Logo
Print this page

Hadapi Blitar United, PSMS Antisipasi Kebangkitan Lawan


Medan-andalas Skuat PSMS Medan berangkat ke Bandung, Minggu (15/9) pagi sebagai tim tamu dalam laga tandang menghadapi Blitar United dalam lanjutan Liga 2 pekan Ketujuhbelas, Selasa (17/9) sore.

Walaupun PSMS memiliki keuntungan dan layak meraih poin kala menghadapi tim yang lebih sering disebut sebagai tim Persib B  yang saat ini sedang terpuruk di posisi juru kunci dan kalah dari tamunya Babel United serta kabarnya sedang kurang kondusif usai ditinggal pelatihnya Liestiadi yang mengundurkan diri pasca timnya terdampar di dasar klasemen.

Sementara PSMS saat ini mulai kembali merangkak ke posisi atas klasemen wilayah Barat, perbedaan jarak tentu sangat signifikan sehingga peluang untuk memetik kemenangan di kandang lawan sangat terbuka. Namun, pelatih PSMS Jafri Sastra mengingatkan agar anak asuhnya tetap fokus.

Menurutnya semua tim punya karakter dan target berbeda. Jadi kemenangan Babel dari Blitar tidak bisa dijadikan tolok ukur, sebab banyak hal yang berbeda, termasuk materi pemain.

“Anak-anak akan saya minta tidak menganggap remeh untuk hal-hal kita anggap mudah karena itu akan merugikan kita,” ujar Jafri.

Dikatakannya, dalam menghadapi dua laga away yang akan dimainkan, yakni menghadapi Blitar United dan Persita, Minggu (22/9) selanjutnya, ia berharap karakter dan fighting spirit pemain tidak kendur, sehingga mampu menjadikan enam laga tersisa menjadi laga final.

“Saya berharap fighting spirit anak-anak tidak kendor, sebab kita tidak mau kehilangan poin, agar bisa menapak sedikit demi sedikit untuk kembali ke klasemen yang kita inginkan,” ujar Jafri.

Ia mengingatkan skuadnya agar tidak memudahkan hal yang terlihat mudah dan tidak ingin pemainnya menganggap remeh laga ke-17 Liga 2 wilayah Barat ini, meski lawan adalah penghuni juru kunci dengan poin 10. Beda dengan PSMS yang menduduki posisi lima dengan 27 poin.

Jafri juga berharap Syaiful Ramadhan dan kawan kawan jangan terlalu memikirkan hasil laga terakhir Blitar United yang mampu dikalahkan Aceh Babel United (0-1) di kandangnya, Kamis (12/9).

“Setiap tim punya karakter masing-masing. Saya tekankan ke anak-anak jangan menganggap remeh yang dianggap mudah, karena itu akan menyulitkan. Kami tidak menganggap remeh karena seperti itu akan menyulitkan. Enggak ada yang mudah dalam pertandingan 11 lawan 11,” tegasnya, Minggu (15/9).

Mantan pelatih PSIS Semarang ini malah mengingatkan skuadnya agar mengantisipasi kebangkitan tim yang ingin keluar dari zona degradasi juga mengembalikan kekalahan sebelumnya ketika melawan PSMS.

“Kami sudah pasti mengantisipasi secara tim. Yang pertama mereka dihuni banyak mantan-mantan pemain Liga 1. Kami tidak melihat bagaimana mereka di klasemen. Kemudian ada perubahan pelatih di sana dimana coach Liestiadi mundur dan digantikan coach Budiman. Tentu ada perbaikan-perbaikan, kami (PSMS) juga sama ada pergantian pemain dan pelatih hanya beda hasil. Yang kami waspadai kebangkitan tim lawan, itu yang harus kami antisipasi,” katanya.

Jafri mengatakan PSMS menargetkan pulang membawa poin dari laga away. “Target setiap pertandingan mencuri poin seperti apapun gaya permainan lawan. Kami sadari tidak mudah karena bermain di kandang lawan, tapi kami harus optimis,” ucapnya. (YN)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com