Log in

3 Wakil Indonesia ke Final Bulu Tangkis


Jakarta-andalas Indonesia menempatkan tiga wakil pada nomor perorangan bulu tangkis SEA Games 2019 yang akan berlangsung Senin (hari ini) di Muntilunpa Sport Complex, Manila.

Pada babak semifinal, Minggu, tiga wakil Indonesia berhasil memperoleh tiket final setelah menang atas lawan, masing-masing di sektor tunggal putri, ganda campuran, dan ganda putri.

Di nomor tunggal putri, Ruselli Hartawan membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama SEA Games 2019 Filipina, Pornpawee Chochuwong. Ruselli harus berjuang tiga gim dengan skor akhir 21-16, 10-21, 21-18.

Pada babak final, Ruselli akan ditantang tunggal putri Malaysia Selvaduray Kisona yang juga membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan kedua dari Thailand Nitchaon Jindapol dengan skor 11-21, 27-25, dan 21-14.

Kemenangan atas Jindapol itu merupakan kejutan kedua yang dibuat Kisona setelah pada perempat final menyingkirkan unggulan ketiga dari Indonesia, Gregoria Mariska.

Di nomor ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melangkah ke final setelah mengalahkan pasangan asal Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dengan skor 21-16, 21-18 dalam waktu 37 menit.

Pada babak final, Praveen/Melati akan ditantang pasangan asal Malaysia Goh Soon Huat/Lai Sevon Jemie yang menyingkirkan ganda muda Indonesia Rinov Rivaldi/Phita Haningtyas Mentari dengan skor 21-18, 11-21, dan 22-24.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi wakil ketiga Indonesia yang sukses mengamankan tiket final usai mengalahkan Vivian Hoo/Yap Cheng Wen (Malaysia) dengan skor 21-18, 21-19. Di final, Greysia/Apriyani sudah ditunggu Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong (Thailand) yang mengalahkan Mei Kuan Chow/Lee Meng Yean, dengan skor 22-20 dan 21-11.

Sementara itu, laju dua wakil Indonesia lainnya yang menembus semifinal gagal berlanjut. Pasangan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan ganda putra Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf dikalahkan lawan masing-masing.

Rinov/Pitha disingkirkan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jamie (Malaysia) dengan tiga gim 21-18, 11-21, 22-24. Adapun Wahyu/Ade tidak bisa membendung keperkasaan ganda Negeri Jiran Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang menang lewat pertandingan tiga gim 12-21, 21-18, 19-21.

Emas Terakhir Maria

Medali emas lompat jauh SEA Games 2019 kemungkinan menjadi capaian terakhir Maria Natalia Londa di pesta olahraga se-Asia Tenggara itu setelah berkarir hampir 20 tahun di atletik. Dengan lompatan sejauh 6,47m, atlet berusia 29 tahun itu menyingkirkan Parinya Chuaimaroeng asal Thailand ke peringkat dua.

Catatan terbaik Maria hari itu diciptakan di percobaan keenam, sementara sang rival terdekat hanya mampu mencatatkan hasil terbaiknya yaitu 6,23m di lompatan kelima.

Mong Mo Vu Thi dari Vietnam berhak atas medali perunggu setelah melompat sejauh 6,16m.

"Setelah saya hitung ini SEA Games ke-6 dan medali ke-12. Sepertinya ini menjadi penutup tapi bagaimana nanti dari PB PASI. Kalau untuk mendampingi atlet junior saya mungkin bisa bertahan, hanya tidak akan lama," kata Maria usai dikalungi medali emas.

Sebelumnya di hari kedua pertandingan atletik, Sabtu, Maria harus puas dengan medali perak di nomor lompat jangkit setelah lompatan sejauh 13,60m dikalahkan Chuaimaroeng yang meraih emas dengan lompatan sejauh 13,75 meter. Perunggu lompat jangkit diraih atlet Vietnam lainnya, Thi Men Vu dengan catatan 13,55m.

Ketika meraih perak itu, Maria sebenarnya sedang mengalami menstruasi sehingga merasakan rasa sakit di kakinya, ungkap pelatih I Ketut Pageh. Rasa sakit itu sudah berkurang hari ini hingga Maria tampil lebih prima untuk merebut medali emas lompat jauh.

Maria pun memperbaiki catatannya di SEA Games 2017 ketika dia meraih perak di nomor lompat jauh dan lompat jangkit dengan satu emas dan satu perak di Filipina.

"Sebenarnya ini sudah melebihi target pribadi saya, keluar dari riwayat cedera yang panjang itu kadang-kadang membuat rasa percaya dirinya berada jauh di bawah kadarnya jadi puji Tuhan hari ini diberi pengembalian kepercayaan diri lagi," kata Maria yang sempat terkena cedera pada Februari itu.

Maria sejak turun di SEA Games 2009 di Laos selalu meraih medali di nomor lompat jauh dan lompat jangkit, capaian terbaiknya diraih di Myanmar pada 2013 dan Singapura dua tahun berselang di mana ia menjuarai kedua nomor itu.

Pada 2014, Maria membuat kejutan dengan meraih emas nomor lompat jauh di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Maria memulai karirnya di atletik pada tahun 2000. Dua tahun berselang dia mulai berlatih di pelatnas.

Cedera yang ia derita setelah SEA Games 2015 di Singapura menjadi awal kegalauan atlet kelahiran Denpasar, Bali itu. Hingga pada awal tahun lalu, Maria ingin memutuskan untuk pensiun menyusul cedera achilles dan tumit yang ia alami ketika latihan.

"Ini akumulasi semua. Sebenarnya sudah dari awal tahun kemarin. Hanya saja bertahan benar-benar untuk menutup 20 tahun. Makanya kemarin bertahan dengan semua proses cedera, sempat putus asa, semuanya. Itu yang benar-benar membuat saya tadi akhirnya lega, semuanya terbayarkan," kata Maria yang juga sedang menjalani program kehamilan itu.

Pekan Olahraga Nasional 2020 di Papua kemungkinan akan menjadi ajang multi event terakhir yang ia ikuti untuk menggenapi 20 tahun karirnya sebagai atlet.

Selain emas dari Maria, medali perak dan medali perunggu untuk Indonesia direbut cabor atletik. Medali perak dipersembahkan Agustina Mardika Manik dari nomor lari 1.500 meter dan medali perunggu datang dari Odekta Elvina Naibaho yang turun di nomor 10.000 meter. Tambahan satu medali emas dari Maria membuat kontingen Indonesia mengemas 66 emas hingga hari kesembilan SEA Games 2019.

Dalam perebutan medali hari ini, cabor dayung jadi penyumbang medali emas terbanyak dengan lima medali emas. Selancar, panahan, catur bisa meraih dua medali emas.

Sementara itu, boling, menembak, dan ski air, dan atletik memberikan masing-masing satu medali emas. (ANT/CNN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px