Harian Andalas - Lugas dan Cerdas - Portal Berita Online

Switch to desktop

Program KB Tetap Jadi Prioritas di Era Jaminan Kesehatan Nasional



Medan-andalas Program Keluarga Berencana (KB) tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dimulai awal 2014. Bahkan pelaksanaan programnya akan semakin meluas. Hal itu dikatakan Sekretaris BKKBN Provinsi Sumatera Utara Drs Datang Sembiring MPHR di Medan, kemarin, terkait sinkronisasi BKKBN dengan JKN.

Menurutnya tugas BKKBN nanti selain menggerakkan masyarakat untuk ikut ber-KB juga menyalurkan alat kontrasepsi sesuai kebutuhan. Sedangkan jasa pelayanan medis sudah ditanggulangi JKN.

"Ini sesuai amanat undang-undang yang menyatakan bahwa program KB di JKN nanti bekerjasama dengan lembaga terkait yakni BKKBN,” jelas Datang.

Namun, katanya, BKKBN Sumut harus mendapat informasi klinik-klinik mana saja yang sudah menjadi provider Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk melaksanakan JKN. Dengan begitu, BKKBN akan mendrop alat kontrasepsi sesuai kebutuhan. Selama ini, sebutnya, sudah ada 1.300 klinik KB. Namun mereka belum mengetahui apakah klinik tersebut semua menjadi provider BPJS.

“Makanya kita berharap PT Askes selaku lembaga yang menjadi BPJS Kesehatan bisa memberikan informasi kepada kita klinik mana saja yang menjadi provider BPJS. Karena provider JKN harus kita prioritaskan untuk dapat alat kontrasepsi,” harap Datang.

Dijelaskannya lagi, selama ini BKKBN sebagai lembaga yang bertanggungjawab penuh dalam mengelola program KB. Tidak saja pengerahan masyarakat untuk ber-KB, termasuk penyediaan alat kontrasepsi hingga jasa medis petugas dalam melayani akseptor juga diberikan BKKBN.

“Nanti tugas BKKBN hanya mengerahkan masyarakat ber-KB dan menyediakan alat kontrasepsi. Berapa kebutuhan alat kontrasepsi itu, kita dapati sesuai informasi petugas lapanganan KB (PLKB) di setiap kecamatan,” terangnya.

Dia juga optimis, di era JKN nanti program KB bisa lebih baik lagi. Soalnya, di saat itu petugas medis baik dokter maupun bidan wajib memberikan informasi tentang program KB kepada masyarakat.

“Misalnya, jika ada pasangan usia subur yang sudah memiliki anak lebih dari dua, maka tenaga kesehatan seharusnya memberikan arahan agar pasangan itu ber-KB,” ucapnya.

Ditanya tentang program JKN yang menanggung 5 anggota keluarga (ayah, ibu dan tiga anak) termasuk PNS, Datang mengaku, hal itu tidak bertentangan dengan program KB yang menganjurkan punya anak dua lebih baik.

“Di situ nanti, petugas wajib memberikan informasi tentang program KB kepada masyarakat. Kita juga akan semakin gencar mengubah mindset masyarakat tentang pentingnya program KB,” sebutnya.

Dia melihat, program itu sama halnya seperti Jaminan Persalinan (Jampersal) gratis. Dalam program Jampersal, semua ibu yang melahirkan gratis. Tidak melihat punya anak berapa. Konsepnya untuk mendorong ibu hamil agar mendapatkan pelayanan medis dari tenaga terampil dalam proses melahirkan.

“Tapi, pasangan usia subur tersebut diberikan informasi tentang KB secara komprehensif begitu mereka difasilitas kesehatan yang ada,” jelas Datang lagi. Sementara itu, Kepala PT Askes (Persero) dr Oni Jauhari mengaku, program KB tetap berlanjut di era JKN. Untuk alat kontrasepsi program tetap menjadi tanggungan BKKBN.

“Kalau jasa medisnya dibayar sesuai paket INA CBGs, kalau di rumah sakit dan sistem kapitasi difasilitas kesehatan primer. Soal data klinik, kita belum sinkronkan lagi. Kita sendiri mendata, ada 2.029 sarana yang menjadi provider JKN. Apakah di dalamnya ada klinik KB, belum kita sinkronkan,” kata Oni.(YN)

Kirim Komentar

Yang bertanda (*) informasi WAJIB diisi. HTML code TIDAK diizinkan

PT. STAR MEDIA INTERNUSA - http://www.harianandalas.com
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com

hit counter

Top Desktop version