Log in

Selidiki Penyebab Banjir Bandang Dairi, Poldasu akan Lakukan Langkah Hukum

Kayu gelondongan diduga kuat hasil perambahan hutan yang terseret banjir bandang, belum lama ini. Kayu gelondongan diduga kuat hasil perambahan hutan yang terseret banjir bandang, belum lama ini.

Medan-andalas  Polda Sumut akan melakukan upaya langkah hukum, jika menemukan indikasi penyebab banjir bandang di Kabupaten Dairi karena faktor manusia, seperti praktik pembalakan hutan.

"Kalau memang terbukti adanya praktik perambahan hutan sebagai penyebab banjir bandang Dairi, kita akan lakukan langkah hukum. Saat ini, kita sedang melakukan penyelidikan," tegas Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada andalas, Kamis (10/1).

Menurut Nainggolan, kepolisian telah membentuk tim untuk menyelidiki dugaan tindak pidana perambahan hutan sebagai penyebab peristiwa banjir bandar Dairi yang merenggut korban jiwa. Tim akan melakukan penyelidikan dari kawasan hulu (sungai).

Apabila ditemukan adanya praktik perambahan hutan, maka kepolisian akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Siapapun yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Kalau bicara soal penegakan hukum, kita akan sikat siapapun pelakunya, tanpa terkecuali," sebut Nainggolan.

Namun, sambung Nainggolan, untuk sementara ini, disimpulkan peristiwa banjir bandang Dairi adalah bencana alam.

Sebelumnya, telah terjadinya banjir bandang pada pertengahan Desember 2018 lalu, hingga merenggut lima korban meninggal dunia.

Berdasarkan penelusuran wartawan ke lokasi banjir bandang hingga ke hulu kawasan hutan lindung, ditemukan balok besar yang diduga bekas potongan mesin dan beberapa kayu olahan. Karena itu, tak bisa dipungkiri bencana yang terjadi tidak terkait dengan ulah manusia.

Bahkan, keberadaan gubuk di areal persawahan tak jauh dari kawasan hutan, pernah ditemukan berisi kayu olahan dengan jumlah banyak, sehingga patut diduga berkaitan dengan aktivitas pembalakan. Gubuk berisi kayu olahan dimaksud ditemukan sebelum peristiwa terjangan banjir bandang.

Menurut pegiat LSM, Marulak Siahaan, pemilik gubuk adalah seseorang yang cukup dikenal dan memiliki jabatan, berdomisili di Parongil Kecamatan Silima Punggapungga.

“Hutan yang sejatinya menjadi sumber mata air untuk masyarakat, kini menjadi sumber air mata. Pihak berwenang harus segera bergerak mengungkap dan menangkap para pelaku penebang liar, termasuk menindak jika ada oknum yang membacking," harap pria plontos tersebut.

Terpisah, Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan melalui Kasat Reskrim, AKP Jenggel Nainggolan didampingi Kaurbin Ops Iptu HP Purba kepada wartawan, Senin (7/1) mengatakan  akan melakukan langkah hukum jika pembalakan liar benar terjadi di kawasan hutan Desa Bongkaras.

“Kami akan segera melakukan pengumpulan bukti dan keterangan guna penyelidikan selanjutnya," tandas Nainggolan. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px