Logo
Print this page

Arsenal Jalani Start Terburuk dalam 32 Tahun


Kalah dari Chelsea

Arsenal harus menelan kekalahan dari Chelsea pada pekan kedua Premier League 2018-2019, Sabtu (18/8) malam WIB. Pada laga tersebut, The Gunners ditaklukkan dengan skor tipis 2-3. Ini menjadi kekalahan kedua Arsenal secara beruntun. Sebelumnya, tim besutan Unai Emery tersebut kalah dari Manchester City dengan skor 0-2 pada laga perdana pekan lalu. Emery dihadapkan pada tantangan besar sebagai pelatih anyar Arsenal. Baru menjalani dua laga di Premier League, dia sudah menyamai rekor buruk yang sebelumnya bertahan selama 32 tahun.

Emery datang ke Arsenal untuk menggantikan Arsene Wenger, pria yang duduk di kursi manajer The Gunners selama 22 tahun lamanya. Banyak disiapkan Emery sebelum memulai petualangan dengan Arsenal, termasuk membeli pemain baru untuk memperkuat skuat. Tapi sejauh ini hasil kerja manajer asal Spanyol itu tak terlihat memuaskan. Arsenal, yang secara kebetulan langsung berhadapan dengan dua tim besar di awal kompetisi, langsung kalah dua kali. Alhasil mereka sementara terlempar ke posisi 17 klasemen sementara Premier League 2018-2019. Belum dapat satupun poin, Arsenal menyamai Brighton, Huddersfield, Fulham, dan West Ham di bagian terbawah klasemen.

BBC mencatat, tak pernah ada manajer Arsenal yang menelan dua kekalahan beruntun sejak 32 tahun silam atau terakhir pada 1986. Pelatih terakhir Arsenal yang menelan kekalahan pada dua laga peedananya adalah Steve Burtenshaw. Pada pertandingan kedua Premier League di Stamford Bridge tersebut, Emery mengaku timnya tampil kurang oke pada babak kedua. Namun, ia tetap mengapresiasi permainan anak-anak asuhnya. "Kami ingin menang. Tekad itu sudah kami tunjukkan. Jelas realitanya, kami kebobolan tiga gol. Tetapi, kami juga memiliki peluang untuk mendapatkan lebih banyak gol," ujar Emery.

"Reaksi kami bagus. Kami memiliki peluang untuk bermain imbang 2-2 dan kami pantas melakukan lebih baik dari babak pertama. Saya pikir pada babak kedua kami kurang menekan dan mendominasi penguasaan bola seperti yang dilakukan pada babak pertama," lanjutnya. "Itu kenapa kami kalah dengan skor 2-3. Tetapi, ini merupakan proses. Pada babak kedua, kami bermain dengan dua gelandang yang berusia 19 dan 21. Mereka terus berkembang. Saya senang tanpa harus melihat hasil," tutur Emery. Dalam laga tersebut, Chelsea memang tampil dominan di awal babak pertama hingga bisa unggul cepat 2-0 melalui Pedro Rodriguez dan Alvaro Morata.

Tetapi Arsenal tak mudah menyerah, mereka menyamakan kedudukan 2-2 saat turun minum setelah Henrikh Mkhitaryan dan Alex Iwobi mencatatkan nama mereka di papan skor. Di babak kedua The Blues berhasil menambah satu gol lagi dari aksi Marcos Alonso. Sementara Arsenal gagal membalas meski punya beberapa peluang. Kemenangan dalam Derby London ini untuk sementara menempatkan Chelsea di puncak klasemen Premier League dengan poin enam. Chelsea unggul selisih gol dari Tottenham Hotspur dan Bournemouth yang sama-sama sudah melakoni dua pertandingan dan punya nilai sempurna. (MEDC/DTK)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com