Log in

Indonesia Dibantai Thailand 0-3, Andritany dan Simon Disoraki

Thailand menang 3-0 saat hadapi Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Selasa (10/9/2019) malam. Thailand menang 3-0 saat hadapi Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Selasa (10/9/2019) malam.

Jakarta-andalas Kiper Indonesia Andritany Ardhiyasa dan pelatih Simon McMenemy mendapat sorakan negatif dari pendukung skuat Merah Putih saat lawan Thailand dalam penyisihan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (10/9).

Sorakan berbunyi 'Buu!' tersebut terdengar sejak kiper Persija Jakarta tersebut melakukan pelanggaran yang berujung penalti untuk Timnas Thailand. Alhasil, Thailand menambah keunggulan di menit ke-63 lewat tendangan titik putih dari bek kiri Theeraton Bunmathan.

Tendangan Bunmathan ke pojok kanan atas tidak bisa diantisipasi Andritany. Gol tersebut membuat kedudukan menjadi 2-0 karena sebelumnya Supachok Sarachat mencetak gol melalui tendangan dari luar kotak penalti.

Timnas Indonesia pada akhirnya kalah dengan skor 0-3 karena gol kedua yang dicetak Supachok di menit ke-73. Andritany diteriaki kurang lebih sebanyak lima kali. Semua nada teriakan tersebut terdengar negatif.

Selain sang kapten, pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy juga tidak luput dari sorakan suporter. Para suporter yang kecewa dengan kekalahan kedua Timnas Indonesia dalam ajang tersebut, menuntut agar pelatih asal Skotlandia itu mengundurkan diri dari jabatan.

"Simon Out! Simon Out!" demikian teriakan pendukung Timnas Indonesia memasuki injury time babak kedua dan usai pertandingan.

Sebelum lawan Thailand, Timnas Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia di SUGBK pada Kamis (5/9). Laga berikutnya bagi Timnas Indonesia adalah duel tandang melawan Uni Emirat Arab pada 10 Oktober mendatang.

Atas hasil ini, Thailand untuk sementara sukses memuncaki klasemen sementara dengan raihan 4 poin. Meski memiliki raihan yang sama dengan Malaysia, tetapi The War Elephant unggul selisisih gol. Di satu sisi, akibat kekalahan ini, Indonesia berada di dasar klasemen dan belum meraih poin sama sekali.

Ada dua cara yang ditempuh Thailand untuk membongkar pertahanan Indonesia. Pertama, mereka mengedepankan umpan-umpan pendek dan yang kedua memanfaatkan tepi sayap untuk melakukan umpan terobosan. Cara itu setidaknya berjalan efektif selama 10 menit jalannya laga babak pertama. Dan efek dari sistem yang diberlakukan Thailand, Indonesia dipaksa bertahan total.

Memasuki 10 menit kedua, Indonesia mulai bisa membaca permainan Thailand. Dengan bermain menunggu, serangan balik jadi cara yang dipilih untuk merespons. Meski terus menerus ditekan, Indonesia justru yang memberikan ancaman lebih dahulu. Bermula dari situasi sepak pojok yang dieksekusi oleh Andik, bola kirimannya sukses diterima Hansamu. Namun, upaya bek asal Persebaya Surabaya ini masih terlalu jauh dari sasaran.

Selepas Indonesia memberikan terapi kejut, Thailand mulai bisa menemukan ritme permainan mereka. Masih mengedepankan umpan-umpan pendek dan tepi sayap ada dua peluang bersih yang dihadirkan Thailand. Pertama, saat Supachok memberikan umpan tarik pada Bunmathan dan yang kedua saat Hemviboon menerima umpan silang dari situasi sepak pojok.

Dua peluang ini, memang jadi ancaman nyata bagi Indonesia. Tetapi, menyikapi dua peluang ini, Andritany tampil gemilang dengan mematahkan dua peluang tersebut. Indonesia bisa saja membuka keran angka lebih dahulu. Lewat umpan panjang Ruben kepada Andik, pemain yang disebutkan terakhir sukses melewati Bunmathan dan Hemviboon dan memberikan umpan tarik pada Bachdim. Akan tetapi, penyelesaian akhir yang terlalu pelan, membikin peluang Indonesia buyar.

Jelang babak pertama rampung, Thailand kembali memberikan ancaman bagi gawang Indonesia via sepakan bola mati Bunmathan. Akan tetapi, upaya mereka kembali menuai jalan terjal karena Andritany melakukan penyelamatan penting sesaat sebelum laga usai.

Kembali dari ruang ganti, Indonesia menciptakan dua kans via Beto dan Bachdim dalam tempo waktu lima menit selepas babak kedua dimulai. Akan tetapi, upaya kedua pemain masih belum menemui sasaran. Thailand merespons dua serangan Indonesia dengan sangat dingin. Via serangan balik, justru mereka mampu mencetak gol via sepakan terukur Supachok yang bekerja sama kerja dengan Chaided pada menit ke-55.

Unggul satu gol, Thailand menurunkan tempo serangan. Akan tetapi, jalan ini justru berbuah keuntungan bagi mereka karena dalam menginisasi serangan, mereka juga memanfaatkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan pemain belakang Indonesia. Salah satu kesalahan yang dilakukan lini belakang Indonesia terjadi 10 menit selepas gol. Saat kerja sama satu dua Chained-Supachok, pemain yang disebutkan terakhir dijatuhkan oleh Andritany di kotak penalti sendiri.

Jika menilik tayangan ulang, putusan wasit Ma Ning asal China memang sedikit berbeda. Sebab, antisipasi Andritany terlebih dahulu mengenai bola baru mengenai Supachok. Akan tetapi, sang juru pengadil bergeming. Penalti pun dilakukan. Bunmathan menuntaskan tugasnya dengan sempurna dengan menaruh bola ke sudut kanan atas Andritany.

Tertinggal dua gol, Indonesia jelas mengalami situasi sulit. Osas Saha masuk menggantikan Bachdim jadi jalan yang ditepuh McMenemy guna memperkecil defisit gol. Akan tetapi, buruknya suplai bola dari lini tengah ke lini depan membikin Thailand terlalu mudah untuk merebut bola.

Kesalahan melepas umpan di lini tengah justru berbuah petaka bagi Indonesia karena kerja sama Bunmathan dan Supachok sukses menambah pundi-pundi gol Thailand menjadi tiga via Supachok. Selepas gol ketiga, Thailand hanya bermain menunggu dan memanfaatkan serangan balik. Upaya ini setidaknya berjalan cukup efektif. Meski demikian, Indonesia justru sudah kehabisan bensin sebelum laga rampung. Tercatat, 10 menit jelang bubaran, stamina para pemain sudah menggambarkan bagaimana kondisi para pemain terlihat kelelahan. (CNNI/KPR)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px