Harian Andalas - Lugas dan Cerdas - Portal Berita Online

Switch to desktop

Pertumbuhan Penduduk Tak Terkontrol Jadi Ancaman



Medan-andalas Salah satu dari 11 ancaman nyata ketahanan nasional adalah pertumbuhan jumlah penduduk atau terjadinya ledakan penduduk di luar kontrol.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Penggerakan, Advokasi dan Informasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat  dr Abidinyah Siregar dalam pertemuan dengan jurnalis, Sabtu (22/2) di Medan.

Presiden SBY, katanya, dalam pertemuan pada Januari 2014 lalu dengan seluruh Gubernur se Indonesia memproyeksikan tahun 2035 jumlah penduduk Indonesia lebih dari 235 juta jiwa.

“Sekarang jumlah penduduk Indonesia sekitar 235 sampai 240 juta jiwa. Secara nasional banyak perubahan kebutuhan primer seperti ketercukupan sandang, pangan dan perumahan. Sumatera Utara juga mengalami hal seperti itu,” ujarnya.

Disebutkannya, ada 8 provinsi mengalami tingkat pertumbuhan yang signifikan atau melampaui toleransi yaitu Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumut, Lampung, Sulawesi Selatan dan NTB.

“Provinsi ini harus berhati-hati dengan hal itu. Jadi sangat diperlukan pelaksanaan dari amanah UU nomor 52 Tahun 2009 tentang pembangunan kependudukan. Maka kepala BKKBN Pusat menyatakan BKKBN tidak hanya mengurus kependudukan dan KB, tetapi juga pembangunan keluarga,” tegas Abidinsyah.

Mengenai kependudukan, jelasnya, bagaimana mencapai pengelolaan penduduk sampai batas toleransi terendah yang dapat dicapai setiap daerah. “Jadi semua daerah baik Bupati, Walikota mempunyai tanggungjawab terhadap pertumbuhan dan pengendalian penduduk. Mengenai KB,  memang kodrat manusia akan berkeluarga tetapi bagaimana cara membangun keluarga,” ucapnya.

Sedangkan inti dari UU Nomor 52 Tahun 2009 arahnya yaitu memiliki norma yang mengerti bagian dari rakyat Indonesia dan tidak menjadi beban tetapi bagian dari solusi. “Ini esensi BKKBN ke depan, dan salah satunya penguatan informasi untuk pembangunan keluarga. Perlunya perhatian yang besar terhadap pertumbuhan penduduk agar tidak mengancam yang ada,” katanya.

Namun, ungkapnya, dengan jumlah penduduk sekarang yang pertumbuhannya 2,6. Kendala yang dihadapi adalah political will atau kemauan poltik dari pemerintah daerah dan kelembagaan terlebih penerapan UU Nomor 52 tahun 2009 Pasal 57 yang mengamanatkan daerah mendirikan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Daerah (BKKBD). “Dari 511 kabupaten/Kota di Indonesia baru 80 daerah yang murni kelembagaan BKKBN nya, yang lainnya hanya yang ada SKPD KB nya atau KB digabung dengan yang lain,” ungkap Abidinsyah didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Sumut drg Widwiono MKes.

Karenanya, dia berharap pada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut agar dapat mengendalikan penduduk dan bagaimana membangun keluarga yang berkualitas.

Pertemuan itu juga dihadiri Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumut Drs Datang Sembiring MPHR, Kabid Pengendalian Penduduk, Kabid Pelatihan dan Pengembangan A.Sofyan Rangkuti SE,MAP, Kasubbid Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)   Anthony SSos, dan lainnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pendataan keluarga tahun 2013 di Sumut disebutkan jumlah KK sebesar 3.254.011, Jumlah jiwa yaitu 13.710.658. Dimana jumlah perempuan 6.915.352 dan laki-laki 6.795.306.

2.184.982 Pasangan Usia Subur (PUS) dan yang ikut KB sebanyak 1.519.654 atau 69,95 persen. PUS yang bukan peserta KB yaitu yang hamil 75.233 (3,44 %), ingin anak segera 235.565 (10,78 %), ingin anak ditunda 169.312 (7,75 %), tidak ingin anak lagi 183.854 (8,41 %). Total 663.794 (30,38 %). Sedangkan Unmet Need 352.996 (16,20 %). (YN)

Kirim Komentar

Yang bertanda (*) informasi WAJIB diisi. HTML code TIDAK diizinkan

PT. STAR MEDIA INTERNUSA - http://www.harianandalas.com
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com

hit counter

Top Desktop version