Log in

26 Orang Tewas dalam Penembakan di Texas


Houston-andalas Sebanyak 26 orang ditembak hingga tewas setelah seorang lelaki bersejata melepaskan tembakan selama missa di Sutherland Springs, Texas, kata Gubernur Greg Abbott pada Ahad (5/11).

Gubernur Abbott mengatakan penembakan itu adalah yang paling mematikan dalam sejarah negara bagian tersebut. Beberapa pejabat mengatakan korban berusia antara lima dan 72 tahun.

Jaksa Agung Texas Ken Paxton mengatakan kepada media setempat seorang lelaki berjalan memasuki gereja tersebut sekitar pukul 11.30 Ahad dan melepaskan tembakan ke arah kerumunan orang.

Para pejabat telah mengidentifikasi penembak itu sebagai Devin Kelly (26), demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin (6/11) pagi. Tersangka pelaku penembakan di Texas memiliki senapan serang, memakai rompi anti-peluru, kata media setempat.

Menurut Komisaris Wilson County Larry Wiley, lelaki bersenjata tersebut tewas sekitar sembilan kilometer dari lokasi penembakan di Guadalupe County setelah dipojokkan oleh polisi.

Sedikitnya delapan orang yang cedera kini dirawat di University Hospital di San Antonio, kata wanita Juru Bicara Leni Kirkman. Ia menambahkan rumah sakit itu mungkin menerima pasien lagi.  Wilson County News sebelumnya, dengan mengutip Sheriff Joe Tackitt, melaporan telah jatuh "banyak korban jiwa dan cedera".

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin mengatakan bahwa penembakan massal di gereja Texas, yang menewaskan sedikit-dikitnya 26 orang, terjadi karena "persoalan kesehatan mental."

Dia menegaskan bahwa penembakan itu tidak terjadi karena masalah aturan penjualan bebas senjata, yang menjadi masalah politik hangat di Amerika Serikat.

Saat ditanya dalam jumpa pers di Tokyo mengenai kebijakan yang akan ia dukung sebagai tanggapan atas penembakan tersebut, Trump mengatakan bahwa berdasarkan laporan awal, sang pelaku adalah "orang gila, yang punya banyak masalah".

"Kami punya banyak masalah kesehatan mental di negara kami, sebagaimana juga terjadi di negara lain. Itu bukan masalah persenjataan," kata dia.

"Untung saja ada orang lain yang juga membawa senjata dan menembak pelaku," kata Trump.

"Itu masalah kesehatan mental dalam tingkat tertinggi. Itu peristiwa menyedihkan, sangat menyedihkan," kata Trump yang berada di Jepang untuk melakukan kunjungan 12 hari ke lima negara Asia.

Sementara itu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Houston menyampaikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan yang terjadi di sebuah gereja di San Antonio, Texas, Amerika Serikat.

"Sampai saat ini tidak ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dari penembakan di San Antonio," kata pernyataan pers dari KJRI Houston, seperti dilansir laman resmi Twitter Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Senin.

Pemerintah Indonesia menyampaikan simpati dan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarganya. Menurut keterangan dari KJRI Houston, jumlah WNI di wilayah Texas State sekitar 9.186 orang. Bagi warga Indonesia di wilayah Texas yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi "hotline" KJRI Houston pada nomor +1 346 932-7284. (ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Nov 2017 29°C 22°C
  • 21 Nov 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px