Log in

Gagal di Premier, Liverpool Target Liga Champions


Para pemain Liverpool sementara ini bisa beristirahat dan menikmati libur, usai tuntasnya Premier League. Tapi pekan depan ada hari-hari berat menanti. Liverpool memberikan libur untuk para pemainnya pekan ini menyusul berakhirnya Premier League. 'Si Merah' melalui 38 pekan yang menuntut sebagai runner-up, kalah satu poin saja dari Manchester City yang jadi juara. Tapi musim Liverpool masih belum selesai, satu partai penting masih harus dijalani, yakni final Liga Champions kontra Tottenham Hotspur di Wanda Metropolitano, Minggu (2/6) mendatang.

Manajer Liverpool Juergen Klopp sudah mempersiapkan program latihan yang intens untuk menuju laga tersebut dan para pemain akan melalui dua pekan bak pramusim, yang biasanya kental dengan persiapan fisik.

"Kami harus melakukan sejumlah hal dalam persiapan untuk Liga Champions, urusan media. Kami harus melakukan itu, lalu anak-anak akan punya beberapa hari libur kemudian kami punya dua pekan yang layak sebagai pramusim untuk final Liga Champions. Kami akan melakukan itu, kami akan memainkan laganya, semoga saja memenanginya, lalu pulang dan memberikan orang-orang apa yang pantas mereka dapatkan," ujar Klopp.

Sementara Eks wakil Kapten Liverpool James Milner menegaskan, timnya akan menebus kegagalannya di Premier League dengan meraih trofi juara Liga Champions. Liverpool sangat berharap bisa memenangi trofi juara liga untuk pertama kalinya sejak tahun 1990 silam. Pasalnya musim ini mereka tampil sangat luar biasa dan Jurgen Klopp telah membentuk tim yang sangat kuat.

Sayangnya mereka tidak beruntung karena ada Manchester City yang tampil lebih baik. Liverpool memang sanggup mengakhiri musim dengan raihan 97 poin. Sayangnya pasukan Josep Guardiola berhasil mengoleksi 98 poin. Skuat Liverpool cukup kecewa dengan kegagalan tersebut. Hal yang sama juga dirasakan oleh Milner. Namun gelandang serba bisa berusia 33 tahun ini tak mau terlalu berlama-lama meratapi nasib buruk itu. Ia ingin segera fokus untuk menebus kegagalan tersebut dengan meraih hasil positif di Liga Champions. “Ketika Anda memikirkan 30 kemenangan dari 38, pada awal musim Anda ingin berpikir itu cukup baik. Tapi jelas itu menunjukkan betapa baiknya Man City juga. Ini mengecewakan. Kami harus bangga dengan apa yang telah kita capai.

Sayangnya itu hanya singkat, tapi jelas apa yang kami lakukan di awal pekan (versus Barcelona) memberi kami kesempatan untuk pergi dan menebus diri kami dan mendapatkan sebuah trofi karena saya pikir semua orang pantas mendapatkan sebuah trofi juara. Saya pikir tim khususnya, para pemain ini, bagaimana mereka berusaha keras untuk mendapatkan hasilnya," tegasnya.

Milner meyakini timnya akan bisa mendapatkan hasil apik saat bersua Tottenham nanti. Pasalnya timnya memiliki mental yang kuat dan hal tersebut sudah terbukti pada sepekan terakhir, contohnya saat menang atas Barcelona di Anfield dan menang atas Newcastle di St James' Park. “Apa yang telah kami lalui dalam dua pekan terakhir dari Barcelona pergi, menunjukkan kinerja yang cukup bagus dan kalah seperti itu, untuk pergi ke Newcastle dengan pembalikan yang cepat dan memberikan kemenangan dan kemudian jelas melakukan apa yang kami lakukan di pertengahan pekan dan kemudian bangkit kembali hari ini, mengetahui itu tak berada dalam kuasa kami (tetapi) untuk mendapatkan hasil itu-saya tidak punya cukup kata-kata yang baik untuk dikatakan tentang karakter dalam skuat, kemampuan dan mentalitas. Para penggemar tidak bisa dipercaya sepanjang tahun, mereka telah mengangkat kami ketika kami membutuhkannya, mereka tetap bersama kami ketika keadaan jadi sulit dalam permainan dan seperti yang saya katakan, para pemain layak mendapat sedikit penghargaan, tetapi para penggemar juga demikian," tandasnya.

James Milner dan kawan kawan nanti akan berduel melawan Spurs di Stadion Wanda Metropolitano, markas klub Atletico Madrid yang akan dihelat pada 2 Juni dini hari WIB. Sementara, Badan sepak bola Eropa UEFA telah resmi menunjuk Damir Skomina untuk memimpin partai final Liga Champions musim ini antara Tottenham Hotspur vs Liverpool.  Sebelumnya, Skomina sempat memimpin partai final Liga Europa 2017 antara Manchester United vs Ajax serta laga Piala Super Eropa 2012 antara Chelsea dan Atletico Madrid. Nantinya, Skomina akan ditemani oleh dua kompatriotnya asal Slovenia, yakni Jure Praprotnik and Robert Vukan.

Sementara wasit asal Spanyol, Antonio Mateu Lahoz bertindak sebagai ofisial keempat. Pengadil asal Belanda, Danny Makkelie akan memimpin tim VAR (Video Assistant Referee} dengan didukung oleh Pol van Boekel, Felix Zwayer, dan Mark Borsch. Skomina telah memimpin empat pertandingan di Liga Champions musim ini, salah satunya ketika Liverpool mengalahkan Napoli 1-0 di laga terakhir babak penyisihan grup. Laga lain yang diadili Skomina adalah pertemuan PSG kontra Manchester United di leg kedua babak 16 besar. Dalam laga ini ia membuat keputusan kontroversial. Di detik-detik akhir pertandingan, Skomina memberikan hadiah penalti kepada United setelah Presnel Kimpembe dianggap handball di kotak terlarang. Penalti yang sukses dikonversi menjadi gol oleh Marcus Rashford itu mengantarkan United lolos ke perempat final. Sedangkan wasit asal Italia, Gianluca Rocchi mendapat kesempatan untuk mengadili partai final Liga Europa antara Chelsea dan Arsenal di Baku, Azerbaijan pada 30 Mei mendatang. (DTC/BN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px