Log in

Tujuh Terdakwa Penggelapan Barang Perusahaan Disidangkan


Medan-andalas Tujuh terdakwa kasus penggelapan barang senilai Rp 800 juta lebih di perusahaan CV 3A menjalani sidang perdana di ruang Cakra IV Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (10/9).

Ketujuh terdakwa, yakni Syahroni (31), Kepala Gudang I Bagus Plafon di Perusahaan CV 3A, Raimundus Oenunu (30), Kepala Gudang II, keduanya warga Desa Sukamaju Perumahan Rorinata Residence Tahap 8 Blok F, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

Sementara, lima terdakwa lainnya dalam berkas terpisah yang juga karyawan perusahaan CV 3A, yakni M Pra Aditya Nasution (23) dan Sawaludin (19), keduga sales, M Anwar (31) dan Jhun Suprayoga (29), serta Dedi Susanto (32), sopir di perusahaan CV 3A.

Dalam persidangan beragendakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Priono Naibaho diwakili Jaksa Pengganti Henti Pasaribu mengatakan, bermula pada 2016 terdakwa Syahroni menjabat sebagai Kepala Gudang I yang bertugas dan bertanggung jawab sebagai penerima dan mengeluarkan barang dari CV3A.

Selain itu, terdakwa Syahroni bertugas melihat kwitansi barang yang masuk ke CV 3A dan membuat laporan pengantaran harian barang dan yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan CV3A Hendra Kusuma selaku pemilik dari perusahaan.

Sedangkan terdakwa Raimundus Oenunu menjabat sebagai Kepala Gudang II yang juga bertanggung langsung kepada saksi korban.

"Pada tahun 2016 terdakwa Syahroni bekerja sama sekaligus diajarkan cara melakukan penipuan atau penggelapan dalam jabatan oleh Fariz dan Mayang (sebagai Admin yang telah Resign pada tahun 2017) yang merupakan karyawan Perusahaan CV 3A bertugas membuat bon palsu agar barang yang akan digelapkan oleh terdakwa Syahroni dapat dikeluarkan dari Gudang," terang Jaksa Henti Pasaribu.

Faris dan Mayang juga bertugas untuk tidak memasukkan data barang-barang yang keluar dari Gudang ke data penjualan perusahaan. Adapun barang yang telah digelapkan terdakwa Syahroni adalah berupa barang jenis Plafon merk Bagus Plafon PVC milik Perusahaan CV 3A.

"Terdakwa Syahroni memulai melakukan penipuan dan penggelapan terhadap barang Perusahaan tempat terdakwa Syahroni bekerja mulai Tahun 2016 yang pertama kali sekitar 50 kotak dengan nilai harga jual Rp30 juta," sebut JPU.

Pada 2017, terdakwa kembali melakukan penggelapan terhadap barang milik Perusahan CV3A berupa Plafon PVC sebanyak 40 kotak dengan harga jual setiap kotaknya sebesar Rp24 juta.

Selanjutnya, pada 2018, terdakwa Syahroni menggelapkan barang yang sama sekitar 80 kotak dengan harga Rp48 juta dan pada tahun 2019, terdakwa kembali menggelapkan barang yang sama sebanyak 35 kotak dengan harga jual sebesar Rp21 juta.

"Keseluruhan uang hasil dari menggelapkan barang-barang tersebut dibayarkan pelanggan dengan cara mentransfer ke rekening bank milik terdakwa Syahroni," beber jaksa Henti di hadapan majelis hakim diketuai Dominggus Silaban.

Saat melakukan penipuan atau penggelapan terhadap barang-barang milik CV 3A, terdakwa Syahroni tidak seorang diri, melainkan dibantu terdakwa Raimundus. Uang hasil penggelapan barang tersebut dibagi dua.

"Sementara itu, terdakwa lainnya membantu terdakwa Syahroni menawarkan barang untuk dijual kepada pelanggan," ungkap jaksa.

Dalam penjualan, keuntungan yang didapat terdakwa M Pra Aditya sebesar Rp300 ribu per kotak, sedangkan terdakwa Sawaludin sebesar Rp100 ribu per kotak. Terdakwa Syahroni juga dibantu beberapa sopir perusahaan CV 3A sebagai pengantar barang berupa Platon PVC yang digelapkan kepada pelanggan.

Ketiga terdakwa berperan sebagai pengantar barang mendapatkan keuntungan masing-masing sebesar Rp300 ribu per kotaknya. Namun, pada akhirnya perbuatan terdakwa Syahroni dan terdakwa Raimundus diketahui  saksi korban pada Senin (1/7/2019) sekira pukul 14.00 WIB.

"Saksi korban merasa curiga dengan hasil cek fisik terhadap barang berupa Platon PVC di gudang milik CV3A sampai akhirnya mengetahui para terdakwa telah melakukan penipuan atau penggelapan," kata jaksa.

Akibat yang ditimbulkan dari perbuatan ketujuh terdakwa berupa kerugian materil hingga totalnya sekitar Rp 802.843.500.

Perbuatan ketujuh terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 374 KUHPidana dan atau pasal 378 KUHPidana jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan atau Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim menunda persidangan pekan depan dengan agenda keterangan saksi. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px