Log in

Borneo FC Bidik Papan Atas


Jakarta-andalas Borneo FC memperkenalkan skuatnya untuk Liga 1 2019. Pesut Etam mengungkapkan targetnya bisa merangsek ke papan atas kompetisi musim ini. Musim lalu, Borneo FC mampu bertahan di papan tengah klasemen Liga 1. Nadeo Argawinata dan kawan kawan  menempati posisi ketujuh di klasemen akhir kompetisi.

Di Liga 1 2019, Borneo FC pun membidik papan atas dengan banyak mendatangkan pemain, mereka kini juga dilatih Mario Gomez, eks pelatih Persib Bandung.

Borneo FC sudah memperkenalkan skuatnya dan jersey anyarnya di Stadion Segiri, Samarinda, Selasa (14/5). Dalam kesempatan itu, manajer tim Danri Dauri optimistis timnya bisa mencapai target ke papan atas.

"Target kami sangat realistis di sini. Kami punya pelatih sekaliber Mario Gomes yang prestasinya pada musim lalu mengangkat tim Persib Bandung ke papan atas Liga 1," kata Dauri.

Menurutnya, materi pemainnya kini lebih siap untuk bersaing. Punya pemain muda yang memiliki kecepatan dan pemain senior yang memiliki kualitas yang sangat baik. Dengan materi yang ada saat ini, Kami semua mohon doa restu. Mohon dukungan dan tentu saja kami mohon doa yang seikhlas-ikhlasnya supaya Borneo FC 2019 bisa memenuhi target tim.

"Tentu kami optimistis dengan persiapan yang cukup dan dengan tim pelatih yang baik. Materi pemain lebih lengkap dari pada tahun lalu. Kami optimistis dan yakin 2019 bisa berbicara lebih baik daripada 2018," tegasnya.

Sementara Mario Gomez, yang ditemui di sela-sela launching, mengaku optimistis bisa membawa anak asuhnya tampil apik di Liga 1. Borneo FC dinilai akan berkembang ke depannya.

"Sedikit demi sedikit kekurangan tim ini akan tertutupi. Saya senang dengan semangat para pemain dan manajemen untuk mengangkat tim," katanya.

Borneo FC akan mengawali musim kompetisi Liga 1 2019 dengan menjamu Bhayangkara FC pada Kamis (16/5/2019) di Stadion Aji Imbut, Tenggarong. Ia senang semua pemainnya antusias menyambut laga itu dengan memberikan yang terbaik di sesi latihan.

"Perkembangan seluruh pemain cukup bagus, meskipun latihannya menguras tenaga karena puasa. Seluruh pemain menunjukan semangat yang luar biasa agar bisa masuk di Starting XI," ucap Gomez.

Ancaman Si Anak Baru
Kalteng Putra bakal menjadi 'anak baru' di kompetisi Liga 1 2019. Kendati demikian, Laskar Isen Mulang bisa menebar ancaman serius.

Keberhasilan menempati peringkat ketiga di Liga 2 2018 yang meloloskan mereka ke kasta tertinggi bersama PSS Sleman dan Semen Padang.

Sempat dihantam isu pengaturan skor, Kalteng Putra nyatanya tetap terdaftar sebagai peserta Liga 1 2019. Masuknya tim asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ke liga tertinggi akan meramaikan persaingan musim ini.

Kalteng Putra membuktikan dirinya mampu bersaing saat berlaga di Piala Presiden 2019. Merekrut Mario Gomes de Olivera sebagai pelatih, pemainan Patrich Wanggai bisa merepotkan tim-tim Liga 1.

Di Piala Presiden, Kalteng Putra bisa mengalahkan PSM Makassar dan Persipura Jayapura, serta hanya kalah dari PSIS Semarang di fase grup. Lolos ke perempatfinal, Kalteng bisa mengalahkan juara bertahan Liga 1 yakni Persija Jakarta.

Bertanding di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Kalteng Putra menang adu penalti 4-3 atas Persija, setelah berimbang 1-1 di waktu normal. Kiprah Kalteng Putra pun baru berakhir di semifinal, setelah didepak Arema FC dengan agregat 0-6. Performa itu setidaknya membuktikan, permainan Kalteng putra berpotensi merepotkan tim-tim penghuni kasta tertinggi.

Permainan Kalteng Putra sendiri cukup mengandalkan kolektivitas tim. Dengan nyaris tidak ada pemain yang menonjol, kekompakan menjadi salah satu kekuatan utama mereka.

Kalteng Putra juga didukung materi pemain yang mumpuni. Meski bukan bernama besar, klub yang dimiliki H. Agustiar Sabran, bos tambang cum politikus itu punya kualitas yang cukup bersaing.

Di Piala Presiden misalnya, kualitas kiper Dimas Galih yang mampu menahan gempuran-gempuran pemain bertipe menyerang dari Persipura. Sementara di lini belakang, pemain-pemain berpengalaman juga mengisi jantung pertahanan Kalteng putra seperti OK John, Bobby Satria, dan Indra Permana. Di tengah, ada kombinasi pemain muda dan senior seperti Rizky Febrianto, Fajar Handika, Yoo Hyun-goo, dan I Gede Sukadana. Sementara di depan, duet striker Diogo Campos dan Patrich Wanggai cukup merepotkan barisan pertahanan lawan. Kombinasi pemain itu cukup apik dipoles Gomes de Olivera, pelatih yang dalam beberapa musim terakhir bisa membawa Madura United bersaing di papan atas Liga 1.

Setidaknya, dengan materi pemain dan trek rekornya di Piala Presiden, Kalteng Putra diprediksi bisa merepotkan tim-tim besar di Liga 1 2019. Papan tengah pun cukup layak mereka dapatkan di kasta tertinggi musim ini. (DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px