Logo
Print this page

Wartawan Dikejar Pakai Parang


Diduga Terkait Pemberiaan Jackpot

Medan-andalas Wartawan Harian Metro 24, Ahmad, nyaris menjadi korban pembacokan anak pemilik mesin judi jackpot. Pelaku diduga tak senang. Namun, pelaku diduga salah sasaran karena bukan Ahmad yang membuat berita tentang jackpot tersebut.

Peristiwa itu dialami korban di Jalan Besar Delitua, Gang Koramil, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang, beberapa pekan lalu. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Delitua dan dijadwalkan, Senin (2/3), penyidik memeriksa saksi.

"Besok (hari ini) jadwal pemeriksaan saksi," kata Ahmad kepada rekannya sesama jurnalis di Medan, Minggu (1/3). Menurutnya, aksi brutal pelaku terjadi ketika Ahmad pulang ke rumah orang tuanya di Jalan Besar Delitua, Gang Koramil, Delitua. Saat sedang duduk di kedai kelontong dekat rumah orang tuanya, Ahmad dihampiri pelaku bernama Agung mengucap kata ancaman.

"Saat itu, dia bilang nggak ada itu. Pasir itu semua. Dia mengatakan itu dengan nada tinggi," kenang Ahmad. Ancaman itu disikapi dingin oleh Ahmad, dan memilih balik ke rumah orang tuanya naik sepeda motor. Namun, pelaku mengejarnya sambil menggeber sepeda motornya. "Aku bingung awalnya, kenapa anak ini (pelaku-red). Apa masalah dia sama aku. Sementara aku tak kenal dengan dia," kesal Ahmad.

Karena itu, korban kembali mendatangi Tempat Kejadiaan Perkara (TKP), dan kembali bertemu dengan pelaku. "Aku tanya sama dia, apa masalahmu sama aku. Kemudian, dia langsung berang dan mau memukulku. Untungnya saat itu ada beberapa warga yang melerai sehingga tidak terjadi perkelahian antara kami," tuturnya.

Tapi, ketika warga mencoba melerai, pelaku kembali melontarkan nada ancaman kepada Ahmad. Pelaku pulang sambil berteriak-teriak. "Awalnya aku pikir sudah selesai, rupanya tidak. Dia pulang mengambil parang dan hendak membacok ku," sebutnya. Belakangan diketahui, ternyata pelaku adalah anak dari pemilik judi jackpot di Gang Bakti Delitua. Pelaku baru keluar dari penjara atas kasus tindak pidana.

"Sementara setelah ku selidiki, ternyata perbuatan pelaku diduga dipicu adanya pemberitaan judi dingdong (jackpot, red) di Delitua. Padahal, aku tidak pernah buat berita judi dingdong. Sebab, lokasi kerja (pos) ku bukan di Delitua, melainkan di Polda Sumut," terangnya.

"Saya sangat mengapresiasi sikap Polsek Delitua yang cepat datang menanggapi laporan tersebut. Sekarang saya akan segera melengkapi saksi sesuai arahan penyidik," pungkasnya. Sebelumnya, Kapolsek Delitua Kompol Zulkifli Harahap ketika dikonfirmasi meminta agar korban menghadirkan dua saksi di TKP. (DA)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com