Log in

Anwar Ibrahim Bebas, Mahathir Akan Penjarakan Najib

Anwar Ibrahim mengecup kening istrinya Wan Azizah Wan Ismail. Anwar Ibrahim mengecup kening istrinya Wan Azizah Wan Ismail.

Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat (PKR) Datuk Seri Anwar Ibrahim, Rabu (16/5), resmi bebas dari hukuman penjara yang dia jalani selama lima tahun di Penjara Sungai Buloh.

Anwar Ibrahim keluar dari Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras, tempat dia selama ini menjalani perawatan, pukul 11.30 waktu setempat, tanpa memberikan pernyataan apapun kepada puluhan media nasional dan internasional yang sudah menunggunya.

Belasan polisi dan petugas penjara mengawal ketat keluarnya Anwar dari rumah sakit. Puluhan fotografer mengejar Anwar yang sudah masuk ke rumah sakit hingga pintu gerbang keluar rumah sakit.

Anwar yang ditemani istrinya Wakil Perdana Menteri Dr Wan Azizah Wan Ismail kemudian menuju Istana Negara untuk bertemu dengan Yang Mulia Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong XV Sultan Muhammad V.

Sebelumnya, Menteri Besar Selangor dari PKR yang baru dilantik Datuk Azmin Ali terlihat di Rumah Sakit Rehabilitasi Cheras dengan membawa surat pengampunan dari agong atau raja yang diberikan ke Anwar Ibrahim.

Datuk Pengelola Bangsawan Diraja Dato' Wan Ahmad Dahlan B Hj AB Aziz melalui siaran pers mengatakan pengampunan penuh kepada Datuk Seri Anwar Ibrahim telah diberikan dalam Pertemuan Lembaga Pengampunan Bagi Wilayah-Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Labuan, dan Putrajaya yang ke-51 pada 16 Mei 2018.

Setelah dirinya bebas, Datuk Seri Anwar Ibrahim mengaku dirinya tidak dendam pada eks Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, yang telah menjebloskannya ke penjara atas kasus sodomi. Anwar bahkan menyebut dirinya telah memaafkan Najib.

Namun, Anwar menegaskan Najib harus memberikan penjelasan kepada rakyat soal ketidakadilan yang dilakukannya selama menjabat PM Malaysia.

“Saya tidak punya dendam terhadapnya (Najib-red), saya telah memaafkan dia dan ingin melanjutkan hidup,” ucap Anwar dalam konferensi pers di kediamannya di Segambut, Kuala Lumpur, seperti dilansir Malay Mail, Rabu (16/5).

“Tapi Najib telah melakukan ketidakadilan terhadap rakyat dan dia harus menjelaskannya kepada rakyat,” imbuhnya, merujuk pada skandal korupsi yang menyeret Najib.

Diketahui bahwa Anwar pernah dua kali terjerat kasus sodomi. Kasus pertama menjeratnya tahun 1998, saat dia menjabat Wakil PM Malaysia di bawah Mahathir, yang tercatat sebagai PM Malaysia terlama (1981-2003).

Saat itu, Anwar dicopot dari jabatannya karena diselidiki atas kasus korupsi dan sodomi. Tahun 1999, Anwar divonis 6 tahun penjara atas dakwaan sodomi dan 9 tahun penjara atas dakwaan korupsi. Anwar bebas tahun 2004 setelah vonis untuk kasus sodomi digugurkan.

Tahun 2008, saat Najib berkuasa, Anwar dituduh melakukan sodomi terhadap mantan ajudan pribadinya. Persidangan kasus sodomi jilid kedua dimulai tahun 2010 dan berakhir tahun 2014 saat pengadilan Malaysia menjatuhkan vonis 5 tahun penjara. Anwar mengajukan banding ke pengadilan federal, yang malah memperkuat vonis 5 tahun penjara. Keluarga Anwar sempat mengajukan permohonan royal pardon tahun 2015, namun ditolak.

Pada Rabu (16/5) ini, Anwar akhirnya mendapat royal pardon, berupa pengampunan penuh, dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V. Dalam konferensi pers terbaru, Anwar menyebut kasus yang menjeratnya merupakan hasil dari ‘kebohongan dan penyalahgunaan kekuasaan’.

“Dalam kasus saya, kami berargumen bahwa ada kegagalan peradilan, ada cemoohan untuk peradilan … seluruh hukuman dihapus,” tegasnya.

Sementara itu, terhadap Mahathir yang pernah menjadi rival politiknya, Anwar menegaskan konflik di antara keduanya sungguh telah berakhir. Anwar mendukung penuh pemerintahan Mahathir yang telah dilantik menjadi PM Malaysia yang baru.

“Saya dan Mahathir telah mengakhiri konflik, sudah sejak lama sekali. Saya telah memaafkannya, dia telah membuktikan diri. Dia berjuang dan bekerja keras tanpa kenal lelah. Dia mendukung agenda reformasi. Dia memfasilitasi pembebasan saya. Mengapa saya harus memendam kebencian kepadanya?” jawab Anwar, yang kini satu koalisi dengan Mahathir.

Bekas Timbalan Perdana Menteri itu menyatakan, keutamaannya sekarang ialah memperjuangkan nasib rakyat. "Keutamaan saya sekarang ialah memperjuangkan rakyat, saya dah maafkan Mahathir dan beliau juga telah membuktikan pengorbanannya.

"Ia memang bagaikan dejavu tapi Mahathir dah menyokong agenda reformasi, beliau juga telah perjuangkan pembebasan saya," ujar Anwar.

Sementara itu dilansir dari Strait Times, istri Anwar Ibrahim, Wakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail, menyatakan pemerintah tidak perlu terburu-buru menjadikan suaminya sebagai PM Malaysia.

"Saat ini, kami ingin pemerintah dipimpin oleh (Perdana Menteri) Tun Dr Mahathir Mohamad berjalan dengan lancar."

Ditambahkan Wan Azizah lebih lanjut: "Kami ingin pemerintahannya membawa perubahan dan reformasi yang dibutuhkan." Wan Azizah meninggalkan karier cemerlangnya sebagai dokter ketika harus mendampingi suaminya yang diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia tahun 1993 silam, sebelumnya akhirnya Anwar dipecat.

Penjarakan Najib

Sementara itu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan dia mungkin tetap sebagai Perdana Menteri Malaysia untuk "satu atau dua tahun," setelah sebelumnya setuju untuk kemudian menyerahkan jabatannya kepada Anwar Ibrahim.

Pria berusia 92 tahun itu mengatakan bahwa Anwar - mantan musuh berubah menjadi sekutu - mungkin hanya bergabung dengan kabinet untuk sementara waktu setelah dia dibebaskan dari penjara pada Rabu.

Mahathir juga berjanji akan menginvestigasi berbagai kejahatan yang dilakukan pemerintahan mantan PM Najib Razak yang digulingkannya pada pemilu pekan lalu.

Mahathir meminta seluruh kementerian untuk tidak merusak atau menghancurkan dokumen apa pun. Dia juga akan mengumumkan ketua komisi antikorupsi baru dan mengganti jaksa agung yang membebaskan Najib Razak dari skandal miliaran dolar terkait dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dalam konferensi pers, Selasa (15/5), Mahathir menjelaskan, pemerintahannya mengetahui keberadaan Low Taek Jho yang dituduh menggelapkan dana 1MDB. Najib mendirikan lembaga itu pada 2009 dan pernah menjabat sebagai chairman dewan penasihat. Dia dan 1MDB sendiri membantah terlibat dalam skandal korupsi tersebut.

“Kita tidak bisa melakukan segalanya pada saat bersamaan,” kata Mahathir menjawab pertanyaan jurnalis tentang kemungkinan penyelidikan kejahatan lainnya.

“Kita memerlukan waktu. Banyak kejahatan yang dilakukan pemerintahan sebelumnya. Kita tidak bisa menyelidiki semuanya dalam satu hari. Kamu harus bersabar,” ujarnya dilansir Reuters.

Mengenai Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, yang dilarang meninggalkan Malaysia, Mahathir menegaskan, dirinya tidak tahu berapa banyak orang yang dicekal ke luar negeri. “Tapi bukan hanya Najib dan Rosmah,” tuturnya.

Pada 2016, jaksa penuntut umum membersihkan nama Najib setelah mengatakan uang dalam rekeningnya adalah "sumbangan pribadi" dari seorang anggota keluarga kerajaan Saudi, dan sebagian besar dikembalikan. Arab Saudi mengatakan itu adalah "sumbangan asli" tanpa menjelaskan tujuan dari dana tersebut.

Koalisi empat partai yang dipimpin Mahathir dan Anwar memenangkan pemilihan umum pekan lalu, menggulingkan koalisi Barisan Nasional untuk pertama kalinya dalam sejarah Malaysia. Mahathir dilantik sebagai Perdana Menteri pada Kamis pekan lalu, menjadi pemimpin negara tertua yang terpilih secara demokratis.

"Awalnya, mungkin selama satu atau dua tahun, saya akan jadi Perdana Menteri," kata Mahathir melalui panggilan video kepada konferensi CEO Wall Street Journal di Tokyo, dikutip Reuters.

"Saya akan menjalankan peran di balik layar bahkan setelah saya mengundurkan diri."

Saat berkampanye, Mahathir yang sempat berkuasa selama 22 tahun sejak 1981, berjanji akan mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaan kepada Anwar begitu ia diampuni.

Namun, keduanya dihadapkan pada perbedaan pendapat terkait formasi kabinet, dan dalam kesempatann ini Mahathir menegaskan bahwa dirinyalah yang berwenang.

"Saya memperkirakan dia akan menjalani peran sebagai pemimpin tiga partai lain. Tidak akan ada kekuasaan khusus yang diberikan selain yang diberikan kepada menteri atau wakil menteri," kata Mahathir. Dia juga mengatakan dirinyalah yang akan menentukan keputusan final terkait pos di kabinet. (ANT/DTC/SN/CNNI)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 19 Sep 2018 31°C 21°C
  • 20 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px