Log in

Terdakwa Tidak Ditahan Jaksa, Pemilik Lahan akan Laporkan Kejatisu

Tersangka Apriliani diabadikan dalam satu kesempatan di Kejatisu, Senin (16/9). Tersangka Apriliani diabadikan dalam satu kesempatan di Kejatisu, Senin (16/9).

Medan-andalas Anto (33), korban dan pemilik tanan seluas 2.349 M2 di Jalan Pancing II Kelurahan Besar d/h Kampung Besar, Kecamatan Medan Labuhan akan melapor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) ke Kejaksaan Agung di Jakarta dalam waktu dekat ini.

Laporan itu disampaikan karena kekecewaannya atas sikap jaksa yang tidak melakukan penahanan terhadap terdakwa yang telah menjual tanahnya.

"Kita sangat kecewa atas sikap Kajaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) tak melakukan penahanan terhadap Apriliani, tersangka kasus menggunakan surat palsu menjual tanah milik saya seluas 2.349 M2 di Jalan Pancing II Kel Besar d/h Kampung Besar, Medan Labuhan," kata Anto kepada wartawan, Senin (16/9) siang.

Anto menyebut, dalam kasus ini, berdasarkan sertifikat hak milik yang dikeluarkan kantor pertanahan kota Medan dengan Nomor 4852, lahan itu telah dijual Apriliani kepada Lo Ahong.

"Ditengarai, Apriliani membuat surat pernyataan palsu. Bahkan tersangka nekat menyuruh membuat surat palsu berupa keterangan ahli waris di hadapan notaris. Apriliana mengaku sebagai ahli waris satu satunya dari Ng Giok Lan dan Ng Guan Lai," sebut korban.

Anto mengaku sangat terkejut begitu mengetahui lahannya telah terjual tanpa sepengetahuannya.

"Padahal, pemilik tanah seluas 2.349 M2 di Jalan Pancing II Kelurahan Besar d/h Kampung Besar, Medan Labuhan itu jelas adalah saya yang sah, bukan Apriliani, warga Jalan Marelan Raya Pasar IV Lingkungan XI Kelurahan Regas Pulau, Kecamatan Medan Marelan," terang korban.

Atas perbuatan Apriliani, korban membuat laporan polisi (LP) ke Poldasu dan kini jaksa Kejatisu telah menyatakan berkas tersebut lengkap (P22). Namun, korban menyayangkan Kejatisu tidak melakukan penahanan terhadap Apriliani.

"Maka dari itu, dengan tegas saya katakan akan melaporkan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) ke Jaksa Agung di Jakarta dalam waktu dekat ini," ujar Anto.

Sementara, Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian saat dikonfirmasi tentang status tersangka Apriliani menyatakan, pihaknya memang tidak melakukan penahanan kendati berkas perkaranya telah P22 (tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan polisi).

Sumanggar mengatakan, Apriliani tidak ditahan (tahanan kota) karena adanya jaminan dari keluarganya. Tersangka juga tidak ditahan karena dinilai kooperatif.

Disinggung kalau korban (Anto) akan melaporkan ke Kejagung dan Pengawas Kejatisu, Sumanggar mempersilahkannya karena itu hak setiap orang yang berurusan dengan hukum.

"Itu hak korban untuk melapor, baik itu ke ke Kejagung ataupun ke Jaksa Pengawas Kejatisu. Soal itu (melapor) haknya korban, kita tidak bisa menghalangi," ujar Sumanggar. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px