Log in

Serang Petugas Pakai Pisau, Bandar Ekstasi Ditembak

KAPOLRES Batu Bara didampingi Wakapolres dan Kasat Narkoba menunjukan barang bukti ekstasi, Rabu (7/11) KAPOLRES Batu Bara didampingi Wakapolres dan Kasat Narkoba menunjukan barang bukti ekstasi, Rabu (7/11)

Batu Bara-andalas Polres Batu Bara terpaksa menembak kaki kanan seorang pria yang ditengarai sebagai bandar pil ekstasi, BFL alias BD (29). Sebab, warga Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara tersebut berusaha menyerang petugas menggunakan pisau saat hendak ditangkap tak jauh dari kediamannya, Selasa (6/11) malam. "Ketika dilakukan penangkapan, pelaku mengeluarkan pisau dari selipan pinggangnya dan berniat menyerang petugas Satnarkoba. Karena itu, petugas terpaksa memberi tindakan terukur (tembak, red) ke kaki pelaku," ujar Kapolres Batu Bara, AKBP Robinson Simatupang didampingi Wakapolres dan Kasat Narkoba di Mapolres Batu Bara, Rabu (7/11).

Kata dia, penangkapan tersangka dilakukan petugas atas inforamsi masyarakat yang resah dengan aktivitas tersangka mengedarkan ekstasi. Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga transaksi dengan tersangka di wilayah Perkebunan Tanah Gambus, Kecamatan Lima Puluh. "Kita mendapat informasi ada transaksi narkoba di wilayah itu. Selanjutnya, petugas melakukan undercover buy (penyamaran) dan mencoba memancing pelaku untuk bertransaksi. Disepakati transaksi di area Perkebunan Tanah Gambus. Dari pelaku, petugas Satnarkoba berhasil mengamankan 55 butir ekstasi," terangnya.

Sementara, Kasat Reserse Narkoba AKP Kusnadi menuturkan, dalam kurun waktu sejak 27 Oktober - 6 November 2018, pihaknya telah mengungkap 7 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba dengan mengamankan 9 tersangka.  "Jajaran Polres Batu Bara mengapresiasi warga Desa Simpang Gambus yang telah mendukung pihak kepolisian dalam upaya pemberantasan narkoba. Biasanya, kita susah melakukan penangkapan di wilayah Simpang Gambus, tapi saat ini masyarakat sudah mendukung," ucapnya. ,Sementara pelaku BFL alias BD mengaku ekstasi didapat dari seseorang berinisial N di wilayah Kolam Buaya Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh dengan harga Rp 160.000/butir. Biasanya dijual di kafe live musik. "Aku beli dari Simpang Gambus dengan harga Rp 160 ribu. 55 butir itu belum ku bayar karena belum ada yang mesan. Biasanya digunakan di kafe live musik," akunya. (SUSI/PUR)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Nov 2018 27°C 22°C
  • 22 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px