Logo
Print this page

Jemaah Salat Jumat Ditembaki, 49 Meninggal


Puluhan Orang Terluka, Termasuk Dua WNI

Jakarta-andalas Seorang pria secara membabi buta dan berulang menembaki ratusan jemaah yang sedang melakukan Salat Jumat di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru. Insiden penembakan ini menewaskan sedikitnya 49 orang dan melukai puluhan orang lainnya termasuk dua Warga Negara Indonesia (WNI).

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya menjelaskan, sebanyak 6 WNI dilaporkan sedang Salat Jumat di Masjid Al Noor di Kota Chrishurch saat insiden penembakan itu terjadi.

"Mereka berhamburan keluar. Ada 3 orang berkomunikasi dengan kami dan masih bersembunyi di rumah warga. 3 lainnya belum berhasil dikontak," kata Dubes Tantowi dilansir Tempo, Jumat (15/3).

"Berharap tidak ada korban dari pihak kita dan tidak ada yang meninggal dari 4 orang yang diberitakan terluka," ujarnya.

Ketiga WNI yang bersembunyi merupakan mahasiswa dan 3 WNI lainnya belum diketahui identitasnya.

Dubes mengatakan, 2 staf KBRI di Wellington sudah terbang ke Christchurch untuk mendapatkan informasi tentang penembakan dan menemui para WNI di sana.

Dubes Tantowi menjelaskan, penembakan di Masjid Christchurh terjadi pada jam 1.40 siang waktu setempat. Situasi mencekam karena pelaku melontarkan tembakan itu berulang kali di dalam masjid yang dipenuhi umat Muslim yang sedang Salat Jumat.

Beberapa pemain tim kriket Bangladesh yang berada di dalam masjid berlari keluar gedung untuk menyelamatkan diri. Jurnalis ESPN merekam peristiwa tim kriket itu bergegas meninggalkan masjid di Kota Christchurch.

Pelaku penembakan di salah satu masjid di Christchurch, dilaporkan menyiarkan langsung aksinya saat melepaskan tembakan secara membabi buta pada Jumat (15/3) melalui Facebook Live.

Sejumlah media lokal melaporkan bahwa aksi tersebut mulai disiarkan ketika sang pelaku penembakan berkendara menuju Masjid Al Noor di Dean's Road, kemudian memarkirkan mobilnya.

Pria itu kemudian mengambil dua pistol dan berjalan ke arah masjid. Begitu tiba di dalam, ia mulai melepaskan tembakan secara membabi buta.

Setelah lima menit beraksi, pelaku kembali ke mobil untuk mengganti senjata. Ia lantas masuk lagi ke dalam masjid dan menembaki orang yang terlihat masih hidup. Reuters belum dapat mengonfirmasi keabsahan video yang kemudian viral di jagad maya tersebut.

Namun, sejumlah saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa mereka melihat pria berpakaian bergaya militer dan membawa senapan otomatis menembaki orang di Masjid Al Noor.

Enam warga negara Indonesia dilaporkan berada di Masjid Al Noor ketika penembakan terjadi. Tiga di antaranya berhasil kabur dan bersembunyi di rumah warga, sementara yang lainnya belum dapat dihubungi.

Belum tuntas kepanikan warga akibat penembakan di Masjid Al Noor, kejadian serupa dilaporkan terjadi di masjid lainnya di Linwood, yang juga berada di wilayah Chirstchurch.

Kepolisian Selandia Baru menyatakan total korban tewas bertambah menjadi 49 orang dalam peristiwa penembakan di dua masjid Kota Christchurch.

Diperkirakan 41 tewas di Masjid Al-Noor, 7 di Masjid Linwood Islamic Center, dan satu korban lainnya tewas di rumah sakit, demikian ujar Mike Bush, Komisioner Kepolisian Selandia Baru, seperti diberitakan Reuters.

Saat ini polisi telah menahan empat tersangka --tiga pria dan seorang wanita-- serta mengamankan barang bukti berupa beberapa bahan peledak yang sempat dipasangkan pada sebuah mobil. Salah satu tersangka yang diamankan adalah warga negara Australia.

Polisi juga menyarankan agar seluruh penduduk untuk sementara waktu menghindari datang ke berbagai masjid di seluruh negara. Polisi juga meminta warga Christchurch untuk menutup pintu rapat-rapat hingga ada pemberitahuan berikutnya.

Polisi mengatakan keempat tersangka yang telah ditahan tidak ada dalam daftar teroris yang mereka awasi. Polisi menduga mereka bertindak bukan atas perintah siapapun, tapi polisi tetap mengawasi pihak-pihak yang terkoneksi dengan serangan itu.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut serangan itu sebagai serangan teroris yang belum pernah terjadi sebelumnya di Selandia Baru.  Para pelaku yang sudah ditahan belum pernah masuk dalam daftar daftar terorisme.

Ardern mengatakan bahwa serangan itu telah direncanakan. Tiga orang ditangkap terkait serangan itu, sementara satu lainnya ditangkap terpisah. Ardern belum bisa rincian lebih lanjut tentang para tersangka pelaku.

Ia hanya menjelaskan ada dua bom di kendaraan para tersangka namun tidak berhasil meledak dan sudah berhasil diamankan.  

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengonfirmasi, satu dari empat orang yang ditangkap terkait penembakan masjid Selandia Baru adalah warga negaranya. ABC News melaporkan Jumat (15/3/2019), warga Australia itu diketahui adalah seorang pria berumur 28 tahun bernama Brenton Tarrant dan berasal dari Grafton.

Sebuah manifesto setebal 37 lembar seperti dikutip AP menyatakan Tarrant memang sengaja datang dari Australia untuk merencanakan dan melakukan aksinya. "Menuju masyarakat baru kita maju pantang mundur dan membicarakan krisis imigrasi massal," demikian salah satu petikan manifesto berjudul "The Great Replacement" itu. Manifesto itu juga menuliskan bahwa serangan itu adalah balasan untuk para penyerang di Tanah Eropa dan mereka yang memperbudak jutaan warga Eropa. "Kita harus memastikan eksistensi masyarakat kita dan masa depan anak-anak berkulit putih," demikian bunyi dari manifesto tersebut.

Morrison melanjutkan Australia bakal memberikan bantuan penyelidikan bagi otoritas Selandia Baru untuk mengungkap motif penembakan tersebut.     

Mengecam Keras

Presiden Joko Widodo mengaku sudah mendapatkan laporan dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terkait peristiwa penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3). Jokowi mengutuk penembakan yang disebut menewaskan lebih dari 40 orang tersebut.

"Terlepas siapa pelakunya, kita sangat mengecam keras aksi ini. Dan kita, Pemerintah Indonesia, menyampaikan duka mendalam kepada korban yang ada dari aksi tersebut," kata Jokowi di sela-sela kunjungannya di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Jumat (15/3) siang.

Jokowi mengaku belum bisa memastikan apakah ada warga negara Indonesia yang menjadi korban aksi penembakan tersebut. Menurut dia, tim perlindungan WNI di Selandia Baru saat ini sedang menuju lokasi. Jokowi mengimbau seluruh WNI di Selandia baru untuk selalu berhati-hati dan waspada setelah kejadian ini.

"Semua hati-hati dan waspada," kata Kepala Negara.

Sementara itu dua WNI terkena tembakan dalam peristiwa serangan teroris di masjid di Christchurch, Selandia Baru merupakan ayah dan anak. "Ayah dan anak yang terkena tembak di masjid tersebut," kata Juru Bicara Kemenlu RI Arrmanatha Nasir dalam pesan singkat.

Ia menjelaskan, kondisi sang ayah saat ini berada di ICU Christchurch Public Hospital. Sementara sang anak dirawat di ruang biasa di rumah sakit yang sama.

"KBRI Wellington terus berkoordinasi dengan otoritas setempat, kelompok WNI, dan rumah sakit di Christchurch," kata dia.

Diketahui, terdapat 331 WNI di Christchurch, termasuk 134 mahasiswa. Jarak Wellington ke Christchurch 440 Km. (G/TEMP/CNNI/KPC)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com