadi kali ke-34 bagi Ajax atau menegaskan status mereka sebagai klub tersukses di Eredivisie. Namun, kesuksesan menjadi semakin bermakna karena tim ibu kota Belanda itu mengakhiri puasa selama lima tahun.

Catatan lain dari kesuksesan Ajax yakni raihan gelar ganda. Sebelumnya, mereka telah menjuarai KNVB Cup dengan menaklukkan Willem II di final. Ajax pun menjadi tim pertama yang mengawinkan trofi Eredivisie dan KNVB sejak PSV Eindhoven pada 2005 silam.(CNN/KUM)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px