Log in

Polisi Malaysia Temukan Uang Rp408 miliar dari Tas Najib


Kepala Departemen Investigasi Kejahatan Komersil Malaysia Amar Singh mengatakan 35 dari 72 tas yang disita polisi dari apartemen bekas Perdana Menteri Najib Razak berisi uang senilai USD 28,6 juta atau setara Rp 408 miliar.

"Kami sudah menghitungnya sejak 21 hingga 23 Mei dan kemarin kami duduk bersama pihak bank untuk menghitung. Saya bisa pastikan yang dalam 35 tas itu senilai 114 juta ringgit (Rp408 miliar). Uang itu dalam bentuk 26 mata uang, ringgit Malaysia, dolar Amerika, dan mata uang lainnya," ujar Singh, seperti dilansir laman Business Insider, Jumat (25/5).

Singh mengaku tidak bisa memperkirakan berapa banyak uang yang dihitung dari penyitaan sebelumnya karena uang itu terlalu banyak. Polisi bahkan sampai perlu bantuan 11 mesin hitung dan 22 petugas bank untuk menghitung semua uang dalam 26 mata uang itu.

Polisi sebelumnya menyita sejumlah tas mewah berisi uang tunai dan perhiasan dari apartemen kosong milik Najib di Pavilion Residences pada 18 Mei lalu. Tidak ada barang lain di dalam apartemen itu selain mebel, kata Singh.

Meski Singh tidak mau memastikan apartemen itu milik Najib namun pada penyitaan itu dilakukan berbarengan dengan polisi yang mulai menggeledah rumah Najib dan apartemen putra dan putrinya di Pavilion Residences. Dari rumah Najib polisi menyita uang senilai Rp1,7 miliar plus beberapa mata uang.

Polisi juga akan segera memeriksa keaslian 37 tas berisi perhiasan dan jam tangan mewah. Dari tas-tas buatan 284 perancang yang disita, kebanyakan bermerek Hermes yang harganya ditaksir bisa mencapai Rp2,8 miliar.

"Kami sudah menghubungi Hermes dan akan segera memotret lalu mengirimkannya ke Paris untuk memastikan keaslian tas itu dan harganya," kata Singh.

Dalam jumpa pers di Tingkat 36 Menara 238 Jalan Tun Razak Kuala Lumpur, Jumat, terkait 1Malaysia Development Berhad (1MDB) itu, Amar Sigh juga menjelaskan foto-foto yang dipasang di media sosial dan media cetak yang konon menunjukkan barang-barang yang disita dan uang tunai dari Najib saat penyergapan di kondominium merupakan foto-foto palsu.

"Semua itu foto-foto palsu. Saya telah menginstruksikan kepada petugas polisi bahwa mereka tidak diizinkan membawa ponsel mereka selama operasi mereka. Hanya petugas resmi yang diizinkan mengambil gambar," ujarnya.

Amar Singh meminta masyarakat tidak mempercayai foto-foto yang beredar dan tidak menyebarkannya karena polisi melakukan penyelidikan secara profesional terhadap rumah mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tersebut.

Dia mengatakan gambar barang-barang mewah yang disita seperti tas dan jam tangan akan dikirim ke para ahli di luar negeri, termasuk di Paris untuk tujuan otentifikasi.  Sejak kalah dalam pemilu 9 Mei lalu mantan Perdana Menteri Najib Razak langsung diperiksa aparat lantaran dugaan keterlibatan dirinya dalam skandal megakorupsi badan pemerintah 1MBD senilai USD 700 juta atau setara Rp9,9 triliun. (MDK/ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

25°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Aug 2018 29°C 22°C
  • 22 Aug 2018 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px