Log in

Pertemuan Trump-Kim Dijaga Pasukan Terganas Dunia


Singapura-andalas Pertemuan bersejarah antara Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura akan dijaga ketat dan dilindungi oleh prajurit yang dikenal sebagai orang-orang dari salah satu suku prajurit paling ganas di dunia yakni Gurkha Nepal.

Meski kedua pemimpin akan membawa pasukan keamanan pribadi mereka sendiri, namun polisi elite Singapura termasuk Gurkha Contingent akan mengamankan tempat pertemuan, jalanan dan hotel, tempat acara berlangsung.

Pasukan Gurkha yang direkrut oleh polisi Singapura dari perbukitan Nepal akan dilengkapi dengan pelindung tubuh, senapan serbu tempur FN SCAR buatan Belgia dan pistol di sarung kaki.

Meskipun memiliki semua persenjataan canggih, para pasukan Gurkha juga melengkapi diri dengan khukri yakni sebuah pisau melengkung berat yang menjadi senjata tradisional pilihan mereka.

"Mereka adalah salah satu yang terbaik yang ditawarkan Singapura. Saya yakin mereka akan terlibat di pertemuan puncak," kata Tim Huxley, Ahli Angkatan Bersenjata Singapura dari International Institute for Strategic Studies (IISS) dikutip dari Asia One.

Menurut IISS, 1.800 prajurit Gurkha saat ini bekerja di bawah otoritas Kepolisian Singapura. Diwarisi dari era kolonial Inggris, Gurkha terkait dengan tradisi Inggris yang telah merekrut dan membayar resimen elite tentara dari Nepal selama lebih dari 200 tahun.

Saat ini Gurkha melayani di tentara Inggris, India, Nepal, Brunei serta Singapura. Mereka telah bertempur di dua Perang Dunia termasuk di perang baru-baru ini yang terjadi di Afghanistan.

Diliput 2.500 Jurnalis

Sementara itu sekitar 2.500 wartawan lokal dan asing telah berdatangan ke pusat media di Singapura untuk mempersiapkan peliputan pertemuan tinggi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, Senin (11/6).

Lebih dari 2.500 wartawan telah terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informasi Singapura untuk meliput pertemuan sejarah besok. Hampir 80 persen dari ribuan media itu berasal dari luar Singapura.

Rombongan media ini menjadi yang terbesar yang pernah diterima Singapura sebagai tuan rumah pertemuan penting.

Berdasarkan pantauan CNNINdonesia.com, ratusan jurnalis televisi, online, hingga cetak sudah meramaikan media center sejak Senin pagi. Padahal, pertemuan puncak Kim dan Trump baru akan digelar hari ini, Selasa (12/6), pukul 09.00 waktu lokal.

Media arus utama seperti Reuters, CNN, Agence France-Presse (AF), Associated Press (AP), Jiji Press, NHK, Channel NewsAsia sudah terlihat melakukan sejumlah aktivitas di media center.

Media center berlokasi di F1 Pit Building, Marina Promade Park dan berjarak sekitar 1,4 kilometer dari lokasi pertemuan Kim-Trump di Hotel Capella, Pulau Sentosa.

Gedung serba guna seluas 23.000 meter persegi ini disulap pemerintah Singapura untuk memenuhi kebutuhan para jurnalis yang ingin meliput pertemuan Kim-Trump.

Awak media dikabarkan tidak bisa meliput langsung seluruh rangkaian pertemuan keduanya besok karena pengetatan keamanan. Namun, para wartawan masih bisa menyaksikan dialog kedua pemimpin itu secara langsung melalui media center.

Kominfo Singapura juga telah menyediakan stan-stan bagi stasiun televisi yang ingin menyiarkan langsung pertemuan dan fasilitas pendukung lainnya seperti akses internet, komputer, di gedung tersebut. (VN/CNNI)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 23 Oct 2018 28°C 22°C
  • 24 Oct 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px