Log in

Johann Zarco Gabung Ducati


Johann Zarco dikabarkan bakal segera meresmikan kerjasama dengan Avintia Ducati untuk ikut MotoGP 2020. Setelah sempat dikabarkan terlempar ke Moto2, nasib baik masih melindungi Zarco.

Awalnya, Johann Zarco frustrasi karena kesempatan gabung Repsol Honda disalip Alex Marquez, pembalap yang baru promosi dari Moto2 dan adik dari Marc Marquez.

Nasib baik untuk Zarco terjadi setelah Karel Abraham tak lagi diperpanjang oleh Avintia Ducati. Ini jelas membuka pintu bagi pembalap asal Prancis itu kembali ke MotoGP. Johann Zarco merujuk kepada peran bos Ducati Corse Gigi Dall'lgna yang mampu membujuknya untuk gabung Ducati. Zarco akan mendapatkan kru dan mekanik terbaik.

Dia juga akan meneken kontrak dengan pabrikan Ducati untuk MotoGP 2020 nanti.

"Saya memang merasa tidak mengikat kontrak dengan Avintia, tapi Ducati. Target saya di 2020 itu masuk 10 besar, menembus 7 besar dan mengincar tim pabrikan di 2021," kata Johann Zarco.

Tak pelak lagi kepindahan Zarco ke Avintia Ducati juga karena adanya campur tangan Dorna. Promotor MotoGP ini memang ingin mencarikan satu tempat untuk pembalap asal Prancis itu. Selain itu, promotor MotoGP Prancis Claude Michy juga ingin ada pembalap asal Prancis di grid MotoGP musim depan. Dall'lgna sendiri menilai Zarco paling dekat untuk menyamai gaya membalap yang halus seperti Lorenzo di motor Desmosedici. Zarco akan debut di tes MotoGP Sepang Februari nanti.

Johann Zarco akhirnya mengonfirmasi bahwa ia akan bergabung dengan Reale Avintia Racing di MotoGP 2020. Meski belum ada pengumuman resmi, Zarco mensinyalir bahwa kontraknya akan terikat langsung dengan Ducati Corse.

Hal ini ia sampaikan kepada media Prancis, Moto Journal, pada Kamis (5/12) lalu. Zarco pun mengaku bahwa General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna lah yang merayunya untuk bernaung di bawah bendera pabrikan asal Italia tersebut.

"Memang sebuah fakta bahwa Gigi berkata bahwa saya bisa menaruh percaya padanya, yang memutuskan bahwa saya harus bergabung dengan Avintia tahun depan," ungkap Zarco, yang merupakan juara dunia Moto2 2015-2016.

Bukan rahasia lagi bahwa Zarco sebenarnya sempat menolak tawaran dari Avintia untuk bergabung, namun ketika mendengar penolakan Zarco, para petinggi Ducati Corse pun segera turun tangan untuk meyakinkannya.

Ducati Corse kabarnya menawarkan paket teknis yang jauh lebih menjanjikan ketimbang paket motor yang tadinya akan diberikan kepada Karel Abraham. Atas alasan inilah Zarco akhirnya mau bergabung dengan Ducati meski harus berseragam Avintia.

"Mengingat saya meragukan skill Avintia, saya menemui mantan crew chief saya, Massimo Branchini. Massimo bilang, saya harus percaya pada Gigi. Gigi lah yang akan mengatur pencarian crew chief yang baik untuk saya," kisah Zarco.

Pebalap berusia 29 tahun ini pun dengan blak-blakan menyatakan bahwa ia menandatangani kontrak langsung dari Ducati Corse, bukan dengan Avintia. Ia juga menyebut bahwa ia takkan lagi mau bertarung di luar 10 besar.

"Saya tak merasa diri saya tanda tangan dengan Avintia, melainkan dengan Ducati. Target saya untuk 2020 bukanlah untuk bertarung di luar 10 besar, melainkan tujuh besar, dan masuk tim pabrikan pada 2021," tutupnya.

Zarco meraih enam podium saat membela Monster Yamaha Tech 3 di MotoGP 2017-2018, namun performanya turun drastis usai bergabung dengan Red Bull KTM Factory Racing tahun ini dan meminta kontraknya diputus setahun lebih awal.(Lip6/BN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px