Log in

Gempa Besar Guncang Irak-Iran


Ratusan Orang Tewas, Ribuan Korban TerLuka

Baghdad-andalas Korban tewas akibat guncangan gempa besar berkekuatan 7,3 skala richter (SR) yang memorak-porandakan permukiman penduduk di perbatasan Iran-Irak pada Minggu malam (12/11), telah mencapai ratusan orang,

Gempa yang guncangannya terasa di beberapa provinsi di Iran yang berbatasan Irak, termasuk Ibu Kota Iran, Teheran, serta di negara lain seperti Turki, Armenia, Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UAE) itu juga mengakibatkan ribuan orang terluka. Lebih dari 20 desa di Provinsi Kermanshah di Iran barat telah rusak, dan pasokan air serta listrik terganggu.

Lebih dari 30 tim layanan darurat Iran telah dikirim ke wilayah yang diguncang gempa dan beberapa helikopter mengirim keperluan dasar, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin (13/11) sore.

Juga terjadi gempa susulan di daerah tersebut, kata stasiun televisi Iran. Media setempat melaporkan kekuatan gempa bervariasi dari 4,5 sampai 7,3 pada Skala Richter.

Esmail Najar, Kepala Organisasi Penanganan Bencana Nasional, mengatakan sejumlah orang yang cedera mungkin terjebak di bawah reruntuhan di Kabupaten Qasr-e-Shirin di Provinsi Kermanshah.

Hingga Senin (13/11), jumlah korban tewas dilaporkan telah mencapai 328 orang. Stasiun televisi Iran menyebut gempa juga mengakibatkan 3.950 orang terluka. Angka korban tewas diprediksi terus bertambah jika tim SAR sudah berhasil mencapai kawasan yang sulit dijangkau.

Dikutip dari Reuters, gempa bumi dirasakan di sejumlah kawasan barat Iran. Tapi gempa paling dahsyat terasa di Kermanshah, yang sudah menyatakan berada dalam kondisi berduka selama tiga hari.  Lebih dari 236 korban tewas berasal dari Kota Sarpol-e-Zahab di Kermanshah, sekitar 15 kilometer dari perbatasan Irak.

Stasiun televisi Iran mengatakan gempa menyebabkan kerusakan besar di sejumlah desa yang rumahnya dibuat dari batu bata. Petugas mencoba mencari warga yang terperangkap di bawah bangunan yang runtuh.

Gempa juga memicu longsor yang menyulitkan proses pencarian bantuan, ujar stasiun televisi pemerintah. Setidaknya 14 provinsi di Iran menjadi korban gempa.

Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan rasa duka citanya. Ia mendorong seluruh lembaga pemerintah memberikan bantuannya kepada mereka yang terdampak.

"Masih ada korban yang tertimbun reruntuhan. Kami berharap jumlah korban tewas dan luka tidak banyak bertambah. Tapi angka ini pasti akan naik," kata Wakil Gubernur Mojtaba Nikkedar kepada stasiun televisi setempat.

Pusat gempa berada di Provinsi Sulaimaniyah di kawasan Kurdistan dekat dengan perbatasan Iran.  Aliran listrik padam di sejumlah kota Iran dan Irak, sementara kekhawatiran akan munculnya gempa susulan membuat ribuan warga di kedua negara berkumpul di jalanan dan ruang terbuka dalam cuaca dingin.

"Gelapnya malam menyulitkan helikopter terbang ke area yang terdampak gempa, sementara beberapa jalan juga mengalami kerusakan. Ini membuat kami mengkhawatirkan situasi di desa-desa terpencil," kata Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani Fazli dalam wawancara dengan televisi milik negara.

Banyak rumah di kawasan perdesaan Iran terbuat dari tanah liat yang rentan oleh gempa. Sebuah gempa dengan kekuatan antara 7 sampai 7,9 SR bisa menimbulkan kerusakan besar.

Beberapa warga setempat di media sosial mengaku sempat merasakan sejumlah gempa susulan. Sementara itu stasiun televisi melaporkan bahwa sekolah-sekolah meliburkan siswanya di Provinsi Kermanshah dan Ilam pada Senin (13/11).

Di Irak, kerusakan paling parah terjadi di Kota Darbandikhan, sekitar 75 km sebelah timur Kota Sulaimaniyah di kawasan semi otonom Kurdistan.

Lebih dari 30 orang menderita luka di kota tersebut, kata Menteri Kesehatan Kurdi, Rekawt Hama Rasheed. "Situasi di sana sangat kritis," kata Rasheed kepada Reuters. Rumah sakit utama di distrik itu juga menderita kerusakan berat dan harus bertahan tanpa aliran listrik, kata Rasheed.

Di Halabja, sejumlah pejabat lokal mengatakan bahwa seorang bocah 12 tahun tewas tersengat listrik saat sebuah kabel jatuh akibat gempa. Badan meteorologi Irak menyerukan agar warga menghindari berada di dekat bangunan dan menggunakan tangga berjalan.

Sementara itu di kawasan tenggara Turki, para warga Kota Diyarbakir juga mengaku merasakan guncangan hebat. Hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban di kota tersebut.

Bulan Sabit Merah di Turki mengaku sudah mengumpulkan 3.000 tenda dilengkapi penghangat ruangan, 10.000 tempat tidur darurat, dan akan segera mengirimkannya ke kawasan perbatasan Irak.

"Kami berkoordinasi dengan Bulan Sabit Merah di Iran dan Irak. Kami juga sudah siap mengirimkan bantuan ke Erbil di kawasan utara Irak," kata dia.

Tidak Ada Korban WNI

Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, mengimbau semua warga negara Indonesia yang berada di negara itu untuk meningkatkan kewaspadaan pascagempa 7,3 SR mengguncang Provinsi Sulaymaniyah di wilayah perbatasan Iran dan Irak pada Minggu malam (12/11).

Kedutaan Besar RI di Tehran melaporkan hingga saat ini tidak ada WNI yang dilaporkan menjadi korban di sekitar wilayah yang dekat pusat gempa, terutama di Kermanshah dan Khuzestan, dua provinsi di Iran yang terdampak parah akibat gempa, demikian disebutkan dalam keterangan resmi Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Tehran yang diterima di Jakarta, Senin.

KBRI Tehran meminta WNI yang jumlahnya sekitar 350 orang di Iran untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan, terutama bagi yang akan bepergian ke Kermanshah dan Khuzestan yang terletak sekitar 400 Km dari Qom, wilayah dengan konsentrasi WNI paling besar, yakni 180 orang.

Selain itu, diharapkan semua WNI untuk membawa identitas diri selama bepergian dan senantiasa menjalin komunikasi dengan KBRI dan sesama WNI di Iran.

KBRI Tehran juga membuka saluran langsung 24 jam yang dapat digunakan bagi WNI dan masyarakat Indonesia yang ingin memiliki anggota keluarga di Iran, di nomor +98 912 006 7021, +98 912 963 2269 dan +98 912 824 1668 atau nomor kantor +98 21 8871 5558.

Iran adalah salah satu negara yang secara seismik aktif di dunia, dan dilintasi oleh beberapa lempeng utama gempa, yang mencakup sedikitnya 90 persen negeri itu. Akibatnya ialah gempa yang menghancurkan terus-menerus terjadi.

Gempa paling mematikan yang mengguncang dalam sejarah modern Iran terjadi pada Juni pada 1990 di Iran Utara. Gempa tersebut menewaskan tak kurang dari 37.000 orang dan menghancurkan Kota Besar Rudbar, Manjil dan Lushan, selain ratusan desa. (RED/ANT/REP/DBS)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 80%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Nov 2017 28°C 23°C
  • 22 Nov 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px