Log in

Indonesia-India Teken 15 Perjanjian Kerja Sama


Jakarta-andalas Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Rabu pagi (30/5). Jokowi mengatakan India adalah mitra strategis Indonesia di bidang perekonomian.

Menurut Jokowi, India merupakan mitra dagang ekspor terbesar Indonesia di Asia Selatan dan Asia Tengah dengan nilai hampir US$ 15 miliar.     "Wisatawan India juga meningkat tajam, naik 28 persen dengan jumlah hampir 500 ribu wisatawan di tahun 2017," katanya dalam konferensi pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta.

Sementara itu, Modi menuturkan India dan Indonesia harus bekerja sama guna mewujudkan kesejahteraan bersama. Sebabnya India sepakat untuk mengadakan kerja sama di kawasan Indo Pasifik.

Selain itu, kata Modi, India ingin meningkatkan nilai perdagangan antara kedua negara menjadi US$ 50 miliar pada 2025 mendatang.

Dalam pertemuan itu, kedua negara menandatangani sejumlah nota kesepahaman. Total ada sembilan perjanjian kerja sama government to government (G to G) dan enam non G to G.

Sejumlah kerja sama yang diumumkan pada Rabu terdiri dari sejumlah sektor seperti pertahanan, antariksa, perhubungan, dan farmasi.

MoU pertama yang disebutkan adalah persetujuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India mengenai Kerja Sama dalam Bidang Pertahanan yang telah ditandatangani oleh Menteri Pertahanan Indonesia dan Menteri Pertahanan India.

Selanjutnya, nota kesepahaman yang kedua yaitu kerangka persetujuan antara pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Republik India tentang Kerja Sama Eksplorasi dan Penggunaan Antariksa untuk Tujuan Damai yang ditandatangani oleh Kepala LAPAN RI dan Kepala ISRO India.

Menteri Perhubungan RI dan Menteri Perkeretaapian India juga telah menandatangani Memorandum Saling Pengertian mengenai Kerja Sama Teknis di Sektor Perkeretaapian.

Pemerintah Indonesia dan India juga menyepakati Nota Kesepahaman antara pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Republik India tentang Kerja Sama Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Selain itu, pemerintah kedua negara menandatangani Memorandum Saling Pengertian antara Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia dan Lal Bahadur Shastri National Academy of Administration Republik Indonesia mengenai Kerja Sama Teknik di Bidang Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara.

Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Republik India mengenai Dialog Kebijakan antara Pemerintah dan Interaksi antara Lembaga Kajian pun diumumkan dalam kunjungan PM Modi ke Istana Kepresidenan Jakarta.

Presiden dan Perdana Menteri juga menyaksikan pertukaran dokumen Memorandum Saling Pengertian antara Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga/Organisasi Pengawasan Standar Obat Pusat Republik India dalam Kerja Sama di Bidang Regulasi Produk Obat, Bahan Baku Obat, Produk Biologi dan Kosmetik.

Kedua pemerintahan juga menyepakati Pernyataan Kehendak Pembentukan Kerja Sama antara Provinsi Bali dan Uttarakhand.

Nota Kesepahaman ke-9 yang diserahkan yaitu MoU antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Republik India di Bidang Kesehatan.

Sementara itu, terdapat enam kerja sama non-pemerintah yang juga diumumkan dalam acara itu yaitu Nota Kesepahaman antara Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan International Institute of Information Technology, Bangalore, kemudian Nota Kesepahaman antara Kamar Dagang Industri (Kadin) dan Confederation of Indian Industries (CII).

Nota Kesepahaman antara PT Pindad (Persero) dan Bhukanvala, Nota Kesepahaman antara PT Kalbe Farma dan The Himalaya Drug Company, serta Perjanjian Kerja Sama Twinning Heritage Prambanan dan Taj Mahal, dan Nota Kesepahaman antara Museum Layang-layang dan Museum Ahmedabad India juga diumumkan dalam acara bersama Presiden Jokowi dan PM Modi.

Main Layang-Layang

Presiden Jokowi dan PM India Narendra Modi juga berkesempatan menerbangkan layang-layang bersama saat meninjau pameran layang-layang di Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada Rabu (30/5).

Kedua Kepala Negara tiba di Lapangan Merdeka pada sekitar pukul 12.45 WIB dengan mengendarai mobil golf dari Istana Kepresidenan Jakarta. Jokowi dan Modi kemudian memotong pita yang dikaitkan ke layang-layang gunungan raksasa.

Setelah itu, keduanya meninjau pameran layang-layang dengan tema Ramayana, dimana layang-layang yang dipamerkan berasal dari dua negara.

Keduanya kemudian naik ke panggung untuk meresmikan logo peringatan ke-70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-India.

Selepas itu keduanya berfoto bersama para ahli layang-layang dari kedua negara untuk kemudian Jokowi dan Modi menerbangkan layang-layang berlogo 70 tahun Indonesia-India.

Penerbangan layang-layang itu dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Dubes India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede, sebagai tanda dimulainya Pameran Layang-layang Bersama Indonesia dan India dengan tema Ramayana.

Layang-layang yang diterbangkan itu merupakan buatan Museum Layang-Layang Indonesia. Perdana Menteri India Shri Narendra Modi juga menabuh beduk di Masjid Istiqlal, Jakarta saat kunjungannya ke Indonesia.

Pemukulan beduk itu dilakukan PM Modi saat meninjau masjid yang dibangun pada tahun 1951 didampingi oleh Presiden Joko Widodo. PM Modi bersama Presiden Jokowi tiba di masjid melalui Pintu VVIP Al Malik pada sekitar pukul 13.10 WIB usai meninjau Pameran Layang-Layang India-Indonesia di Lapangan Silang Monas, Jakarta.

Kedua pemimpin itu mengobrol hangat saat berjalan bersama di karpet yang digelar di selasar Masjid Istiqlal. Saat kunjungan ke Istiqlal, PM Modi mengenakan pakaian khas India berwarna putih dan rompi cokelat, sementara Presiden Jokowi memakai jas hitam berdasi merah.

Setelah memberikan keterangan mengenai sejarah beduk, pengurus masjid mencontohkan lantunan tabuhan pemukulan beduk kepada Perdana Menteri.

Kemudian, PM Modi menabuh beduk yang berumur 300 tahun itu mengikuti irama yang dicontohkan. Usai memukul beduk, acara dilanjutkan dengan meninjau ruangan utama Masjid Istiqlal untuk melihat bagian kubah.

PM Modi berada di Indonesia untuk melakukan kunjungan resmi selama 3 hari sejak 29 Mei 2018. Selain PM Modi, pejabat India yang juga pernah meninjau Masjid Istiqlal adalah Wakil Presiden India Mohammad Hamid Ansari saat kunjungannya pada November 2015. Saat itu, sebuah patung Mahatma Gandhi juga diresmikan di Universitas Udayana sebagai lambang persahabatan kedua negara yang semakin erat. (TEMP/TID/ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 82%

Wind: 6.44 km/h

  • 25 Jun 2018 28°C 22°C
  • 26 Jun 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px