Log in

Sumbangkan Hasil Curian ke Tempat Ibadah, Boby Nangis Divonis Dua Kali Lipat

Boby Satana dan Fery Handoko menangis dihukum dua kali lipat di PN Medan, Rabu (17/7). Boby Satana dan Fery Handoko menangis dihukum dua kali lipat di PN Medan, Rabu (17/7).

Medan-andalas Majelis hakim diketuai Jarihat Simarmata memvonis 2 terdakwa kasus tindak pidana pencurian dengan hukuman bervariasi, dalam sidang yang digelar di ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (17/7) sore.

Kedua terdakwa masing-masing, Boby Satana (31), warga Jalan Kapten Muslim Gang Mortir No 289 Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan dan Feri Handoko alias Ucup (26), warga yang sama.

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Boby Satana selama 8 tahun penjara dalam dua kasus yang sama di tempat yang berbeda dengan rincian masing-masing 4 tahun penjara dan terdakwa Feri Handoko dihukum 3 tahun penjara," ujar majelis hakim.

Menurut  hakim, perbuatan kedua terdakwa terbukti melanggar pasal 363 ayat (1) ke-4 dan 5 KUHP tentang pencurian atau mengambil kepunyaan orang lain.

Selain itu, dalam amar putusannya hakim juga menyatakan, terdakwa Boby Satana divonis double (dua kali lipat) masing-masing 4 tahun penjara dengan kasus pencurian lain di tempat berbeda (dua berkas).

"Kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan pencurian, mengambil kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, dengan merusak, memotong atau memanjat, dengan memakai anak kunci palsu," kata hakim dalam pertimbangan hukumnya.

Sementara, pantauan persidangan, terdakwa Boby Santana yang awalnya terlihat santai duduk di kursi pesakitan, tiba-tiba menangis di hadapan majelis hakim setelah mendengar divonis double.

Menjawab majelis hakim, terdakwa langsung menyatakan banding. "Saya mengajukan banding pak hakim," tegas Boby sambil berdiri dari kursi pesakitan.

Sedangkan Feri Handoko yang dihukum 3 tahun penjara, ketika ditanya majelis hakim apakah mengajukan banding, hanya mengangguk.

Boby didampinggi seorang wanita cantik juga terlihat terus menangis saat digiring ke ruang tahanan sementara Pengadilan Negeri (PN) Medan.

"Hukuman ini tak adil, 8 tahun terlalu berat. Padahal, uang hasil curian itu sebagian di sumbangkan ke masjid, gereja, dan anak yatim. Aku harus banding, aku harus banding," ucap terdakwa kepada wanita cantik yang juga terlihat menangis.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU), Randi Tambunan menuntut terdakwa Boby dengan hukuman 5 tahun penjara, dan Feri 4 tahun.

Mengutip dakwaan jaksa, Boby bersama Feri Handoko, Riza Pratama, Edward Tarigan, Abdul Rahman dan Ira br Sembiring menginap di hotel Grand Nusantara, Sunggal Medan.

Terdakwa mengajak Feri bersama teman lainnya untuk melakukan pencurian dengan mengendarai dua unit mobil merk Taruna nomor polisi BK 1227 RK dan Calya BK 1387 PS rentalan.

Pada Minggu (6/1/2019) sekitar jam 03.00 WIB, terdakwa Boby bersama Feri Handoko, Riza Pratama, Edward Tarigan, Abdul Rahman dan Ira br Sembiring berkeliling kota Medan sambil mengamati rumah yang ditinggal kosong penghuninya.

Mereka menyasar rumah saksi korban Sumbul Sembiring di Jalan Seroja Gang Saudara No 16-b Kecamatan Medan Sunggal, kota Medan.

Terdakwa Boby, Feri Handoko dan Edward Tarigan menggunakan dua batang besi aspak yang ujungnya sudah diruncingkan mencongkel jendela. Mereka masuk ke dalam kamar dan menemukan uang sebanyak Rp1.100.000.000.

Usai mengambil uang dari rumah milik Sumbul itu, terdakwa Boby bersama Feri Handoko, Riza Pratama, Edward Tarigan, Abdul Rahman dan Ira br Sembiring membawanya untuk dibagi-bagi.

Terdakwa Boby mendapat hasil curian tersebut Rp 250 juta, Feri Handoko, Riza Pratama, Edward Tarigan, Abdul Rahman dan Ira Br Sembiring masing-masing mendapat Rp150 juta.

Sedangkan sisa hasil curian mereka sumbangkan ke masjid, gereja, anak yatim dan berfoya-foya. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px