Log in

Urus Paspor Indonesia, WN Bangladesh Ditangkap

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Samuel Toba dan jajaran perlihatkan dokumen PS Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Samuel Toba dan jajaran perlihatkan dokumen PS

Medan-andalas Seorang Warga Negara (WN) Bangladesh berinisial PS tertangkap petugas kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan saat hendak membuat paspor Indonesia dengan dokumen palsu.

Penangkapan pria yang baru satu bulan tinggal di Indonesia itu berawal dari kecurigaan petugas wawancara permohonan Paspor RI, menemukan kejanggalan terhadap PS yang mengaku sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Saat proses pembuatan paspor, pelaku sudah membawa dokumen palsu berupa surat keterangan pengganti KTP el, kartu keluarga dan lainnya yang menunjukan seolah-olah kelahirannya sesuai domisilinya yakni di Medan.

"Setelah diperiksa semua palsu. Kita menemukan paspor dari negara asal di rumah PS," kata Kepala Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Samuel Toba didampingi Kasi Inteldakim, M Rio Andrireza, Kasi Lalintalkim, Benny Harahap, dan Kasi Insarkom, Kris Bangun di ruang kerjanya, Selasa (8/10).

Kepada petugas, dia mengaku telah berada di Indonesia selama satu bulan. Dia masuk melalui Bandara Soekarno Hatta dan ke Medan untuk menemui istri dan anak-anaknya.

Di Medan, dia membayar orang untuk mengurus KK, buku nikah, akte lahir dan surat keterangan pengganti KTP el.

"PS bekerja sebagai buruh bangunan lepas di Malaysia. Awalnya, dia dahulu yang masuk ke Indonesia lalu disusul istrinya," ungkap Samuel.

Hingga saat ini, petugas Imigrasi masih menyelidiki motif warga Bangladesh tersebut mengajukan paspor RI. Diduga, keduanya bermaksud membuat paspor RI untuk menghindari hukuman dari Imigrasi Indonesia karena izin tinggal mereka telah habis masa berlakunya.

"Kita masih dalami motifnya. Kita juga masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengecek keabsahan surat-surat yang dimilikinya," tambahnya.

PS diamankan di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan untuk proses lebih lanjut dan akan dikenakan hukuman sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.

"Dia dipersangkakan melanggar Pasal 126 Huruf C Undang-Undang RI No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," tukasnya. (THA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px